Minggu, 05 Oktober 2008

Pertanian Organik Vs Globalisasi








PERTANIAN ORGANIK:

Reaksi Positif Terhadap Dampak Negatif Globalisasi


Pengertian Dasar

Pandangan dasar: mengembangkan prinsip-prinsip mencintai tanah, memberi makanan kepada tanah yang selanjutnya tanah memberikan makanan kepada tanaman.

Tidak memberikan makanan secara langsung kepada tanaman.

Strateginya: memindahka hara secepatnya dari sisa tanaman, kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah.

Dasar Pertanian Organik

Menurut Rm. Agatho, penggerak pertanian organik di Cisarua Bogor: dasar mengembangkan pertanian organis ini adalah KESEDIAAN MAU BERBAGI.

Sikap ini menjadi dasar pelayanan. Mau melayani. Kita bisa belajar dari alam untuk pelayanan ini. Semakin disadari bahwa apa yang dilakukannya adalah pelayanan.

Lawan dari organis adalah EGOIS. Semuanya untuk diri sendiri.

Allah menciptakan alam semesta dan manusia bukan untuk egoisme manusia, tetapi untuk pelayanan.

Kalau orang dapat melayani tanah, maka tanah juga akan memberikan sesuatu.

Unsur-unsur Pertanian Organik

Mantap secara ekologis

Bisa berlanjut secara ekonomis

Adil

Manusiawi

Luwes

Peka budaya

Berdasarkan ilmu pengetahuan holistik

Butir-butir Pengalaman Bertani Organik

Segala barang yang bisa busuk itu merupakan pupuk kompos.

Pembusukan bisa dilakukan lewat direndam air.

Penanaman sayur mayur dengan cara campur sari. Tidak satu jenis tanaman, tetapi berbagai jenis tanaman. Maksudnya, supaya kalau yang satu gagal, masih ada yang lain. Alamlah yang memberikah pertumbuhan. Saling membantu.

Pengembangan bibit lokal.

Pengobatan diambilkan dari alam.

Tanah perlu diberi waktu untuk istirahat. Tidak terus menerus ditanami atau dieksploitasi.

Perlunya penanaman untuk ketahanan pangan.

Pengolahan tanah dengan menggunakan pupuk kompos.

Mengolah tanah sedemikian rupa sehingga setiap hari bisa dihasilkan sayuran yang siap untuk dijual.

Keuntungan Pertanian Organik

Kualitas hasil tani – sehat dan aman

Mengembangkan kreativitas – inovatif

Bibit/benih local dipakai

Menghemat biaya produksi

Harga tinggi

Ramah lingkungan

Pupuk Organik

Ciri umum: kandungan hara rendah, ketersediaan unsure hara lambat, dan menyediakan unsure hara dalam jumlah terbatas

Pengaruh pupuk organi: mempengaruhi sifat fisik tanah, mempengaruhi sifat kimia tanah, mempengaruhi sifat biologi tanah, mempengaruhi kondisi sosial (daur ulang,limbah perkotaan, dll),

Kelemahan: butuh jumlah yang banyak, bersifat ruah, dan timbulkan

Pengendalian hama

Tidak membasmi musuh alami

Preventif, melindungi

Kesehatan tanaman diusahakan

Tidak tergantung pada bahan kimia pertanian

Perencanaan dan pencegahan

Kondisi lahan harus bagus dan baik

Belajar memahami hama yang ada

Menggunakan teknik yang sederhana

Menggunakan bahan beracun hanya dalam keadaan terpaksa

Penyemprotan yang terserang saja

Jangan berharap masalah dapat teratasi dengan tuntas

Buang tanaman yang lemah atau tumbuhnya kurang baik

Beberapa contoh pupuk alami dan pestisida alami

  • Air kencing lembu ditampung dan dibiarkan selama 2 minggu, kemudian dilarutkan dalam air dengan perbandingan air kencing dan air 1:6 kemudian disemprotkan. Bisa dicampur dengan segala empon-empon: dipakai untuk pestisida alami dan pupuk alami.
  • Batang pisang diiris tipis-tipis 1 kg + tetes tebu 1 kg (gula pasir/gula jawa yang diencerkan: 1 ons diencerkan dengan air 1 liter). Cara membuat: batang pisang dicelupkan pada tetes dan ditata dalam ember dan kaleng dan semua tertata dan dibasahi dengan tetes. Sisa tetes untuk disiramkan semua dan ditutup sampai 2 minggu. Batang jadi busuk. Disaring. Aplikasi: cairan 1 sendok makan dan air 1 liter. Disemprotkan pada tanaman. (EM cair dengan unsur P tinggi).
  • Serabut kelapa yang masih basah atau cengkir-cengkir jatuh: dibuat agak kecil-kecil dan dimasukkan dalam bak atau drum (setengah drum). Diisi air dengan penuh Drim ditutup rapat. Selama dua minggu. Dibuka. Air jadi kecoklatan. Unsur K tinggi. Aplikasi; 1 dan 1. Disemprotkan atau disiramkan. Akar lebih kuat dan buah makin manis
  • Gergajian pohon kelapa menjadi unsur K. Ampas parutan kelapa disebar. Ada unsur K.
  • Bahan cuka kayu supaya tahan lama ditetesi alcohol. Untuk menutup diatas sehingga bakteri pengurai tidak mati.
  • Hormon perangsang buah: bahan EM sari buah 1 liter, tiga butir telur ayam kampurng kuningnya dan dicampur. (susu segar 1 liter). Aplikasi: satu sendok makan dan 10 liter air. Disemprokan ke tanaman dan buah-buahnya. Buncis tidak ada seratnya.
  • Bahan sari buah apa saja yang kandungan airnya banyak 1 liter. Tetes tebu 1 liter. Dicampur. Diamkan 1 hari. Buktinya ada gasnya. Ada bau alcohol. Fermentasi. Aplikasi: satu sendok makan dengan 1 liter air. Untuk cair tanaman. (Unsur N tinggi.).
  • Kulit batang semboja: 1kg, sirih 1 kg, daun dilem (nila) 1 genggam, air 3 liter. Caranya:semua bahan ditumbuk/dihaluskan dan direndam minimal 5 hari. Gunanya: mengendalikan segala serangga organisme pengganggu tanaman. Aplikasinya: 1 gelas dicampur dengan air 10-15 liter. Dan disemprotkan pada tanaman atau persemaian.
  • Hama belalang dapat diusir dengan menyemprotkan larutan cabe merah ke tanaman yang hendak dilindungi.
  • Juga di Jepang diketemukan cara untuk mengusir tikus rawa agar tidak menyantap panen, yaitu dengan menaburkan tahi singa di sekeliling perkebunan. Mencium bau tahi singa ini semua tikus rawa belum apa-apa sudah lari tunggang-langgang, tidak jadi mengganyang tanaman.

0 komentar: