KONSEP
PENDAMPINGAN DAN KONSULTASI
1. Infrastruktur politik tidak berfungsi pada penguatan rakyat, sehingga muncul ketergantungan masyarakat pada birokrasi dan hegomoni struktural. Akan tetapi masih ada celah - celah pada masyarakat untuk melakukan penguatan sendiri,
2. Matinya swadaya rakyat, sebagai akibat dari restrukturisasi pemerintahan dan tatanan pedesaan. Akan tetapi masih ada nilai - nailai kebersamaan dan daya tahan yang dimiliki oleh masyarakat kecil yang masih mungkin untuk mengaktualisasikan swadaya rakyat.
3. Kondisi masyarakat yang pasif, bersikap praktis dan pragmatis apa bila berhadapan dengan kekuatan dominan, sehingga tidak kritis dan tidak kreatif. Akan tetapi pada dasarnya akan muncul sikap kritis apa bila diciptakan suasana yang bebas.
4. Tidak ada iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi rakyat, sehingga ekonomi rakyat tidak bisa berkembang dengan normal. Akan tetapi masih ada daya survival yang tinggi untuk menciptakan suasana yang kondusif untuk mengembangkan ekonomi rakyat.
5. Orientasi Pembangunan dalam kenyataannya tidak holistik, sehingga pelaksanaan pembangunan cenderung distruktif yang menimbulkan ketegangan - ketegangan sosial dengan rakyat. Akan tetapi masih ada keinginan rakyat yang merupakan kekuatan untuk membuat dirinya holistik.
6. Munculnya budaya - budaya yang cenderung merusak misalnya budaya kekerasan, korupsi, manipulasi, kolosi, kerja ringan mendapat hasil banyak, pelecehan. Akan tetapi setiap individu pada dasarnya memiliki kekuatan yang terlletak pada hati kecilnya yang cenderung pada kebenaran.
7. Proses penumbuhan kepemimpinan dan kaderisasi kurang terjadi secara cepat dan tidak berjalan secara sistematis. Akan tetapi masih ada kemampuan dan kemauan untuk mencari jalan keluar yang merupakan kekuatan untuk mengatasi kebuntuhan.
8. Kegiatan Kelompok masih berkembang secara exlusif dan tidak ada indikasi berkembang menjadi pusat kegiatan komunitas. Akan tetapi secara individu anggota Kelompok masih menjadi bagian yang utuh dari komunitas.
9. Kegiatan ekonomi Kelompok belum kompetitif, akan tetapi kemampuan alih usaha cukup tinggi.
10. Kelompok- kelompok dampingan SBD masih berkembang dalam Kelompok kebutuhan, belum ada tanda - tanda untuk berkembang kearah perwujudan dalam kelompok swadaya yang hakiki. Akan tetapi masih ada nilai dan potensi untuk berkembang menjadi Kelompok Swadaya Masyarakat.
11. Kelompok - kelompok belum mempunyai imbas pada komunitas lingkungannya, akan tetapi masih mempunyai kesadaran reflektif untuk memperbaiki diri.
Realitas diatas menyebabkan komunitas marjinal menghadapi beberapa masalah mendasar yang perlu segera dipecahkan antara lain ialah;
a. Akibat realitas diatas, komunitas dalam memahami realitasnya cenderung subyektif, akibatnya justru mereka larut kedalam realitas tersebut, bukan menghadapi realitas untuk merubah kehidupan mereka.
b. Akibat dari realitas diatas, Pengetahuan dan wawasan komunitas marjinal pada saat ini terbelenggu oleh satu kepentingan yang tidak memihak pada mereka, akan tetapi lebih memihak pada kepentingan dunia yang cenderung tidak manusiawi (Dehumanisasi).
c. Akibat dari realitas diatas, Daya pikir dan daya nalar masyarakat hususnya masyarakat marjinal menjadi tumpul, tidak kritis dan cenderung bersikap apatis, masa bodoh terhadap realitas yang dihadapi, yang pada ahirnya daya kreatifitas mereka hilang. Sehingga mereka mengalami kesulita dalam memenuhi kebutuhan praktis dan kepentingan strategis.
d. Realitas diatas juga menyebabkan komunitas menjadi terpecah - pecah (tidak solid), semua potensi ( kekuatan ) tidak berfungsi, dan organisasi yang semestinya menjadi salah satu kekuatan mereka praktis lumpuh, kalaupun memiliki peran tapi mandul dan hanya sekedar formalistis.
e. Begitu juga jaringan antar organisasi dalam komunitas tidak terjadi, mereka berjalan sendiri - sendiri, tidak saling berhubungan antara satu dengan yang lain, pada hal antar organisasi tersebut memiliki masalah dan kebutuhan yang hampir sama.
Melihat masalah mendasar tersebut ternyata menyebabkan rakyat (rakyat kecil) yang merupakan mayoritas dari populasi ini berada dalam kondisi tidak berdaya atau termarjinalisasi.
Untuk meberdayakan rakyat kecil tersebut, dirasakan membutuhkan seorang sahabat atau teman yang dapat membantu masalah yang mereka hadapi, sehingga merubah komunitas yang tidak berdaya atau termarjinal menjadi komunitas yang berdaya dan demokratis. Sahabat atau teman yang dimaksudkan adalah pendamping yang dengan keihlasannya bersama - sama dengan yang didampingi mereka mampu melakukan perubahan pada diri mereka sendiri, sehingga menjadi komunitas yang demokratis dan berkeadilan.
II. VISI DAN MISSI
Visi Pendampingan ialah Terwujudnya Komunitas yang demokratis baik dibidang ekonomi, politik maupun sosial budaya.
Misi pendampingan berpartisipasi dalam mewujudkan komunitas yang demokratis.
III. TUJUAN ( GOAL )
1. Pendampingan bertujuan untuk mewujudkan kesadaran transformatif komunitas yang didampingi dalam rangka melakukan transformasi sosial untuk mencapai komunitas yang demokratis.
2. Konsultansi bertujuan untuk penguatan KSM dalam rangka pemenuhan kebutuhan praktis melalui penguatan usaha rakyat.
IV. SASARAN ( OBJECTIVE )
Berdasarkan visi, missi dan tujuan diatas, maka pendampingan memiliki sasaran sebagai berikut ;
1. Pendampingan memiliki sasaran sebagai berikut;
a. Pemahaman realitas yang obyektif,
b. Penguatan Kesadaran dalam memenuhi kebutuhan praktis dan kebutuhan strategis secara sistematis,
c. Penguatan Organisasi/ kelompok Rakyat,
d. Penguatan jaringan / komunikasi antar organisasi/kelompok atau komunitas,
e. Penemuan exsistensi diri sebagai manusia yang utuh,
2. Konsultansi memiliki sasaran sebagai berikut;
a. Peningkatan kemampuan kelompok dalam produksi baik secara kualitas maupun kuantitas misalnya;
1) Penguasaan serta pengembangan teknologi yang ditandai dengan :
a) Perluasan usaha
b) Intensifikasi usaha melalui input teknologi
c) Meningkatnya design produk
2.) Terbentuknya unit usaha rakyat sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi komunitas.
3.) Peningkatan niala tambah melalui efisiensi dan pembentukan asosiasi
4.) Meningkatnya skala usaha rakyat
b. Peningkatan akses pasar meliputi;
1) Perluasan pasar dari pasar lokal ke pasar regional dan nasional
2) Terpenuhinya permintaan pasar
3) Berdirinya Trading Hous
c. Peningkatan akses pada sumber-sumber permodalan untuk peningkatan usaha, misalnya;
1) Bank
2) BUMN
3) Lainnya
V. PENGERTIAN
1. Pendampingan
a. Pendampingan, adalah proses interaksi atau persahabatan dan pertemanan untuk saling menyertai dan menemani dari dekat antara pendamping ( subyek 1 ) dengan komunitas dampingan ( subyek 2). Mendampingi kaum marjinal berarti menyertai dan menemani kaum marjinal untuk secara bersama - sama memecahkan persoalan kehidupan yang mereka hadapi serta mendorong tumbuhnya keberanian kaum marjinal untuk mengungkapkan pendapat sesuai dengan masalah dan kebutuhan yang mereka hadapi.
b. Pendamping adalah orang yang berperan menemani, menyertai dan kadang‑ kadang membimbing dalam memahami dan memecahkan persoalan kehidupan yang dihadapi komunitas dampingan. Sehingga pendamping harus menjauhkan diri dari sikap menjajah, menguasai, mengancam, memerintah dan mengatur.
2. Konsultansi
a. Rakyat adalah warga bangsa Indonesia yang terdiri dari kaum buruh, tani, nel
b. ayan, sektor informal dan masyarakat adat yang kondisinya serba kekurangan dalam segala hal (marjinal) dan jumlahnya merupakan mayoritas.
c. Ekonomi Rakyat dalam konsep ini didefinisikan sebagai segala upaya rakyat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sedangkan ciri-ciri umum ekonomi rakyat dapat diidentifikasikan antara lain sebagai berikut :
· Komiditi yang dihasilkan adalah jenis komuditi dasar seperti komuditi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan komuditi-komuditi yang sangat tergantung pada sumberdaya alam yang tersedia. Sementara sektor non pertanian adalah jenis komuditi olahan dengan skala produksi yang relatif kecil dan dengan kualitas prosessing yang relatif rendah.
· Orientasi kegiatan ekonominya tidak sepenuhnya ditujukan untuk usaha-usaha komersial tetapi masih mengandung unsur-unsur subsistensi demi menjamin keamanan konsumsi dalam rumahtangganya.
· Penggunaan tenaga kerja dan teknologinya masih sangat terbatas dan sederhana. Sebagian besar dalam kegiatan ekonminya menggunakan tenaga kerja keluarga atau tetangga dilingkungannya dengan tingkat upah yang relatif rendah bahkan untuk tenaga kerja keluarga tidak dibayar
· Kegiatan usaha ekonomi masih dikelola secara sederhana dan tanpa ada perhitungan untung-rugi yang pasti, tanpa ada administrasi dan pembukuan yang sistematis dan tanpa ada proyeksi usaha kedepan.
· Jangkauan pasarnya terbatas pada pasar lokal ditingkat desa atau pasar regional ditingkat propinsi.
Dengan demikian kegiatan ekonomi rakyat mencakup banyak sektor usaha yang dilakukan oleh rakyat baik dipedesaan maupun diperkotaan.
c. Konsultansi adalah kegiatan pemberian input supervisi, bimbingan, pemberian contoh, informasi, peragaan, pengenalan, pemberian informasi, dan pembangkit apresiasi dalam rangka membantu penguatan usaha rakyat. Sedangkan orang yang melakukan konsultansi disebut konsultan
VI. STRATEGI
Untuk mencapai tujuan diatas strategi yang dilakukan ialah Merubah dari dalam bersama - sama komunitas dampingan dan mempengaruhi dari luar. dengan demikian peran perubahan ada pada mereka sendiri, sedang orang luar hanya mempengaruhi.
VII. METODE
1. Pendampingan, dengan demikian berdasarkan strategi diatas ada dua cara/metode dasar yang digunakan yaitu;
a. Transformasi (memperbaharui) dari dalam yaitu suatu proses perubahan yang dilakukan oleh kaum marjinal sendiri, melalui Dialog Transformasi dengan Pendamping melalui ;
1) Individual misalnya;
a) Pribadi - pribadi peserta dampingan
b) Tokoh - tokoh kunci baik formal maupun informal
2) Kolektif misalnya
c) Oraganisasi Rakyat ( People Organization )
d) Oragnisasi Keagamaan ( Religion Organization )
e) Paguyuban.
b. Mempengaruhi dari luar, yaitu suatu proses perubahan yang dilakukan oleh pendamping dengan melibatkan pihak lain melalui:
1) Pertukaran informasi
2) Asistensi.
3) pertemuan pendidikan dan pelatihan
4) Masukan ‑ masukan ketrampilan dan teknologi
5) Saling Kunjung
6) Magang
7) Konsultansi
Metodologi diatas dilakukan secara praksis, yaitu
Aksi -----Refleksi -----Aksi
2. Konsultasi, berdasarkan strategi tersebut maka strategi yang dikembangkan dalam konsultasi ini adalah :
a. Pengenalan hal-hal baru, untuk mengetahui perubahan realitas tersebut diperlukan pengenalan terhadap hal-hal baru terutama pengenalan teknologi tepat yang sesuai dengan usaha rakyat dan pengelolaan usaha.
Pengenalan hal-hal baru dapat dilakukan melalui :
· Pemberian motivasi
· Pengenalan manajemen usaha
· Pengenalan manajemen produksi
· Pengenalan manajemen pemasaran
· Pengenalan perencanaan usaha
· Pengenalan masalah gender
· Pengenalan analisi gender dalam perspektif ekonomi
· Pengenalan teknologi tepat
· Penyebaran informasi (pasar, bahan baku, permodalan dsb)
· Dialog-dialog dengan tokoh masyarakat; organisasi-organisasi ekonomi; komunitas
b. Apresiasi, setelah mengetahui ada hal-hal baru perlu diyakinkan bahwa hal-hal baru tersebut bermanfaat dan menguntungkan. Sehingga perlu ditimbulkan rasa penghargaan/apresiasi bahwa dapat meringankan, meningkatkan kualitas dan kuantitas tanpa mengurangi kesempatan kerja, dapat dilakukan melalui :
· Peragaan
· Kunjungan
· Mendatangkan orang yang berhasil (cerita sukses)
c. Adopsi, dari melihat keberhasilan dan manfaat serta keyakinan akan hal baru maka diharapkan akan menggunakan/mengadopsinya dalam kegiatan usahanya. Setelah mengadopsi hal baru, maka didampingi melalui konsultansi-konsultansi dalam :
· Pengelolaan usaha
· Pengoptimalan teknologi
· Pengembangan unit usaha
· Pengembangan pasar
· Pengembangan teknologi
· Pengembangan produksi
d. Pengembangan akses, untuk membantu pengembangan usaha rakyat perlu dihubungkan pada pusat-pusat :
· pemasaran
· produksi
· bahan baku
· teknologi
· permodalan
VI. PENDEKATAN
1. Pendampingan terdiri dari;
a. Individual
b. Kolektif
c. Cultural
d. Holistik
2. Konsultansi memakai pendekatan sebagai berikut;
a. Teknis
b. Praktis
c. Prakmatis
d. Tepat guna
e. Kongkrit
f. Individual
g. Kolektif
h. Instruksional
Hasil sharing pendapat tentang pendampingan :
Unsur-unsur pendamping :
1. Sasaran : Msyarakat -Ã kelompok
2. Cara : Metode
3. Lokasi atau tempat
4. Orang/pelaku : Pendamping
5.
6. Kegiatan : - Memotivasi
- Mempengaruhi
- Membimbing
- Menghubungkan
- mengevaluasi bersama pendamping kelompok
7. Tujuan
Pendampingan adalah sutau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mempengaruhi masyarakat (kelompok) yang bertujuan untuk merubah realitas yang tidak adil, yang miskin, yang tidak bijak yang tidak mendukung pengembangan masyarakat kecil (marginal).
Kita mendampingi itu untuk apa ?
Ingin merubah realitas yang miskin secara ekonomi, pendidikan, juga ketidakadilan gender dan ketidakadilan sosial, ekonomi. Politik. Kebijakan belum mendukung pengembangan usaha kecil.
Realitas masyarakat sekarang ini masih msih sanagt miskin ekonomi dan miskin pendidikan,
relitas ketidakadilan sosial termasuk gender, dimana infrastruktur sudah tidak banyak berfungsi misalnya LKMD sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, lebih berfungsi sebagai corong kepala desa, begitu juga dengan lembaga masyarakat yang lainnya tidak berfungsi juga karena kebijakan masa mengambang dsb.
Tujuan pendampingan adalah merubah realitas yang tidak adil, yang miskin, yang tidak bijak pada pengembangan masyarakat atau rakyat kecil.
Strategi pendampingan :
Yang bisa merubah itu adalah masyarakat sendiri.
Orang luar --Ã lebih mempengaruhi.
Prinsip dalam pendampingan :
1. Mulailah dari apa yang mereka miliki.
2. Belajar bersama mereka
3. Tinggal bersama mereka
4. Datangi mereka
5. buatlah rencana bersama mereka
6. Tidak terbatas pada ruang dan waktu
Metode : Dialog dan praksis (aksi -Ã refleksi -Ã aksi)
B
OPERASIONAL PENDAMPINGAN
I. FUNGSI
1. Pendamping / Community Organizing Facilitator ( COF )
Pada dasarnya fungsi umum pendamping adalah mendampingi komunitas marjinal, secara bersama - sama dapat menyelesaikan maslah dari realitas yang mereka hadapi, untuk menuju kemandirian dan emansipasi. Secara khusus pendampingan menjalankan fungsi - fungsi sebagai :
1. Pelancar Musyawarah
2. Pembuka mata (analisis)
3. “Penggerak”
4. Penumbuh dan pengembang ;
a. kelompok - kelompok kebutuhan dan kelompok - kelompok swadaya dalam rangka penguatan komunitas
b. kepemimpinan dan kaderisasi komunitas yang demokratis
c. pemimpin dan kader yang demokratis diantara komunitas
5. Sebagai Katalis
a. jaringan organisasi rakyat ( kelompok - kelompok )
b. jaringan antar komunitas
6. Sebagai Penyerta dalam setiap aktifitas yang dilakukan kelompok dampingan
7. Sebagai Sahabat dan teman dalam meneguhkan dan membantu
2. Konsultansi, Fungsi pokok konsultan adalah melakukan asistensi dan konsultansi kepada KSM/kelompok untuk pengembangan kegiatan usahanya, yang meliputi fungsi-fungsi sebagai berikut :
a. Mengenalkan, yaitu mengenalkan hal-hal baru terutama teknologi tepat dan sistem pengelolaan usaha
b. Membangkitkan minat, yaitu membangkitkan minat dengan menjelaskan manfaat dan kegunaan serta kemungkinan untuk memakai/mengadopsi hal-hal baru tersebut
c. Memotivasi, yaitu mendorong kelompok untuk menggunakan hal-hal baru tersebut
d. Mediasi, yaitu menghubungkan pada sumber-sumber potensial dan memberi persetujuan/rekomendasi untuk menjalin hubungan dengan sumber-sumber potensial tersebut.
e. Fasilitasi, yaitu memfasilitasi pertemuan evaluasi dan refleksi usaha bersama
II. TUGAS
1. Pendamping / Community Organizing Facilitator (COF), untuk menjalankan fungsi tersebut ada beberapa tugas pokok yang harus dilakukan oleh pendamping, yaitu;
a. Pemahaman terhadap realitas komunitas dampingan terdiri dari;
1) Bersama kaum marjinal melakukan observasi untuk memahami realitas komunitas marjinal
2) Melakukan integrasi kedalam komunitas, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dengan komunitas yang didampingi
3) Menyertai komunitas dampingan melakukan analisa realitas untuk menemukan masalah-masalah dasar dan masalah-masalah utama
b. Mencari alternatif pemecahan terhadap realitas yang menjadi masalah mendasar misalnya;
1) Menyertai komunitas dampingan membuat rancangan untuk menjawab dan mengatasi masalah utama
2) Menyertai komunitas dampingan untu melaksanakan aksi bersama berdasarkan rancangan bersama secara holistik
c. Melakukan penilaian terhadap usaha yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi;
1) Menyertai komunitas dampingan melaksanakan evaluasi;
2) Menyertai komunitas dampingan melaksanakan refleksi atas pengalaman;
d. Membantu komunitas dampingan dalam hal;
1) Aktualisasi potensi
2) Bersama kelompok dampingan mengembangkan komunitas;
3) Bersama komunitas dampingan menumbuhkan kepemimpinan yang demokratis dan kaderisasi dalam komunitas
4) Bersama komunitas dampingan melakukan advokasi (pembelaan) secara bersama - sama atas masalah yang mereka hadapi, baik praktis maupun strategis
5) Menjadi katalis dalam menghubungkan ke sumber - sumber / potensi yang dimiliki dan berada disekitarnya;
6) Menjadi katalis jaringan baik jaringan organisasi KSM maupun jaringan komunitas
7) Melayani kelompok - kelompok dan komunitas dalam pemenuhan kebutuhan praktis dan kepentingan strategis
e. Sebagai Pelancar pada;
1) Pertemuan pendidikan / latihan, diskusi dan pertemuan refleksi;
2) Pengembangkan organisasi dalam komunitas
3) Penyampaian informasi kepada yang mempengaruhi keberadaan dan kegiatan kelompok dampingan.
2. Konsultansi memiliki tugas sebagai berikut;
a. Tugas Pokok
1) Melakukan latihan dan fasilitasi pertemuan-pertemuan
2) Melakukan konsultasi dan supervisi untuk pengembangan usaha yang meliputi :produksi, quality control, manajemen, pemasaran, penjualan, promosi, teknologi tepat dan lain-lain.
3) Melakukan peragaan-peragaan teknologi tepat dan sistem pengelolaan usaha
4) Percontohan/demonstrasi teknologi dan sistem yang sesuai dengan keadaan kelompok
5) Melakukan simulasi
b. Tugas tambahan
1) Melakukan kunjungan terhadap pusat-pusat pengembangan usaha
2) Melakukan studi banding
3) Memberi informasi tentang peluang pasar
4) Menghubungkan dengan pusat-pusat : pemasaran, permodalan, bahan
III. SIKAP DASAR PENDAMPING / COMMUNITY ORGANIZING FACILITATOR ( COF)
Sebagai Subyek dan sebagai cerminan dari kepribadian pendamping, maka sikap dasar yang harus dimiliki oleh pendamping adalah;
1. Sikap emphaty terdadap komunitas kaum marjinal,
2. Sikap mempercayai bahwa komunitas marjinal bisa mengurus dirinya sendiri, tidak bodoh, potensial, aktif, kreatif, produktif, dan bisa merubah dirinya lebih maju
3. Sikap kritis obyektif dan peka terhadap realitas komunitas marjinal
4. Memiliki sikap terbuka.
5. Percaya diri.
6. Bersahaja.
7. Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat.


0 komentar:
Poskan Komentar