LANGKAH-LANGKAH PENUMBUHAN DAN PENGUATAN ORGANISASI PETANI
1. Pembentukan kelompok-kelompok petani/organisasi basis
Dalam pembentukan kelompok, yang perlu diperhatikan adalah pendekatan kepada tokoh masyarakat. Karena bagaimana peran tokoh di pedesaan masih sangat dominan.
Dalam satu komunitas desa diharapkan akan terbentuk beberapa kelompok. Dan kelompok-kelompok ini bersatu dalam sebuah wadah yang disebut OTL (Organisasi Tani Lokal). Sedang nama dari organisasi ini beragam. Satu OTL dengan OTL yang lain berbeda.
Ada OTL yang keanggotaannya kelompok, tetapi ada pula OTL yang keanggotaannya individu.
2. Pembentukan Serikat Petani
Biaya produksi pertanian tinggi, pendapatan rendah, birokrasi tidak memihak kepada petani, teknologi pertanian kurang, kemampuan pengamatan pasar lemah, kemampuan negosiasi lemah, petani suka barang instan, kepemilikan lahan petani sempit, belum ada pengetahuan untuk berorganisasi, kerja perempuan kurang mendapat penghargaan, peran perempuan dalam aktifitas organisasi sangat kecil, biaya organisasi belum ada, permodalan petani lemah.
Permasalahan-permasalahan tersebut rupanya tidak semuanya dapat diselesaikan sendiri/kelompok. Tetapi harus ada persatuan yang kuat diantara petani dan kelompok-kelompok tani.
Berdasarkan kemauan bersama, maka kelompok-kelompok petani dikumpulkan dengan tujuan untuk bersatu dalam sebuah organisasi. Maka terbentuklah sebuah forum petani kabupaten. Dalam perjalanannya ternyata forum adalah organisasi yang belum kuat untuk perjuangan petani. Akhirnya disepakati pembentukan serikat petani kabupaten.
Disamping itu harus dimotivasi pentingnya jaringan dengan pihak lain. Baik jaringan antar organisasi tani, jaringan dengan organisasi sektor lain maupun dengan lembaga-lembaga lain.
a. Usaha meningkatkan pemahaman petani terhadap realitas struktural, meliputi:
¨ perubahan sosial yang terjadi
¨ ada tidaknya keadilan
¨ ada tidaknya tekanan struktural
¨ ada tidaknya ketergantungan petani
¨ ada tidaknya jaminan keamanan
b. Usaha meningkatkan pemahaman tentang posisi organisasinya, meliputi:
¨ siapa penghambat dan siapa pendukungnya
¨ apa kelemahan dan kekuatan dirinya
¨ apa yang menjadi ancaman dan hambatan
¨ bisa membedakan antara slogan dan kenyataan
¨ bisa membedakan antara komitmen dan domestifikasi
d. Kesadaran pentingnya jaringan dan kebersamaan
2.2. Penguatan organisasi petani:
a. Tumbuhnya organisasi-organisasi petani yang kuat, yakni organisasi yang:
¨ Memiliki struktur kepengurusan sesuai kebutuhan
¨ Memiliki aturan-aturan organisasi/AD-ART
¨ iuran anggota
¨ mekanisme organisasi
¨ mandiri
¨ program kerja yang jelas
¨ menejemen yang sehat
¨ tanggap terhadap perkembangan sikon lingkungan
2.3. Penguatan perekonomian:
Oleh karena itu pendampingan perekonomian tidak boleh dikesampingkan sama sekali. Baik kebutuhan ekonomi keluarga petani maupun ekonomi organisasi. Karena bagaimanapun ekonomi merupakan kebutuhan dominan dalam perputaran roda organisasi. Disamping itu untuk usaha menghilangkan ketergantungan petani/organisasi kepada pihak lain. Sehingga diharapkan akan terwujud kemandirian organisasi dalam arti kemandirian yang buka steril.
Untuk usaha ini, maka sangat perlu kampanye pertanian berkelanjutan yang merupakan bagian daripada reforma agraria.
3. Fasilitasi
4. Mediasi
5. Advokasi
Bersama-sama pengurus/kader organisasi melakukan advokasi untuk petani. Baik advokasi kasus maupun advokasi kebijakan struktural.


0 komentar:
Poskan Komentar