Minggu, 05 Oktober 2008

KESUBURAN TANAH

Bagaimana usaha kita supaya tanaman kita dapat tumbuh dengan sehat, segar, hasil baik seperti yang kita harapkan?

Tanaman tumbuh ditanah, mengambil makanan dari dalam tanah. Pengambilan makanan berlangsung terus menerus selama tanaman tersebut hidup. Apabila tanaman tersebut dipanen, hasilnya dibawa pergi untuk kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Hasil panen dibawa pergi, ini berarti juga membawa makanan yang telah diserap tanaman dari dalam tanah. Apabila kejadian ini berlangsung lama, makin lama makin berkurang jumlah makanan dalam tanah yang berguna untuk tanaman. Sehingga apabila tidak ditambah makanan lagi, tanaman menjadi kerdil dan mungkin akan mati.

Tanah dapat juga menjadi kurus, seperti sapi yang sering diambil susunya, tidak pernah diberi makanan yang cukup. Salah satu faktor yang menentukan kesuburan tanaman yaitu kesuburan tanah, dan kesuburan tanah ditentukan oleh faktor-faktor: fisik, kimia, dan biologis.

Keadaan fisik

Supaya keadaan fisik dari tanah menjadi baik, maka tanah perlu diolah dulu, dengan cara bermacam-macam, misalnya: dengan ditugal, dicangkul, ditraktor, dll.

Maksud sebenarnya pengolahan tersebut yaitu untuk menggemburkan tanah yang keras dan padat, tanah menjadi pecah-pecah kecil atau besar. Dengan sendirinya apabila tanah menjadi gembur (pecah-pecah), udara dapat masuk ke dalam melalui butir-butir atau pecahan tanah (gumpalan tanah baik yang besar atau yang kecil).

Udara yang asalnya dari udara bebas cukup banyak mengandung oksigen, dan oksigen ini diperlukan oleh tanaman yang kita tanam dan jasad renik yang terdapat dalam tanah. Di dalam tanah sering ada zat-zat atau gas beracun, dengan masuknya udara yang mengandung oksigen dapat mengoksidasi zat-zat atau gas-gas tersebut, sehingga tidak beracun lagi bagi tanaman, zat-zat yang beracun tersebut misalnya nitrit berubah menjadi asam nitrat yang berguna untuk kesuburan tanaman.

Umumnya tanaman tumbuh subur bila konsentrasi karbondioksida disekitar akar tanaman tidak terlalu tinggi dan cukup oksigen.

Akar tanaman akan banyak yang mati bila konsentrasi karbon dioksida melebihi 10 % dan perkembangan akar akan berhenti pertumbuhannya bila kurang dari 5 %. Oleh karena itu dengan mencangkul tanah akan membantu mengeluarkan gas karbon dioksida dan juga gas-gas racun yang lain. Misalnya asam sulfida akan diganti atau dioksidasi dengan gas oksigen menjadi asam sulfat yang berguna untuk perkembangan akar. Makin dalam, kandungan karbondioksida dalam tanah makin banyak, sedang oksigen makin berkurang. Dengan dicangkul struktur tanah yang semula padat menjadi gembur, maka akar tanaman akan mudah menembus tanah, sehingga akan dapat memperoleh zat makanan yang diperlukan dengan mudah.

Jasad-jasad renik yang aerob yang berguna untuk tanaman, dengan masuknya oksigen akan dapat berkembang dengan subur juga. Untuk menjaga supaya tanah jangan lekas padat sebaiknya diberi tambahan kompos, pupuk kandang, pupuk hijau dan bahan organik lainnya. Untuk tanah berat dengan banyak diberi pupuk organik dan kalau mungkin juga ditambah pasir akan membuat struktur tanah menjadi gembur, dengan gemburnya tanah peredaran udara menjadi lebih baik.

Tanah yang gembur pada waktu musim hujan dapat melakukan atau merembeskan air, sehingga ruang antara butir-butir tanah tidak seluruhnya terisi air, sehingga ruangan masih ada sebagian terisi udara yang cukup untuk keperluan pertumbuhan akar tanaman. Pada waktu musim kemarau, karena daya ikat tanah yang gembur terhadap air cukup baik maka tidak akan banyak kehilangan air. Tanah yang cukup bahan organik juga mempunyai daya ikat yang baik terhadap unsur-unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman, sehingga pada waktu banyak hujan banyak mengurangi unsur hara dan hilang karena tercuci air hujan.

Keadaan Kimiawi

Tanaman juga seperti mahluk hidup yang lainnya, jaringan- jaringan terbentuk dari karbohydrat, lemak, protein, nukleoprotein dan memerlukan cukup banyak carbon, oksigen, hydrogen, phosphor dan belerang untuk pembentukkan jaringan. Selain itu juga memerlukan unsur dalam jumlah yang sedikit yaitu: besi, magnesium, mangan, zinc, tembaga, boron, dan juga molybden untuk pembentukkan enzym. Unsur lain yang diperlukan cukup banyak yaitu kalium. Kadang-kadang masih diperlukan natrium, calsium, chlor, silicon, aluminium.

Apabila ditinjau untuk keperluan pemupukkan maka sekurang-kurangnya ada 12 unsur makanan yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, dan unsur makanan ini harus diperoleh dari tanah. Unsur makanan dapat dibagi 3 kategori:

A). Unsur makanan utama

Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K).

B). Unsur makanan kedua

Calcium (Ca), Magnesium (Mg), Belereng (S)

C). Unsur makanan mikro

Besi (Fe), Tembaga (Cu), Zinc (Zn), Mangan (Mn), Boron (B), Molybden (Mo).

Umumnya unsur N.P.K. yang banyak diperlukan untuk tanaman, maka kalau tidak diberi tambahan pupuk N.P.K yang cukup tanaman akan menjadi kerdil.

Pupuk N dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (Urea, Amonium sylfat), atau pupuk organik, misalnya pupuk: kandang, kompos, air WC.

Pupuk P dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (DS, SP 36, DAP) atau kotoran ayam, itik.

Pupuk K dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (Kalium sulfat) atau diberi abu.

Setiap tanah mempunyai keasaman yang berbeda-beda, ada yang sangat asam, ada yang netral, ada yang basa. Keasaman yang berbeda-beda disebabkan oleh kandungan unsur-unsur yang berbeda-beda. Derajad keasaman (reaksi tanah) ini dinyatakan dengan pH. Tanah tersebut netral bila pH 6,5 – 7,5 dan bila kurang dari 6,5 disebut asam. Setiap tanaman menghendaki pH tertentu; jadi apabila dikehendaki produksi yang optimal, maka harus diusahakan supaya tanah mempunyai pH yang sesuai dengan tuntutan tanaman.

Apabila dapat mempertahankan pH tanah antara 6,0 – 6,8 biasanya sudah dapat menjamin dapat terpakainya unsur-unsur yang diperlukan didalam tanah dan menghilangkan bahaya keracunan dari besi, Aluminium dan Mangan. Umumnya didaerah basah reaksinya asam, sedang didaerah kekeringan reaksinya basa.

Daftar I

Jumlah unsur N.P.K dalam pounds setiap 1 ton kotoran ternak.

(1 pounds = 454 gram)

JENIS TERNAK

Nitrogen

Asam Phosphat

Kalium

Kuda

13,2

5,1

12,1

Sapi

11,4

3,1

9,9

Babi

9,9

6,7

9,3

Biri-biri

15,8

6,7

18,0

Ayam (tanpa hamburan)

21,6

16,4

10,2

Itik

11,4

28,8

9,8

Daftar II

Klasifikasi pertumbuhan tanaman yang sesuai dengan reaksi tanah.

REAKSI TANAH

TANAMAN

pH 6,0 – 6,8

Bayam, brambang, kapri, kara, kobis, bunga, selada, seledri, wortel, beet, asparagus, semangka.

pH 5,5 – 6,8

Buncis, kobis, kobis tunas, timun, lombok, radis, labu, jagung, ubi jalar,tomat.

pH 4,8 – 6,8

Kentang

Keadaan biologis

Didalam tanah pertanian yang baik, umumnya banyak terdapat zat organik. Zat organik tersebut dapat dibagi menjadi 2, yaitu zat organik mati dan zat organik hidup.

Zat organik mati: sampah, daun, humus, bangkai binatang dan lain-lain. Zat organik hidup: Dalam tanah terdapat flora dan fauna yang dapat dilihat (jasad makro) dan yang dapat dilihat dengan mata telanjang (jasad mikro atau jasad renik).

Jasad makro yaitu : cacing, semut, rayap, uret, dll.

Jasad mikro yaitu : bakteri, jamur, algae, protozoa amoeboid dan lain-lain.

Umumnya zat organik hidup tersebut, makan dari zat organik mati, tetapi kadang-kadang juga makan zat organik hidup (parasit). Hasil akhir dari makanan yang dicerna oleh jasad mikro diantaranya gas karbondioksida, sehingga apabila erasi tanah tidak baik (tidak dicangkul) akan merupakan hambatan bagi pertumbuhan akar.

Seandainya jasad hidup di dalam tidak ada, maka akan terjadi timbunan dari jasad organik mati, misalnya sampah kota, ranting, cabang-cabang, batang-batang, kotoran manusia, binatang, bangkai binatang dan lain-lain.

Apabila suatu sebab kegiatan jasad renik menurun, maka terjadilah juga timbunan zat organik yang disebut gambut (veen atau peat).

Dalam tanah terdapat jasad-jasad renik yang dapat mengikat N, secara nonsimbiosis, yaitu Azotobacter (aerob). Bakteri pengikat N bersimbiose dengan tanaman leguminose yaitu genus Rhizobium. Terdapat juga jasad renik yang dapat memproduksi Ammonia dari zat organik mati oleh jamur Aspergilus, yang kemudian Ammonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococus, nitrit-nitrit yang terjadi diubah menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Proses terbentuknya Ammonia disebut Ammonifikasi, sedang terbentuknya nitrat disebut nitrifikasi. Nitrat kemudian diserap akar tanaman. Masih banyak jasad-jasad renik lainnya yang menguntungkan untuk tanaman, diantaranya yaitu jamur Mycorriza.



*Oleh: Ir. Pracaya


0 komentar: