Minggu, 05 Oktober 2008

Mengenal Hama Serangga

HAMA SERANGGA

antara binatang yang merupakan hama tanaman, para serangga (insek) memainkan yang paling penting. Sampai sekarang sudah tercatat lebih dari 30.000 jenis sebagai hama tanaman. Jumlah serangga yang tidak merugikan tanaman masih puluhan kali lebih banyak, diantaranya ada yang membantu manusia sebagai musuh (predator) serangga perusak tanaman, dalam proses pembuahan, sebagai penghancur sampah dan kotoran dsb.

Serangga adalah binatang yang mempunyai badan yang tersdiri atas 20 ruas (segmen): 6 segmen yang merupakan kepala, 3 segmen untuk thorax (dada) dan 11 segmen untuk abdomen. Panjangnya tubuh antara 0,2 mm dan 30 cm, tetapi diameter tubuh jarang melebihi 1 cm. Jumlah kaki 6. Kalau sudah dewasa mempunyai sayap dua pasang. Serangga mempunyai rangka di sebelah luar tubuhnya, yang terdiri atas bagian – bagian keras, dipisah oleh selaput – selaput yamg lunak. Rangka tersebut lebih kuat daripada rangka binatang yang menyusui dan cukup supel, tetapi harus diganti beberapa kali selama serangga masih dalam masa pertumbuhan.

ANATOMI SERANGGA

Tubuh serangga terdiri atas tiga bagian dasar : kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

Kepala

Kepala terdiri 6 segmen, yang sudah tumbuh menjadi satu. Kepala merupakan pusat panca indra dan makan. Kepala dilengkapi dengan :

Mulut : itu merupakan bagian serangga yang paling penting, kalau kita mempelajari hama tanaman, karena dengan mulut serangga merusak tanaman.

Ada beberapa bentuk mulut :

a) bentuk untuk menggigit : dua pasang rahang, yang atas (mandibulum) yang paling kuat, yang bawah (maxilla) dilengkapi dengan alat peraba (palp)

b) bentuk untuk menghisap : suatu jarum (stilet) yang dapat dimasukkan ke dalam jaringan tanaman, dalam stilet tersebut ada dua saluran : satu untuk menghisap air tanaman satu untuk mengeluarkan ludah masuk tanaman.

c) bentuk untuk menjilat : rahang tidak berfungsi, tetapi serangga menjilat dengan lidah, dengan demikian tanaman tidak rusak dan serangga yang menjilat tidak merupakan hama sendiri (tetapi larvanya bisa mempunyai mulut untuk menggigit).

Antena : tiap serangga mempunyai dua antena, yang dipakai sebagai alat untuk mencium bau dan untuk meraba. Bentuknya sangat berbeda – beda, ada yang pendek dan ada yang panjang, ada yang sederhana, ada yang majemuk, seringkali yang pejantan mempunyai antena yang lebih besar daripada yang betina.

Mata : serangga yang dewasa biasanya mempunyai dua macam mata :

a) mata majemuk : dua mata yang besar, yang terdiri atas ribuan lensa kecil, mata tersebut cocok sekali untuk melihat gerakan – gerakan disekitarnya, tetapi gambar tidak begitu jelas.

b) ocellus : mata yang sederhana, gambar sangat kabur tidak melihat warna, hanya intensitas cahaya mungkin sedikit gerakan – gerakan, jumlah ocelli 3 biji, letaknya di dahi dalam susunan persegi tiga.


Larva dengan metamorfosa sempurna tidak mempunyai mata majemuk, tetapi seringkali mempunyai ocelli : letaknya disebelah kiri dan kanan kepala, jumlahnya tidak tentu, bisa 1 – 7 biji tiap sebelah. Larva dengan metamorfosa yang tidak sempurna biasanya mempunyai mata majemuk dan ocelli.

Thorax

Thorax atau dada terdiri atas 3 segmen. Thorax merupakan pusat gerakan serangga. Thorax dilengkapi dengan :

- Kaki : 3 pasang, tiap segmen satu pasang. Fungsi utama untuk berjalan, tetapi seringkali kaki disesuaikan dengan fungsi yang lain : melompat, menggali, memegang mangsa dsb.

- Sayap : kebanyakkan serangga dewasa mempunyai sayap, tidak pernah lebih dari dua pasang pada segmen yang ketiga. Larva belum mempunyai sayap. Fungsi untuk terbang, tetapi kalau keras juga untuk melindungi tubuh serangga.

Abdomen

Abdomen atau perut terdiri dari 11 segmen, abdomen merupakan pusat pencernaan dan reproduksi.

- Pencernaan : saluran pencernaan dalam tubuh serangga sederhana dan kurang lebih sama panjang dengan tubuh serangga sendiri. Saluran tersebut terdiri atas : Mulut (dalam kepala serangga), kerongkongan (dalam kepala dan thorax), tembolok, yaitu tempat penyimpanan makanan (dalam abdomen) usus (dalam abdomen) dan anus atau dubur (dalam segmen paling belakang). Dalam usus makanan diuraikan dan lewat dinding usus, unsur – unsur diberikan kepada darah untuk ditransportkan ke organ – organ yang lain. Lewat buli – buli Malphigi darah memasukkan kotoran ke dalam usus untuk dilepaskan lewat anus.

- Darah : 75 % dari berat badan serangga terdiri atas darah. Hampir tidak ada pembuluh darah, tetapi darah mengalir secara bebas di semua rongga badan serangga dan semua organ tercelup dalam darah. Warna darah kuning muda, darah tidak mengandung haemoglobine, karena tidak mempunyai fungsi dalam transport zat asam. Darah mengangkut unsur – unsur dari usus ke organ – organ dan mengangkut sampah, termasuk karbondioxide, dari organ – organ ke usus. Darah juga berfungsi untuk menutup luka dan membrantas infeksi. Darah digerakkan oleh gerakan anggota badan, tetapi juga ada jantung yang sederhana, terutama untuk mendorong darah ke dalam thorax dan kepala.

- Pernapasan : serangga tidak mempunyai paru – paru. Zat asam langsung masuk lewat spirakel dan trakea. Trakea adalah semacam pipa, bercabang, ujung yang satu pada kulit (spirakel) sedangkan ujung yang lain sampai ke dalam tubuh serangga.

- Genitalia : alat kelamin serangga terletak pada badomen, segmen 9 untuk yang pejantan, segmen 8 dan 9 untuk yang betina. Yang betina sering dilengkapi ovipositor, yaitu alat untuk bertelur, ada jenis serangga yang mempunyai ovipositor yang panjang, sehingga dapat bertelur ke dalam tanah atau ke dalam jaringan tanaman. Genitalia, terutama yang dari pejantan, selama tidak dipakai, biasanya tersembunyi dalam tubuh serangga.

Daur hidup atau siklus serangga

Ada dua macam siklus, yaitu untuk serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna dan untuk serangga dengan metamorfosis yang sempurna

Metamorfosis artinya perubahan bentuk. Serangga dengan metamorfosis sempurna mengalami perubahan bentuk yang menyolok, sedangkan yang lain tidak.


Metamorfosis yang tidak sempurna :

iklus serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna terdiri atas tahapan – tahapan sebagai berikut :


- Telur : hampir semua serangga bertelur. Jumlah telur bisa banyak atau sedikit, berkelompok atau tunggal. Seringkali telur diletakkan pada tempat yang tersembunyi atau ditutup. Telur tidak dijaga. Diantara kutu daun ada yang melahirkan anak yang sudah hidup (vivipar).

- Larva : anak serangga disebut larva. Larva dari serangga yang mempunyai metamorfosis yang tidak sempurna juga disebut nimfa. Nimfa mempunyai bentuk tubuh yang sudah menyerupai bentuk induknya. Nimfa hidup bersama dengan serangga dewasa dan makan tanaman yang sama juga. Nimfa ganti kulit beberapa kali (biasanya 4 – 10 kali) dan tiap kali ganti kulit bentuk nimfa makin menyerupai bentuk serangga dewasa. Kali yang terakhir ganti kulit sayap sudah jadi terbentuk. Nimfa yang baru keluar dari telur disebut instar 1, sesudah satu kali ganti kulit disebut instar 2 dan seterusnya sampai dewasa.

- Imago (dewasa). Serangga yang dewasa mempunyai sayap, mata majemuk dan genitalia. Serangga yang mempunyai metamorfosis yang tidak sempurna adalah : semua serangga yang menghisap tanaman, belalang, jangkrik, anjing tanah, dan rayap.

Metamorfosis yang sempurna :

Siklus serangga dengan metamorfosis yang sempurna terdiri atas tahap – tahap yang berikut :

- Telur

- Larva : larva dari serangga dengan metamorfosis yang sempurna mempunyai bentuk yang berlainan dengan bentuk dewasa. Cara hidup juga seringkali berbeda dengan cara hidup serangga yang dewasa, lain tanaman yang di makan, malahan sering hidup di tempat berlainan. Juga larva ini beberapa kali ganti kulit, tetapi bentuk dari tiap instar tetap berlainan dengan bentuk dewasa.

Ada tiga macam bentuk larva :


a)
tipe cacing : larva ini tidak mempunyai kepala, tidak mempunyai kaki, sedangkan mulutnya hanya merupakan suatu lobang yang dapat dibuka, supaya makanan masuk. Larva ini hanya dapat hidup di tempat yang ada banyak makanan tersedia (seperti buah). Serangga dengan larva tipe cacing adalah lalat, semut, lebah.

b) tipe ulat : Larva ini mempunyai kepala dengan mulut untuk menggigit. Pada thorax ada tiga pasang kaki benar sedangkan pada abdomen ada sejumlah pasang kaki tambahan tanpa sendi. Kaki tambahan tidak ada pada segmen pertama dan kedua dari abdomen. Jumlah kaki tambahan tidak tentu, ulat jengkal hanya mempunyai satu pasang saja, ditambah satu pasang pada segmen yang paling belakang. Larva tipe ulat adalah larva dari kupu – kupu.

c) tipe larva kumbang : Semua larva kumbang mempunyai kepala yang jelas, dengan mulut untuk menggigit. Kebanyakan larva kumbang juga mempunyai kaki 3 pasang kecuali larva dari kumbang moncong yang hidup dalam tempat yang ada makanan banyak dan mudah tersedia, juga larva yang hidup dalam kayu seringkali kakinya kurang berkembang. Larva yang hidup di bawah tanah atau dalam kompos atau kotoran, ada yang mempunyai bentuk dalam huruf C (uret). Larva kumbang tidak mempunyai kaki semu.

- Kepompong (pupa) : Dalam fase berkepompong larva menjadi dewasa; sayap dibentuk dan seluruh bentuk tubuh diubah menjadi bentuk serangga dewasa. Selama proses ini berlangsung serangga tidak makan dan hidup dalam keadaan istirahat. Karena kepompong merupakan fase inaktif bagi serangga, proses tersebut biasanya berlangsung pada tempat tersembunyi. Kebanyakan larva membuat kokon dulu dengan memakai bahan dari tubuh sendiri, atau tanah, kayu, kotoran dan sebagainya. Larva masuk ke dalam kokon dan baru keluar kalau sudah jadi dewasa. Larva yang memakai kokon disebut kepompong tertutup, yang tidak memakai kokon disebut kepompong terbuka. Lalat mempunyai kokon yang bentuknya bulat panjang, seperti telur, berwarna gelap. Nama kokon lalat adalah puparium.

- Imago. Serangga yang mempunyai metamorfosis yang sempurna adalah kupu-kupu, kumbang, lalat semut.

Klasifikasi serangga

Serangga termasuk phylum Arthropoda, kelas Insecta (Hexapoda). Dalam kelas insecta ada 29 ordo. Dibawah ini hanya dibicarakan ordo yang penting sebagai hama tanaman. Dalam setiap ordo ada sejumlah famili, dalam setiap famili ada sejumlah genus, dalam tiap genus ada species. Tiap serangga mempunyai nama Latin yang terdiri atas dua kata, yang pertama nama genus, yang kedua menentukan species. Kalau dalam satu species ada anggota yang berbeda sifatnya (seperti tanaman yang diserang, resistensi terhadap obat dsb) disebut biotipe.

1. Ordo Coleoptera (kumbang)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva maupun imago mempunyai kepala dan mulut yang jelas, biasanya mempunyai kaki. Imago mempunyai sayap muka yang keras, yang tidak dipakai untuk terbang, tetapi untuk melindungi tubuh kumbang. Kalau beristirahat sayap tidak saling menutupi, tetapi membentuk garis di tengah. Sayap belakang lunak dan dipakai untuk terbang. Beberapa famili yang penting :

Coccinellidae : kumbang merah

Chrysomelidae: pemakan daun, perusak daun

Melolonthinae : larva uret

Cerambycidae : penggerek kayu

Curculionidae : kumbang moncong

2. Ordo Lepidoptera (ulat, kupu-kupu, ngengat)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva berbentuk ulat dengan kaki semu dan mulut untuk menggigit. Kepompong biasanya dalam kokon. Imago mempunyai mulut untuk menjilat : suatu lidah yang panjang yang dapat digulung kalau tidak dipakai. Sayap dan tubuh bersisik. Kalau beristirahat ada sayapnya berbentuk atap (Heterocera), ada yang sayapnya tegak lurus di atas tubuhnya (Rhopalocera).

3. Ordo Diptera (lalat)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva bentuknya seperti cacing, tanpa kaki, tanpa kepala yang jelas (berenga). Berkepompong seringkali dalam puparium, yang berbentuk bulat telur. Imago hanya mempunyai satu pasang sayap, sayap belakang tidak ada, yang tinggal hanya satu pasang halteres sebagai alat keseimbangan. Mulut imago untuk menjilat, bibirnya agak menonjol. Beberapa famili yang penting :

Agromyzidae : lalat dalam tanaman Leguminosae

Trypaneidae : lalat buah

4. Ordo Orthoptera (belalang, jangkrik, anjing tanah)

Serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna. Nimfa dan Imago mempunyai mulut untuk menggigit. Orthoptera pada umumnya mempunyai kaki belakang yang besar, untuk melompat (tetapi anjing tanah mempunyai kaki muka yang besar untuk menggali). Sayap muka biasanya agak tebal, sayap belakang lebih lunak. Thorax ditutupi dengan pronotum, yang bentuknya seperti semacam pelana. Yang betina sering mempunyai ovipositor yang jelas.

Beberapa famili yang penting :

Acrididae : belalang

Tettigonidae : belalang daun, walang kerik (ovipositor seperti pedang)

Gryllidae : jangkrik, yang aktif waktu malam, makan tanaman yang

pendek, siang hari di bawah tanah (dalam lobang) atau dibawah batu, sampah dsb.

Gryllotalpidae : anjing tanah, yang hidup di bawah tanah merusak akar,

umbi, tunas dsb.

5. Ordo Hemiptera

Ordo ini adalah ordo yang besar yang meliputi semua serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna, uamh mempunyai mulut untuk menghisap air tanaman. Ordo ini dibagi menjadi dua subordo :

subordo Homoptera : serangga yang mempunyai sayap muka yang homogen; pada waktu istirahat sayap berbentuk atap.

subordo Heteroptera : serangga yang mempunyai sayap sayap muka yang separuh lunak dan separuh keras; pada waktu istirahat sayap saling menutupi dan mendatar. Seringkali berbau.

Dalam subordo Homoptera yang merupakan hama tanaman adalah kutu daun dan sikadellida.

- Kutu daun (Phytophthires) adalah serangga yang kecil, yang biasanya hidup berkelompok. Perkembangan cepat dalam musim kemarau. Kutu daun memproduksi cairan yang manis (embun madu) yang dikeluarkan dan disenangi oleh semut, yang biasanya rajin mengunjungi kelompok kutu daun; sisa embun madu yang tidak dimakan oleh semut menjadi inang jamur jelaga, yang menutup daun, mengganggu fotosintesa dan membuat temperatur daun tinggi karena warna hitam. Banyak kutu daun membentuk lilin yang melindungi kutu tersebut terhadap musuh. Kutu daun dibagi menjadi tiga superfamili :

a. Psylloidea (fam. Psyllidae)

Psylloidea adalah kutu daun yang aktif sekali, bergerak dengan melompat dan terbang. Pejantan maupun betina mempunyai sayap. Nimfa bentuknya datar dan kurang aktif daripada imago; sering hidup puru. Kutu ini memproduksi embun madu. Kutu loncat pada lamtoro (Heteropsylla cubana) dan vektor CVPD pada jeruk (Diaphorina citri) termasuk superfamili ini.

b. Aphidoidea (fam. a.l. Aphididae)

Kutu aphis dapat bergerak secara bebas, tetapi biasanya tidak mempunyai sayap. Kadang – kadang ada suatu angkatan yang mempunyai sayap, terutama kalau lingkungan menjadi kurang cocok. Di Indonesia tidak ada pejantan; yang betina melahirkan dengan tidak kawin (parthenogenesis) dan tanpa telur (vivipar). Aphidoidea mempunyai satu pasang sifon (semacam tanduk) pada segmen abdomen, yang memproduksi lilin kalau kutu diserang oleh musuh. Juga ada jenis yang tubuhnya dilapisi dengan lilin.

c. Coccoidea (kutu perisai) (fam. a.l. Coccidae, Pseudococcidae, Diaspididae)

Kutu perisai ada banyak di daerah tropis dan merupakan hama yang berat. Larva yang muda masih bisa hidup dengan bebas, tetapi kemudian mengikat diri dengan stilet pada tanaman dan tubuhnya ditutupi oleh lilin atau damar atau bahan lain, yang melindunginya. Yang betina biasanya tidak bergerak lagi. Yang pejantan mengalami perkembangan yang normal dan mempunyai satu pasang sayap. Seringkali hanya ada sedikit sekali pejantan atau sama sekali tidak (parthenogenesis). Coccoidea mengeluarkan embun madu.

d. Aleyroidea (lalat putih) (fam. Aleyrodidae)

Maih ada superfamili yang keempat, yang mirip dengan kutu daun : lalat putih, yang mempunyai dua pasang sayap (jarak sayap maksimal 5 mm) yang warnanya putih dan dihamburi dengan tepung yang halus. Telur bertangkai. Larva yang muda berjalan bebas, kemudian kakinya hilang, bentuknya menjadi datar dan ada benang – benang lilin. Ada semacam fase berkepompong di bawah perisai. Lilin dan kulit larva tertinggal agak lama pada tanaman. Juga lalat putih memproduksikan embun madu. (Bemisia tabaci; Aleurodicus destructor)

- Cicadelloidea (Sikadellida), famili a.l. Jassidae dan pelphacidae, adalah kelompok yang kedua dalam subordo Homoptera. Anggota kelompok ini adalah serangga kecil (2 – 6 mm) dengan kepala yang lebar dan antenna yang pendek. Kalau diganggu melompat ke samping. Ada yang memproduksikan embun madu. Sikadellida memperbanyak diri dengan cepat dan hidup dalam jumlah besar di satu tempat. Wereng padi (Nephotettix, Nilaparvata, Sogata, Sogatella) termasuk sikadellida.

Subordo Heteroptera (kepik) meliputi a.l. famili :

Pentatomidae : tubuhnya lebar dan pendek

contoh : Nezara viridula

Coreidae : tubuhnya panjang

contoh : Leptocorixa acuta (walang sangit)

Pyrrhocoridae : tubuhnya panjang, warna merah dan hitam

contoh : Dysdercus

Capsidae : tubuhnya panjang dan halus

contoh : Helopeltis

6. Ordo Thysanoptera (trips)

Serangga yang kecil (1-2 mm), imago warnanya hitam larva warnanya putih, kuning atau merah. Sayap sempit sekali, pinggirnya berbulu panjang. Mulut seperti stilet, tetapi pendek, tidak bisa masuk tanaman lebih dalam daripada lapisan sel yang paling atas. Karena sel-sel yang dihisap kosong, kemudian terisi udara, daun tanaman menjadi seperti berkilau, stilet juga dapat dipakai untuk memarut tanaman. Metamorfosis tidak sempurna, tetapi dengan 2 – 3 instar seperti kepompong. Trips adalah serangga yang aktif sekali.

7. Ordo Isoptera (rayap)

Serangga yang hidup berkelompok dengan pembagian kerja yang teratur. Metamorfosis tidak sempurna. Mulut untuk menggigit. Dalam satu sarang hanya ada satu imago betina, yang menjadi besar sekali dan bertelur terus menerus. Ada satu atau dua imago pejantan, yang berukuran jauh lebih kecil daripada betina. Kebanyakan larva tidak pernah menjadi imago tetapi kalau sudah “dewasa” mendapat fungsi sebagai pekerja (mencari makanan, memperbaiki sarang) atau prajurit (melindungi teman dan sarang). Pekerja dan prajurit tidak kawin dan tidak bertelur. Sebagian dari larva dibesarkan secara lain sehingga menjadi imago, bersayap (laron). Laron tersebut dapat membentuk suatu sarang yang baru. Rayap makan kayu, terutama kayu yang sudah mati, tetapi juga stek yang baru ditanam atau tanaman yang kurang sehat. Rayap senang bekerja dalam kegelapan dan menutup tanaman yang diserang dengan lapisan tanah. Diatas 1.600 m tidak ada rayap lagi, karena terlalu dingin.

8. Ordo Hymenoptera (semut; juga masuk dalam ordo ini : lebah dan tabuhan)

Semut (Formicidae) adalah serangga yang hidup berkelompok dengan pembagian kerja yang teratur. Metamorfosis yang sempurna. Mulut untuk menggigit. Ada ± 4.600 jenis semut. Semut mempunyai tanda khas dari semua Hymenoptera, yaitu “pinggang” yang sempit antara segmen 1 dan 2 dari abdomen. Imago betina dan imago pejantan semut kawin biasanya waktu terbang. Sesudah itu pejantan cepat mati, sedangkan yang betina, mulai membentuk sarang yang baru. Sebagian besar dari larva tidak menjadi imago, tetapi pekerja; kadang – kadang diantara pekerja ada yang bertugas sebagai prajurit. Makanan semut adalah binatang (mati atau hidup), tetapi juga ada banyak yang makan biji, stek atau bagian dari tanaman. Ada semut yang senang dengan embun madu dari kutu daun dan ikut menyebarkan hama kutu daun. Dalam ordo Hymenoptera ini juga ada beberapa famili tabuhan kecil yang hidup sebagai parasit pada serangga yang lain. Sebagai musuh alami tabuhan tersebut sangat membantu mengendalikan beberapa hama. Tabuhan parasit tersebut bertelur dalam atau dekat dengan telur, larva atau imago dari serangga inang dan seluruh (atau sebagian dari) siklus parasit terjadi dalam tubuh serangga inang, yang biasanya tidak langsung mati. Biasanya ukuran tabuhan parasit kecil adalah 1 – 2 mm, tetapi juga ada yang sampai 2 cm. Beberapa famili yang penting adalah Ichneumonidae, Chalcididae, dan Trichogrammatidae (parasit telur). Lebah juga termasuk ordo ini, tetapi hampir semua jenis lebah tidak merupakan hama; malahan membantu dalam proses penyerbukan.

9. Ordo Acarina (tungau, mite)

Acarina termasuk phylum Arthropoda, tetapi tidak termasuk golongan Insecta. Tungau termasuk kelas Arachnida (labah – labahan). Acarina adalah binatang kecil (1 mm ke bawah), tidak ada segmen, mulut ada yang untuk menghisap, ada yang untuk menggigit, tetapi biasanya hanya makan air tanaman. Instar pertama mempunyai kaki 6, instra kedua dan seterusnya mempunyai kaki 8 (kecuali Eriophydae). Acarina memperbanyak diri dengan cepat. Banyak tungau hidup dalam tanaman yang sudah mati dan busuk. Diantara tungau yang hidup pada tanaman sebagai parasit dan hama yang berikut adalah yang paling penting : Tetranychidae : tungau yang kuning atau merah, yang hidup dibalik daun dan membentuk benang yang halus seperti sarang labah-labah; akibat serangan tungau adalah : daun menjadi coklat dan kering, keriting, daun gugur, pertumbuhan terganggu.

Eriophyidae : tungau yang menyebabkan puru pada tanaman dan salah bentuk yang lain; jumlah kaki sebagai larva dan imago selalu 4; ukuran tidak lebih besar daripada 0,2 mm. Juga ada tungau yang makan jenis tungau yang lain atau serangga kecil. Dengan demikian membantu mengendalikan hama tanaman.

0 komentar: