PANDEGLANG DALAM ANGKA
2007
Dalam upaya mencapai keberhasilan program pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan pembangunan di wilayah Kabupaten Pandeglang, maka diperlukan adanya gerak pembangunan baik sektoral maupun regional sebagai suatu kesatuan yang integral, serasi, terpadu serta berdaya guna dan berhasil guna bagi semua lapisan masyarakat pada setiap wilayah. Integrasi dan keserasian pembangunan tersebut dapat ditempuh melalui pemberian perhatian yang khusus dan lebih besar kepada daerah-daerah yang kurang berkembang dan relatif terbelakang. Penigkatan pertumbuhan pembangunan juga dapat ditempuh melalui peningkatan daya guna dan hasil guna sektoral sesuai dengan potensi dan prioritas daerah, optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana sosial ekonomi serta koordinasi perwilayahan dan kerjasama pembangunan antar wilayah (Inter region).
IV.2.1 Letak Geografis dan Luas Wilayah
Secara geografis wilayah Kabupaten Pandeglang terletak antara 6021/-7010/ Lintang Selatan (LS) dan 105015/-108011/ Bujur Timur (BT) dan luas wilayah seluruhnya mencapai 274.689,91 Ha (2.746,891 Km2). Kabupaten Pandeglang terletak di ujung Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Selat Sunda. Kabupaten Pandeglang termasuk dalam wilayah pembantu Gubernur Wilayah I Banten dan secara administrasi terdiri atas 4 wilayah kerja pembantu Bupati, 26 Kecamatan,13 Kelurahan, 322 Desa, 1.476 kampung/dusun dengan batas-batasnya sebagai berikut :
- Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Serang.
- Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lebak.
- Sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia.
- Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda.
Dari segi geomorfologi, wilayah Kabupaten Pandeglang masuk dalam zona Bogor yang merupakan jalur perbukitan.
Topografi daerah Kabupaten Pandeglang sebagian besar merupakan dataran rendah dengan variasi ketinggian antara 0 - 1.778 m di atas permukaan laut (dpl). Di bagian tengah dan selatan yang merupakan wilayah terbesar (85,07 persen) mempunyai topografi datar sampai dengan bergunung-gunung, dengan ketinggian sedang yang meliputi daerah Gunung Payung (480 m), Gunung Honje (623 m), Gunung Tilu (582 m) dan Gunung Raksa (320 m) di wilayah Kecamatan Cimanggu, Sumur, Cibaliung, Cikeusik, Cigeulis, Panimbang, Munjul, Bojong dan Pagelaran.
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Tingkat Kepadatan Penduduk Kabupaten Pandeglang
| | Kecamatan | Luas Wilayah (Km2) | Jumlah Desa | Jumlah Penduduk (Jiwa) | Kepadatan Jiwa/Km2 |
| 1 | Sumur | 258.540 | 7 | 18.615 | 72 |
| 2 | Cimanggu | 259.730 | 12 | 31.569 | 121 |
| 3 | Cibaliung | 402.600 | 19 | 42.664 | 105 |
| 4 | Cikeusik | 322.760 | 14 | 45.459 | 140 |
| 5 | Cigeulis | 199.650 | 10 | 35.245 | 177 |
| 6 | Panimbang | 248.280 | 12 | 73.162 | 294 |
| 7 | Munjul | 132.680 | 27 | 39.208 | 295 |
| 8 | Angsana | 81.400 | 10 | 27.582 | 339 |
| 9 | Picung | 42.890 | 8 | 30.946 | 721 |
| 10 | Bojong | 85.770 | 8 | 30.600 | 356 |
| 11 | Saketi | 52.620 | 19 | 63.737 | 644 |
| 12 | Pagelaran | 67.890 | 33 | 90.462 | 601 |
| 13 | | 45.130 | 18 | 72.046 | 1.596 |
| 14 | Jiput | 85.021 | 21 | 47.805 | 562 |
| 15 | Menes | 46.860 | 18 | 54.901 | 1.171 |
| 16 | Mandalawangi | 50.410 | 15 | 40.131 | 796 |
| 17 | Cimanuk | 40.060 | 25 | 44.369 | 1.107 |
| 18 | Cipeucang | 21.160 | 10 | 25.396 | 1.200 |
| 19 | Banjar | 45.420 | 16 | 36.151 | 795 |
| 20 | Kaduhejo | 29.750 | 9 | 27.506 | 924 |
| 21 | Pandeglang | 36.430 | 10 | 72.492 | 1.990 |
| 22 | Cadasari | 63.130 | 27 | 70.752 | 1.120 |
| 23 | Cisata | 46.320 | 13 | 31.036 | 670 |
| 24 | Patia | 82.390 | 19 | 56.404 | 685 |
| 25 | Cikedal * | | 10 | | |
| 26 | Karangtanjung* | | 14 | | |
| | Jumlah | 2.746.891 | 335 | 1.028.593 | 374 |
Sumber : Pandeglang Dalam angka 2003
Keterangan : * = belum ada data
a. Dataran tinggi seperti daerah pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian kurang lebih 400 m dpl. Meliputi wilayah Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Banjar, Mandalawangi, Menes, Jiput, Saketi, Bojong, Munjul, dan Cibaliung.
b. Dataran rendah (bukan pantai) ketinggian rata-rata 30 dpl. Meliputi wilayah Kecamatan Banjar, Cimanuk, Menes, Pagelaran, Labuan, Cimanggis dan Cikeusik.
c. Dataran rendah (pantai) ketinggian rata-rata 3 m dpl. Yang membentang dari wilayah barat sampai selatan meliputi wilayah Kecamatan Labuan, Cimanggu, Cibaliung, dan Cikeusik.
Secara geologis kandungan batuan di wilayah Kabupaten Pandeglang dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis yaitu :
- Alluvium,terdapat di dataran tinggi, daerah pegunungan pinggiran pantai.
- Undifierentiated (bahan erupsi gunung berapi) di wilayah bagian utara yang meliputi Kecamatan Labuan, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Menes, Banjar, Pandeglang, dan Cadasari.
- Diocena,banyak terdapat di wilayah bagian barat yang meliputi Kecamatan Cimanggu dan Cigeulis.
- Pliocena Sedimen,banyak terdapat di bagian selatan dan tersebar di wilayah Kecamatan Bojong, Munjul, Cikeusik, Cibaliung, dan Cimanggu.
- Micene Lemistone terdapat di sekitar Kecamatan Cimanggu bagian utara.
- Mineral Deposit mengandung belerang dengan sumber air panas terdapat di Kecamatan Banjar, Mineral Kapur/karang darat dan laut terdapat di wilayah Kecamatan Labuan, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik, dan Cadasari. Sedangkan serat batu gift banyak terdapat di Kecamatan Cigeulis. Disamping itu wilayah Kabupaten Pandeglang secara geologis juga banyak mengandung beberapa jenis mineral lain namun volumenya sangat kecil.
Berdasarkan klasifikasinya, iklim wilayah Kabupaten pandeglang termasuk type A (0,3-14,3 %) dan type B (4,3-33,3 %). Curah hujan rata-rata sebesar 3.814 mm/th. Sedangkan hari hujan sebesar 101 hari/th. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Nopember sampai dengan Maret, dengan curah hujan rata-rata 471 mm/bl. Sedangkan musim kemarau terjadi pada periode berikutnya yaitu April s/d Oktober.
Wilayah Kabupaten Pandeglang mempunyai sumber daya air cukup banyak, begitu juga aliran sungai baik yang bermuara di Samudera Indonesia maupun Selat Sunda. Seperti daerah lain, kondisi hidrologi di wilayah Kabupaten Pandeglang dibedakan menjadi 2 bagian yaitu air permukaan dan air tanah. Sedang air permukaan terdiri dari sungai dan danau. Jumlah sungai yang mengalir di wilayah ini cukup banyak yaitu 35 buah dengan panjang seluruhnya mencapai 835 Km dan luas daerah aliran sungai (DAS) 1.421,9 Km atau sekitar 46 % dari luas Kabupaten Pandeglang. Secara umum kondisi air tanah di wilayah ini relatif masih baik karena sebagian besar pemanfaatannya baru terbatas untuk keperluan rumah tangga.
Seperti daerah lain di Indonesia, penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Pandeglang sebagian besar dimanfaatkan untuk pertanian lahan basah (persawahan) maupun lahan kering (perladangan). Pertanian lahan basah di pandeglang seluas 52.596 ha atau 19,1 % dan lahan kering mencapai 222.094 ha atau 80,9 %. Konsentrasi pertanian lahan kering sebagian besar terdapat di wilayah Kecamatan Sumur dengan luas 45.887 ha dan sisanya tersebar di beberapa kecamatan. Selain untuk pertanian tanaman pangan, lahan kering di wilayah Kabupaten Pandeglang juga potensial untuk pengembangan berbagai tanaman palawija dan holtikutura (sayuran dan buah-buahan). Hal ini disebabkan kondisi geografis daerahnya sangat menunjang yaitu mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, maka dapatlah dimaklumi apabila hampir semua jenis tanaman dapat dibudidayakan di wilayah ini.
Luas Lahan Kering dan Penggunaannya Di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| | JENIS | LUAS (Ha) |
| 1 | Ladang dan Huma | 26.272 |
| 2 | Tegal dan Kebun | 43.208 |
| 3 | Kolam dan Empang | 574 |
| 4 | Kolam Tambak | 172 |
| 5 | Penggembalaan/Padang rumput | 2.878 |
| 6 | Perkebunan Besar | 17.176 |
| 7 | Hutan Rakyat | 14.389 |
| 8 | Bangunan dan Halaman | 10.441 |
| 9 | Tidak diusahakan | 8.104 |
| 10 | Hutan Negara | 88.097 |
| 11 | Rawa yang tidak ditanami | 105 |
| 12 | Lain-lain | 10.678 |
| | JUMLAH | 222.094 |
Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Pandeglang tahun 2003
Sedang lahan basah (sawah) yang hanya 19,1 % umumnya telah dimanfaatkan secara optimal walaupun sebagian besar belum berpengairan teknis. Untuk mengetahui jenis pengairan lahan basah di Kabupaten Pandeglang dapat dilihat dalam tabel berikut :
Jenis dan Luas Pengairan Lahan basah Di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| No | JENIS | LUAS (Ha) |
| 1 | Pengairan Teknis | 7.197 |
| 2 | Pengairan ½ Teknis | 6.927 |
| 3 | Pengairan sederhana P.U. | 4.263 |
| 4 | Irigasi Desa non P.U. | 10.423 |
| 5 | Tadah hujan | 23.786 |
| 6 | Pasang surut | 0 |
| 7 | Tidak diusahakan untuk pertanian | 0 |
| | JUMLAH | 52.596 |
Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Pandeglang Tahun 2003
IV.2.7.1 Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang berdasarkan data BPS tahun 2000 berjumlah 1.010.741 orang, yang terdiri dari 515.534 laki-laki dan 492.207 perempuan. Pada tahun 2001 jumlah penduduk meningkat menjadi 1.020.798 orang dengan komposisi penduduk laki-laki berjumlah 518.641 orang dan perempuan sebanyak 502.157 orang. Penduduk Kabupaten Pandeglang menurut jenis kelaminnya, menunjukkan bahwa penduduk laki-laki masih lebih besar dibanding penduduk perempuan.
Menurut BPS, laju pertumbuhan penduduk di wilayah Kabupaten Pandeglang cenderung menurun dalam waktu 30 tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat pada periode 1971-1980 sebesar 2,15 %, periode 1980-1990 sebesar 2,14 %, 1990-2000 sebesar 1,56 %. Sementara itu laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2000-2001 adalah sebesar 0,98 %.
Tabel IV.4
Penduduk Kabupaten Pandeglang Menurut Jenis Kelamin Dan Kecamatan Tahun 2001
| No | Kecamatan | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| 1 | Sumur | 9.414 | 9.201 | 18.615 |
| 2 | Cimanggu | 15.894 | 15.675 | 31.569 |
| 3 | Cibaliung | 21.676 | 20.988 | 42.664 |
| 4 | Cikeusik | 23.095 | 22.364 | 45.459 |
| 5 | Cigeulis | 18.092 | 17.153 | 35.245 |
| 6 | Panimbang | 36.938 | 36.224 | 73.162 |
| 7 | Munjul | 19.898 | 19.310 | 39.208 |
| 8 | Angsana | 14.095 | 13.487 | 27.582 |
| 9 | Picung | 15.739 | 15.207 | 30.946 |
| 10 | Bojong | 15.721 | 14.879 | 30.600 |
| 11 | Saketi | 32.234 | 31.503 | 63.737 |
| 12 | Pagelaran | 45.955 | 44.507 | 90.462 |
| 13 | | 36.560 | 35.486 | 72.046 |
| 14 | Jiput | 24.013 | 23.792 | 47.805 |
| 15 | Menes | 27.983 | 26.918 | 54.901 |
| 16 | Mandalawangi | 20.503 | 19.628 | 40.131 |
| 17 | Cimanuk | 22.267 | 22.102 | 44.369 |
| 18 | Cipeucang | 12.830 | 12.566 | 25.396 |
| 19 | Banjar | 18.156 | 17.995 | 36.151 |
| 20 | Kaduhejo | 13.681 | 13.825 | 27.506 |
| 21 | Pandeglang | 37.341 | 35.151 | 72.492 |
| 22 | Cadasari | 36.556 | 34.196 | 70.752 |
| 23 | Cisata | 16.352 | 14.684 | 31.036 |
| 24 | Patia | 29.695 | 26.709 | 56.404 |
| 25 | Cikedal * | | | |
| 26 | Karangtanjung * | | | |
| | JUMLAH | 518.641 | 502.157 | 1.020.798 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
Persebaran penduduk Kabupaten Pandeglang relatif tidak merata, kecamatan dengan penduduk terjarang adalah Kecamatan Sumur dengan rata-rata sebanyak 72,00 0rang per kilometer persegi. Sementara itu kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat adalah Kecamatan Pandeglang yaitu sebanyak 1.990,05 orang per kilometer persegi. Sedangkan menurut kelompok umur, penduduk Kabupaten Pandeglang yang berumur 5-9 tahun merupakan jumlah yang paling besar, diikuti kelompok umur 10-14 tahun dan kelompok umur 0-4 tahun.
Penduduk Kabupaten Pandeglang Menurut Jenis Kelamin Dan Kelompok Umur Tahun 2001
| No | Kelompok Umur | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| 1 | 0-4 | 61.987 | 56.402 | 118.389 |
| 2 | 5-9 | 75.376 | 65.703 | 141.079 |
| 3 | 10-14 | 68.945 | 60.947 | 129.892 |
| 4 | 15-19 | 54.497 | 52.524 | 107.021 |
| 5 | 20-24 | 32.992 | 36.894 | 69.886 |
| 6 | 25-29 | 39.211 | 74.978 | 87.189 |
| 7 | 30-34 | 35.627 | 34.237 | 69.864 |
| 8 | 35-39 | 32.996 | 39.002 | 71.998 |
| 9 | 40-44 | 29.835 | 24.488 | 54.323 |
| 10 | 45-49 | 22.138 | 16.175 | 38.313 |
| 11 | 50-54 | 16.550 | 29.361 | 45.911 |
| 12 | 55-59 | 17.181 | 13.521 | 30.702 |
| 13 | 60-64 | 12.334 | 11.527 | 23.861 |
| 14 | 65-69 | 9.171 | 6.431 | 15.602 |
| 15 | 70-74 | 5.336 | 3.663 | 8.999 |
| 16 | 75 + | 4.465 | 3.304 | 7.769 |
| | Jumlah | 518.641 | 502.157 | 1.020.798 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
IV.2.7.2. Tenaga Kerja
Dari jumlah penduduk sebanyak 1.020.798 orang (tahun 2001), sebanyak 761.330 orang atau 74,58 % diantaranya merupakan Penduduk Usia Kerja (PUK), bahkan 427.148 orang diantaranya merupakan angkatan kerja dan 334.182 orang penduduk bukan angkatan kerja. Sebagian besar (55,33 %) penduduk Kabupaten Pandeglang memiliki pekerjaan utama di sektor pertanian, jumlah ini menurun > 3 % dibandingkan tahun sebelumnya (tahun 2000) yang mencapai 57,82 %. Sektor lainnya pertambangan, industri pengolahan, bangunan, angkutan dan komunikasi, bank/jasa keuangan, dan jasa lainnya masing-masing <>
Prosentase Penduduk 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kelgiatan Utama di Kabupaten Pandeglang Tahun 2001
| NO | Kegiatan Utama | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
| I | Angkatan Kerja | 263.524 | 163.624 | 427.148 |
| | 1.1 Bekerja | 234.755 | 151.360 | 386.115 |
| | 1.2 Mencari Kerja | 28.769 | 12.264 | 41.033 |
| II | Bukan Angkatan Kerja | 117.754 | 216.428 | 334.182 |
| | 2.1 Sekolah | 65.584 | 60.278 | 125.862 |
| | 2.2 Mengurus RT | 7.154 | 115.967 | 123.121 |
| | 2.3 Lainnya | 45.016 | 40.183 | 85.199 |
| III | Penduduk Usia Kerja | 381.278 | 380.052 | 761.330 |
| | % Penduduk Bekerja Terhadap Angkatan Kerja | 89,08 | 92,50 | 90,39 |
| | % Angkatan Kerja Terhadap Usia Kerja | 69,12 | 43,05 | 56,11 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2002
Prosentase Penduduk 10 Tahun Ke atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
di Kabupaten Pandeglang Tahun 2000 dan Tahun 2002
| No | Lapangan Pekerjaan Utama | 2000 (%) | 2001 (%) |
| 1 | Pertanian | 57,82 | 55,33 |
| 2 | Pertambangan | 0,41 | 0,62 |
| 3 | Industri Pengolahan | 5,14 | 6,67 |
| 4 | Listrik,Gas dan Air Minum | 0,23 | 0,20 |
| 5 | Bangunan/Konstruksi | 2,85 | 4,21 |
| 6 | Perdagangan,Hotel & Restoran | 17,47 | 18,56 |
| 7 | Angkutan dan Komunikasi | 6,52 | 5,41 |
| 8 | Bank & Lembaga Keuangan | 0,15 | 0,26 |
| 9 | Jasa-jasa | 9,41 | 8,74 |
| | Jumlah | 100 % | 100 % |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
Keberhasilan pembangunan di suatu daerah tidak harus dilihat dalam bentuk pembangunan fisik semata, melainkan juga harus dilihat secara keseluruhan termasuk dari aspek sosial budaya seperti aspek fisik dan mental. Dari aspek mental meliputi pembangunan sarana dan prasarana, sementara dari aspek mental meliputi kondisi mental penduduk.
Salah satu upaya untuk mencapai pemerataan yang mencakup usaha dalam rangka pembangunan bidang sosial budaya, Pemda Kabupaten Pandeglang telah mengupayakan berbagai usaha, meliputi : bidang pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana, agama, dan kehidupan sosial lainnya.
Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan adalah menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Menurut data Kantor Departeman Pendidikan Nasional Kabupaten Pandeglang tahun 2002, fasilitas pendidikan tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel IV.8
Jumlah Sekolah, Guru, Murid, dan Rasio Murid-Guru SD-SMU di Kabupaten Pandeglang
| No | Jenis Sekolah | Jumlah Negeri | Jumlah Swasta | Jumlah Guru | Jumlah Murid | Rasio Murid-Guru |
| 1 | SD | 893 | 1 | 4.179 | 166.712 | 39,89 |
| 2 | SLTP | 51 | 9 | 683 | 26.428 | 38,69 |
| 3 | SMU | 10 | 5 | 209 | 7.224 | 34,56 |
| 4 | SMK | 2 | 7 | 228 | 3.511 | 15,40 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
Pembangunan bidang kesehatan, umumnya bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata, dan biaya yang terjangkau. Oleh karena itu diharapkan instansi terkait dapat menambah sarana dan prasarana kesehatan masyarakat serta kualitas pelayanannya. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan tadi dapat dilihat dari kenaikan jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Pada tahun 2001 jumlah puskesmas bertambah menjadi 26 unit dari 20 unit tahun sebelumnya, demikan juga Puskesmas Pembantu naik menjadi 64 unit dari 63 unit tahun sebelumnya.
Jumlah Puiskesmas dan Klinik Keluarga Berencana (KB) Di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2001 dan 2002
| No | Jenis | Tahun 2001 | Tahun 2002 |
| 1 | Puskesmas Umum | 20 | 26 |
| 2 | Puskesmas Pembantu | 63 | 64 |
| 3 | Klinik Keluarga Berencana | 78 | 82 |
| 4 | Posyandu | 1.239 | 1.357 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
Kehidupan beragama di daerah Kabupaten Pandeglang sangat baik yang pengembangannya diarahkan untuk peningkatan akhlak dengan tetap mempertahankan kerukunan umat beragama. Berdasarkan data dari Departemen Agama Kabupaten Pandeglang tahun 2001, sebagian besar atau 963.116 orang (94,35 %) penduduk Kabupaten Pandeglang menganut Agama Islam, sisanya beragama Kristen Protestan 125 orang, Katholik 252 orang, Budha 193 orang , dan 30 orang penganut Hindu. Walaupun penganut Agama Islam mayoritas (94,35 %), namun para penganut agama yang lain dapat hidup berdampingan secara baik dengan dapat melaksanakan syariat ibadah agamanya masing-masing.
Secara umum, masyarakat asli Pandeglang adalah Sunda. Sehingga kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh adat dan kebudayaan Sunda. Namun demikian, ada kelompok-kelompok kesenian di Kabupaten Pandeglang yang tidak 100 persen berorientasi pada kebudayaan Sunda. Menurut sumber dari Departemen Pendidikan Nasional Kabupaten Pandeglang, banyaknya Kelompok Kesenian pada tahun 2001 adalah : Seni Tari 15 kelompok, Orkes Melayu 5 kelompok, Band 9 kelompok, Gambus 1 kelompok, Qasidah 28 kelompok, Wayang sebanyak 1 kelompok.
IV.2.9.1. Potensi Daerah
Dalam posisi sebagai daerah pantai, Kabupaten Pandeglang mempunyai potensi perikanan yang luas, yang meliputi perairan laut 36.406 ton per tahun, perairan umum 2.600 ton per tahun, serta budidaya tambak yang dikembangkan seluas 13.000 hektar dengan potensi produksi 333 ton per tahun.
a. Belerang dan sumber air panas di Kecamatan Banjar.
b. Kapur/karang dan laut di Kecamatan Labuan, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung,Cikeusik, Cadasari.
c. Serat batu gift, terdapat di Kecamatan Cigeulis.
IV.2.9.2. Pertanian Tanaman Pangan
Jenis tanaman pangan yang ada di Kabupaten Pandeglang adalah padi (padi sawah dan padi ladang) dan palawija (jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar ).
Tabel IV.10
Hasil Produksi Padi dan Palawija di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| Jenis Tanaman | Luas Tambah Tanam (Ha) | Luas Panen (Ha) | Produktifitas per/Ha (Ton/Ha) | Produksi (Ton) |
| PADI 1.Padi Sawah 2.Padi Ladang PALAWIJA 1.Jagung 2. Kedelai 3. Kacang Tanah 4. Kacang Hijau 5. Ubi Kayu 6. Ubi Jalar | 97.679 13.119 602 1.334 425 505 1.140 560 | 89.718 16.129 2.103 1.890 909 1.045 2.278 575 | 4,85 2,42 2,30 1,14 1,23 1,04 13,00 12,81 | 474.060 435.096 38.964 46.182 4.837 2.159 1.119 1.087 29.614 7.366 |
Sumber : Pandeglang Dalam angka 2003
Selain sektor pertanian tanaman pangan, wilayah Kabupaten Pandeglang juga banyak menghasilkan produksi perkebunan seperti buah-buahan dan holtikutura (sayuran).
IV.2.9.3. Sektor Perkebunan
Jenis komoditas yang dihasilkan di sektor ini adalah : karet, kelapa hybrida, kelapa sawit, kopi, teh, cengkeh, lada, kakao, kapuk, panili, aren, pandan, dan kapulaga. Komoditas yang menyumbangkan nilai tambah dengan hasil produksi yang tertinggi adalah : kelapa sawit sebesar 134.701,419 ton, kelapa dan kelapa hybrida sebesar 25.220,394 ton, karet 1.104,999 ton, kopi sebesar 1.247,945 ton, dan cengkeh sebesar 373,995 ton.
Tabel IV.11
Hasil Produksi Perkebunan Unggulan di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| No | Jenis Tanaman | Luas Areal/Ha | Produksi/ton |
| 1 2 3 4 5 | Kelapa Sawit Kelapa dan Kelapa Hybrida Karet Kopi Cengkeh | 3.119 53.524 3.189 4.256 6.615 | 134.701,419 25.220,394 1.104,999 1.247,945 373,995 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
IV.2.9.4. Sektor Peternakan
Pengembangan sektor peternakan di wilayah Kabupaten Pandeglang cukup bagus. Di samping pengembangannya diarahkan pada ternak besar seperti kerbau, sapi, kambing, dan sebagainya, ternak kecil (unggas) juga dibudidayakan dengan baik. Kegiatan peternakan itu meliputi : pembibitan, budidaya, pengembang-biakkan, penggemukan, pembesaran, pemotongan, pengulitan, petelur, dan sebagainya.
Tabel IV.12
Produksi Hasil Ternak dan Unggas di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| No | Jenis Ternak | Daging/Ton | Telor/Ton | Kulit/Lembar |
| 1 2 3 4 5 6 7 | Sapi Kerbau Kambing Domba Ayam Buras Ayam Daging Itik | 54.810 974.600 788.900 1.055.810 2.338.050 24.043 43.940 | -- -- -- -- 903,00 -- 499,00 | 237 4.430 15.778 16.893 -- -- -- |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
IV.2.9.5. Sektor Perikanan
Sektor perikanan di Kabupaten Pandeglang selain diarahkan pada usaha penangkapan (perikanan laut) juga budidaya air tawar (perikanan darat). Produksi tangkapan ikan laut yang dilelang di TPI pada tahun 2001 mencapai 2.668,347 ton yang berarti meningkat 37,84 persen dibanding tahun 2000 yang sebesar 1.935,870 ton. Sedangkan hasil budidaya ikan tawar (tambak) pada tahun 2000 sebesar 5.333,90 ton menjadi sebesar 5.302,80 ton. Mengingat Kabupaten Pandeglang mempunyai garis pantai terpanjang di Propinsi Banten yaitu 230 Km, maka sudah sewajarnyalah apabila hasil tangkapannya dapat ditingkatkan, terlebih potensi lautnya cukup melimpah diperkirakan mencapai 92.917,700 ton dan baru dimanfaatkan sebesar 29.592,300 ton.
Tabel IV.13
Produksi Ikan,Hasil Tangkapan dan Olahan di Kabupaten Pandeglang Tahun 2002
| No | Uraian | Jumlah Produksi |
| I II | Ikan Yang Diolah 1.Konsumsi segar 2.Pengasinan 3.Pindang 4.Peda 5.Lainnya Ikan Olahan 1.Pengeringan 2.Pindang 3.Peda 4.Lainnya | 29.592,30 14.598,80 11.247,50 2.419,20 996,50 330,30 9.614,30 7.593,60 1.336,30 552,30 132,10 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
IV.2.9.6. Sektor Industri
Industri merupakan sektor yang menjadi salah satu kontribusi dalam perekonomian regional Kabupaten Pandeglang. Dari 10.175 perusahaan dengan tenaga kerja 20.639 orang, terdapat 19 perusahaan industri besar/sedang dengan tenaga kerja sebanyak 1.257 orang.
Tabel IV.14
Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Sub Sektor Industri di Kabupaten Pandeglang
Tahun 2001
| No | Sub Sektor Industri | Jumlah Perusahaan | Jumlah tenaga Kerja |
| 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 | Makanan dan minuman Pakaian jadi,tekstil dan barang dari kulit Kayu dan perabot rumah tangga Kertas,percetakan dan penjilidan Kimia,minyak bumi,batu bara,karet/plastik Industri barang galian bukan logam Industri logam dasar Industri barang dari logam Industri pengolahan lainnya | 8.359 26 1.380 2 1 -- -- 384 23 -- -- | 16.385 97 2.963 4 6 -- -- 1.118 66 -- -- |
| | Jumlah | 10.175 | 20.639 |
Sumber : Pandeglang Dalam Angka 2003
Potensi pariwisata di Kabupaten Pandeglang cukup besar namun belum pemanfaatan belum optimal, terutama wisata pantai. Keindahan kawasan pantai ini dapat dikembangkan menjadi obyek wisata yang menarik para wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Di kawasan ini terdapat 6 kawasan wisata yang potensial untuk dikembangkan, antara lain : Taman Nasional Ujung Kulon dengan prioritas utama sebagai kawasan pengendalian flora dan fauna serta pengembangan wisata. Kawasan Pantai Carita, Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Kawasan Wisata Situ Kedal, Kawasan Wisata Pantai Bama, dan Kawasan Wisata Gunung Karang.
Diantara obyek-obyek wisata tersebut, hingga saat ini yang paling banyak dikunjungi para wisatawan adalah obyek wisata Pantai Carita dan Konversi Ujung Kulon. Dampak dari perkembangan sektor pariwisata ini dapat mengangkat perkembangan sektor-sektor lainnya, seperti perdagangan, hotel, restoran, industri kerajinan, angkutan, dan tenaga kerja.
Hutan mempunyai peranan sangat penting untuk menjaga stabilitas sumber daya alam. Hutan di Kabupaten Pandeglang dibagi dalam 3 kategori, yaitu hutan lindung, hutan produksi, dan taman nasional. Taman Nasional seluas 76.118 Ha, terdiri dari ujung kulon tempat badak bercula satu seluas 17.500 Ha dan Gunung Honje 19.498 Ha. Hutan lainnya terdapat di BKPH Pandeglang 13.324 Ha,BKPH Sobang 12.316 Ha dan BKPH Cikeusik seluas 15.328 Ha.
IV.2.10.1. Prasarana Jalan
Perhubungan darat merupakan salah satu sektor yang cukup besar peranannya dalam pembangunan, karena kontribusinya untuk menembus isolasi daerah. Pembangunan akan semakin meningkat kalu lalu lintas hubungan daratnya tidak mengalami hambatan, terutama dalam membawa hasil produksi dan bahan baku. Panjang jalan di Kabupaten Pandeglang pada akhir tahun 2001 sepanjang 405,06 kilometer dengan kondisi jalan sebagian besar beraspal. Rincian jaringan jalan tersebut adalah sebagai berikut : beraspal sepanjang 308,82 kilometer (76,24 %), pengerasan sepanjang 60,80 kilometer (15,01 %0 dan tanah sepanjang 35,44 kilometer (8,75 %).
Air bersih merupakan kebutuhan utama penduduk, terutama untuk minum sehari-hari. Dewasa ini, kebutuhan air bersih semakin dirasakan oleh masyarakat setempat. Meningkatnya produksi air minum dari 1.496.921 m3 pada tahun 2000 menjadi 2.637.264 m3 pada tahun 2001 atau naik sebesar 76,25 %. Sejalan dengan meningkatnya jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Pandeglang sebesar 6,62 % dari 6.479 pelanggan pada tahun 2000 menjadi 6.908 pelanggan pada tahun2001. Sedangkan masyarakat yang belum terrjangkau kebutuhan air bersihnya dari PDAM, mereka masih memanfaatkan sumber-sumber air alami (mata air,sumur) yang ada di pelosok pedesaan.
Semakin berkembangnya pembangunan daerah, berpengaruh terhadap kebutuhan akan energi listrik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pelanggan listrik selama dua tahun terakhir yang meningkat 17,22 %. Walaupun prosentase perlistrikan sudah menembus seluruh kecamatan, namun baru 96,70 % desa yang dapat menikmatinya. Dibandingkan tahun sebelumnya jumlah yang berlistrik meningkat sebesar 12,05 %. Pada tahun 2001 jumlah Kwh terjual adalah sebesar 85.326.728 Kwh dengan nilai sebesar Rp.26.056 juta.
Tabel IV.15
Hasil Kegiatan Pertusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Pandeglang Tahun 2001
| Uraian | Satuan | Jumlah/Nilai |
| 1.Ikhtiar Penjualan Tenaga Listrik a.Jumlah Pelanggan b.Jumlah KWH terjual c.Jumlah V.A. tersambung d.Nilai KWH terjual 2.Keadaan Listrik Terpasang a.Panjang Route SUTM b.Panjang Route SUTR c.Jumlah Gardu Distribusi d.Jumlah Daya Terpasang 3.Persentase Perlistrikan a.Wilayah Kecamatan b.Wilayah Kelurahan c.Wilayah Desa | Pelanggan KWH VA Rupiah Meter Meter Unit KVA % % % | 115.728 85.326.728 81.830.750 26.056.390.215 1.034.250 1.285.645 780 86.145 100,00 100,00 96,70 |
Sumber : PLN Ranting Pandeglang dan Labuan
Peranan Komunikasi, yang terdiri dari Pos dan Telekomunikasi dalam struktur perekonomian Kabupaten Pandeglang memang tidak begitu dominan, kalau dilihat jumlah Kantor Pos/Kantor Pos Pembantu hanya 9 buah, serta jumlah Kantor Telepon hanya sejumlah 14 buah saja. Namun dalam membantu menunjang pembangunan daerah peranannya bisa dikatakan relatif besar, sebab tanpa adanya kontribusi pos dan telekomunikasi, dunia usaha di daerah Kabupaten Pandeglang tidak semaju seperti sekarang.
IV.2.11. Perkembangan PDRB
Pendapatan Regional merupakan salah satu indikator untuk mengukur kemajuan perekonomian suatu wilayah. Nilai ini diperoleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dikurangi penyusutan, pajak tak langsung dan pendapatan yang dibayarkan keluar region/wilayah ditambah pendapatan yang diperoleh dari luar. Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi satu daerah dalam suatu periode tertentu dapat dilihat dari data Produk Domestiik Regional Bruto (PRDB), baik atas harga berlaku (nominal) maupun harga konstan (riil).
Sejak tahun 1994-2000,sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang memang mendominasi perekonomian yaitu 41,07 persen pada tahun 1994 dan menjadi 35,77 persen pada tahun 2000. Secara umum, trend perubahan proporsi masing-masing sektor dengan penurunan peran sektor pertanian, proses transformasi struktural terjadi dengan terlihatnya kecenderungan semakin meningkat peranan sektor perdagangan, hotel, dan restoran, yaitu dari 19,51 persen pada tahun 1994 menjadi 24,34 persen pada tahun 2000, serta industri pengolahan, yaitu dari 7,82 persen pada tahun 1994 menjadi 11,61 persen pada tahun 2000, terhadap total Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Pandeglang.
Data empiris selama periode 1994-2000 menunjukkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang didominasi oleh sub-sektor tanaman bahan makanan yaitu sebesar 29,33 persen pada tahun 1994 menjadi 21,58 persen pada tahun 2000 terhadap total produk sektor pertanian. Kecenderungan penurunan dari sub-sektor tanaman bahan makanan ini, diimbangi oleh kecenderungan peningkatan peranan dari sub-sektor tanaman perkebunan dalam kontribusinya terhadap sektor pertanian. Kecenderungan peningkatan kontribusi sub-sektor perkebunan tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang memiliki ketergantungan yang erat pada sub-sektor perkebunan. Implikasi lebih lanjut tentunya adalah perkebunan dapat dijadikan andalan oleh Kabupaten Pandeglang dan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian. Setelah sub-sektor tanaman bahan makanan dan perkebunan, peranan yang besar diikuti oleh sub-sektor perikanan, peternakan, dan terakhir adalah dari sub-sektor kehutanan.
Peranan sektor industri cukup penting, merupakan sektor tertinggi ke- 4 dalam hal sumbangsih untuk menggerakkan perekonomian Kabupaten Pandeglang. Prosentase sumbangannya terhadap PDRB Pandeglang tahun1994 adalah 7.82 persen dan pada tahun 2000 meningkat relatif besar, yaitu menjadi 11,61 persen. Peranan sektor ini relatif stabil, namun laju pertumbuhannya fluktuatif. Terjadinya fenomena pada sektor ini, di mana tingkat pertumbuhan tahun 1995 menurun menjadi 2,46 persen dan meningkat tajam menjadi 20,87 persen pada tahun 1996, setelah itu mengalami penurunan kembali sebesar 10,54 persen pada tahun 1997 dan ternyata berbalik meningkat tajam sebesar 27,61 persen pada tahun 1998 sebagai tahun awal dimulainya krisis ekonomi. Dan dalam periode krisis ekonomi selanjutnya ternyata anjlok menjadi 5,31 persen pada tahun 1999 dan terus merosot hingga -1,25 persen pada tahun 2000.
Sektor perdagangan, hotel, dan restoran adalah sektor tertinggi ke- 2 dalam sumbangannya untuk menggerakkan perekonomian Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 1994, sumbangan sektor ini adalah sebesar 19,51 persen dan meningkat sebesar 24,34 persen pada tahun 2000. Pola pergerakan sektor ini pun serupa dengan pola perubahan nilai beberapa sektor lainnya, di mana hingga tahun 1997 peranannya terus mengalami peningkatan,namun pada tahun 1998 mulai mengalami penurunan. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh krisis ekonomi yang terjadi sehingga perdagangan mengalami kelesuan.
Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan memberikan peran tertinggi ke-6 terhadap perekonomian Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 1994 sektor ini menyumbang sebesar 5,19 persen terhadap total PDRB, namun mengalami penurunan menjadi 4,72 persen pada tahun 2000. Sub-sektor sewa bangunan memiliki porsi terbesar pada sektor ini, yaitu sebesar 65,62 persen pada tahun 2000. Sub-sektor jasa perusahaan memberikan porsi terbesar ke-2, yang diikuti oleh sub-sektor lembaga keuangan nonbank dan sub-sektor bank.
Sektor jasa-jasa memberikan porsi pada PDRB Pandeglang sebesar 11,88 persen pada tahun 2000. Pada tahun 2000, sub-sektor pemerintahan umum mendominasi sektor jasa-jasa dengan sumbangannya sebesar 67,9 persen. Peranan sektor ini relatif stabil pada kisaran 8,1 persen dari total PDRB. Selain pemerintahan umum, jasa swasta memiliki peranan yang relatif kecil (32,2 persen) dibandingkan dengan jasa yang diberikan oleh pemerintah. Pada masa yang akan datang peran swasta dalam sektor jasa ini harus terus ditingkatkan agar keterlibatan dalam proses pembangunan ekonomi dapat meningkat yang pada akhirnya akan memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sektor pengangkutan dan komunikasi terus mengalami peningkatan peranannya dalam menggerakkan perekonomian walaupun dalam kisaran yang relatif kecil. Tahun 1994 sektor ini menyumbang terhadap perekonomian daerah sebesar 6,78 persen. Sub-sektor pengangkutan merupakan sub-sektor yang mendominasi nilai sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu sebesar 96,6 persen lebih dari total nilai sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu sebesar 96,6 persen lebih dari total nilai sektor ini pada tahun 1994 dan mengalami penurunan menjadi 93 persen pada tahun 2000. Tak dapat kita sangkal bahwa sub-sektor komunikasi sudah selayaknya mendapat perhatian yang lebih besar dari pemerintahan daerah, mengingat pada era seperti ini, peranan komunikasi menjadi sangat vital. Pembangunan jaringan sambungan telepon yang memadai akan memberikan efek pengganda bagi kegiatan perekonomian pada sektor lainnya. Oleh karena itu dalam pembangunan infrastruktur komunikasi ini, pantaslah kiranya untuk lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah Pandeglang.
Sektor bangunan periode 1994-2000 berperan antara 6,13 persen – 3,74 persen dalam perekonomian daerah Pandeglang. Gejala yang sangat dominan dari sektor ini adalah kuatnya pengaruh dari krisis ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya. Dalam periode 1994-1997 (periode sebelum krisis), nilai sektor ini menunjukkan fluktuasi naik-turun yang tidak terlalu besar. Namun pada saat periode krisis terjadi, nilai sektor bangunan pun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya harga-harga bahan konstruksi yang sangat dipengaruhi oleh depresiasi rupiah yang berlangsung pada waktu itu.
Sektor pertambangan dan penggalian memang memiliki peranan yang kecil terhadap perekonomian daerah yaitu berkisar antara 0,16 persen – 0,089 persen pada periode 1994-2000. Peranan sektor ini baik pada masa sebelum krisis (periode 1994-1997) maupun setelah krisis (1998-2000),mengalami kecenderungan yang sama untuk mengalami trend penurunan. Sektor pertambangan dan penggalian ini semata-mata ditopang oleh sub-sektor penggalian.
Sektor listrik,gas dan air bersih didominasi oleh sub-sektor listrik. Gas alam tidak terdapat di Pandeglang, sehingga tidak berperan sama sekali dalam menentukan output perekonomian secara keseluruhan. Sektor ini berperan sangat kecil terhadap penentuan nilai PDRB,yaitu hanya 0,45 persen hingga 1,07 persen selama periode 1994-2000. Peranan yang sangat kecil seperti ini menunjukkan bahwa penyediaan listrik dan air bersih selama ini dirasakan sangat kurang,sehingga pada masa yang akan datang, pengembangan infrastruktur kelistrikan di Pandeglang diharapkan menjadi suatu prioritas untuk mendukung pertumbuhan pada sektor lain. Dibandingkan dengan air bersih, sub-sektor listrik berperan sangat dominan pada penentuan nilai pada sektor ini, yaitu mencapai lebih dari 80 persen pada tahun 2000 dari nilai sektor listrik, gas, dan air bersih.
IV.2.11.10. Laju Pertumbuhan Ekonomi
Angka pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran umum mengenai kemajuan ataupun kemunduran perekonomian suatu daerah. Oleh karena itu, angka pertumbuhan ekonomi merupakan suatu fenomena menarik untuk diamati perkembangannya dari tahun ke tahun. Secara umum, perekonomian Kabupaten Pandeglang tumbuh pada tingkat yang sangat fluktuatif. Kecenderungannya memang menunjukkan bahwa dari tahun 1996 hingga tahun 1998 terlihat mengalami penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 1995, perekonomian daerah tumbuh sebesar 6,58 persen. Namun tingkat pertumbuhan ini terus mengalami penurunan,terutama sejak tahun 1996, sehingga pada tahun 1998 tingkat pertumbuhan semakin memburuk yang lebih diperparah dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi, sehingga tingkat pertumbuhannya bahkan merosot hingga minus 7,73 persen. Tingkat pertumbuhan pada tahun 1998 ini diperkirakan relatif serupa dengan sebagian besar daerah lain serta perekonomian secara nasional, yang juga mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini memperlihatkan bahwa secara relatif Kabupaten Pandeglang memiliki ketahanan yang relatif lemah dalam menghadapi situasi resesi, seperti halnya yang dialami daerah-daerah lain dan perekonomian nasional secara keseluruhan.
IV.3 Identifikasi Struktur Tata Ruang
IV.3.1 Hirarki Dan Jangkauan Pusat Pelayanan
Untuk mengetahui hirarki, fungsi dan jangkauan pusat-pusat pelayanan serta penyusunan konsep struktur tata ruang wilayah Kabupaten pandeglang digunakan metode Skalogram Guttman. Secara umum tahapan yang harus dilalui untuk menyusun konsep struktur tata ruang tersebut adalah :
a. Tahap I : Pengukuran Pringkat pusat pelayanan (rank size) berdasarkan jumlah penduduk, kelengkapan fasilitas pendukung dan aksessibilitas.
b. Tahap II : Analisis terhadap pola interaksi sosial ekonomi antara pusat pelayanan dengan wilayah jangkauan pelayanannya.
c. Tahap III : Merumuskan terhadap struktur tata ruang yang dituju pada akhir tahun perencanaan.
Pusat pelayanan yang dimaksud disini adalah kota yang berfungsi sebagai pusat pemukiman dan pusat kegiatan sosio ekonomi dimasing-masing wilayah kecamatan. Masing-masing pusat pelayanan tersebut membentuk suatu hierarki yang ditentukan oleh kelengkapan dan banyaknya fasilitas pada pusat pelayanan tersebut, jumlah penduduk serta tingkat aksessibilitas terhadap wilayah pelayanannya.
Tabel IV.16
Hierarki Pusat Pelayanan di Kabupaten Pandeglang
| No | Kecamatan | Tinggi (3) | Sedang (2) | Rendah (1) | Nilai Skala | Nilai Aktual | Rangking | ||||||
| F | P | A | F | P | A | F | P | A | |||||
| 1 | Labuan | x | x | x | | | | | | | 9 | 9 | I |
| 2 | Pandeglang | x | x | x | | | X | | | | 9 | 9 | II |
| 3 | Panimbang | x | x | | | | | x | | | 8 | 8 | III |
| 4 | Saketi | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 5 | Menes | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 6 | Cibaliung | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 7 | Cikeusik | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 8 | Cimanuk | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 9 | Pagelaran | | x | x | | | | x | | | 7 | 7 | III |
| 10 | Mandalawangi | | x | | | | x | x | | | 6 | 6 | IV |
| 11 | Kaduhejo | | x | | | | x | x | | | 6 | 6 | IV |
| 12 | Cipeucang | | x | | | | x | x | | | 6 | 6 | IV |
| 13 | Bojong | | | x | | X | | x | | | 6 | 6 | IV |
| 14 | Munjul | | | x | | X | | x | | | 6 | 6 | IV |
| 15 | Patia | | | x | | X | | x | | | 6 | 6 | IV |
| 16 | Jiput | | | x | | X | | x | | | 6 | 6 | IV |
| 17 | Picung | | | x | | X | | x | | | 6 | 6 | IV |
| 18 | Banjar | | | | x | X | x | | | | 6 | 6 | IV |
| 19 | Cadasari | | x | | | X | x | | | | 6 | 6 | IV |
| 20 | Cigeulis | | | | | | x | x | x | | 4 | 4 | V |
| 21 | Cisata | | | | | | x | x | x | | 4 | 4 | V |
| 22 | Angsana | | | | | | | x | x | x | 3 | 3 | VI |
| 23 | Cimanggu | | | | | | | x | x | x | 3 | 3 | VI |
| 24 | Sumur | | | | | | | x | x | x | 3 | 3 | VI |
Keterangan :
F : Fasilitas P : Penduduk A : Aksessibilitas
Sumber : Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten pandeglang
IV.3.2 Konsep Pengembangan Struktur Tata Ruang
Dalam rangka lebih memacu pertumbuhan wilayah kota-kota yang berfungsi sebagai pusat pelayanan dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, maka struktur yang dipersiapkan untuk tata ruang wilayah harus mampu meningkatkan pertumbuhan Kabupaten Pandeglang secara keseluruhan. Struktur tata ruang wilayah Kabupaten Pandeglang terdiri dari Pusat Pelayanan serta wilayah pelayanannya. Struktur tata ruang wilayah Kabupaten Pandeglang direncanakan dengan mempertimbangkan aspek-aspek :
a . Struktur tata Ruang RTRW Propinsi Banten.
b . Kabijaksanaan spasial Pola dasar Pembangunan Kabupaten Pandeglang.
c . Hierarki kota sebagai pusat pelayanan di Kabupaten Pandeglang.
d . Peningkatan status perwakilan kecamatan menjadi kecamatan definitif.
e . Peningkatan status beberapa ruas jalan Kabupaten menjadi jalan Propinsi.
Sedangkan tujuan dari struktur tata ruang Kabupaten Pandeglang adalah :
a . Mewujudkan Kabupaten Pandeglang sebagai kawasan penunjang uatama Wilayah Barat bagi kawasan andalan utama Propinsi Banten, yang meliputi Kabupaten Serang dengan pusat pertumbuhan Bojonegara.
b . Peningkatan fungsi pusat pelayanan di wilayah Selatan Kabuapten Pandeglang.
IV.3.3 Identifikasi kawasan Prioritas
Kawasan prioritas merupakan kawasan dengan potensi/persoalan yang perlu segera ditangani. Hal ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan cepat. Jenis-jenis kawasan yang perlu diprioritaskan pengembangannya dibedakan atas :
1. Kawasan yang terbelakang (lambat berkembang) karena keterbatasan sumber daya.
2. Kawasan kritis yang perlu dipelihara fungsi lindungnya untuk menghindari kerusakan lingkungan.
3. Kawasan yang pertumbuhannya cepat.
4. Kawasan yang berperan menunjang kegiatan sektor-sektor ekonomi dan atau menunjang program pembangunan Nasional.
Identifikasi sektor-sektor prioritas yang dapat dikembangkan pada masing-masing kawasan dalam menangani kawasan prioritas perlu dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang meliputi :
1. Arah dan kebijaksanaan pembangunan.
2. Potensi dan permasalahan pembangunan daerah.
3. Prospek pengembangan ditinjau dari minat dan investasi, dengan peluang selama jangka waktu perencanaan.
IV.3.4 Rencana Pengembangan Lokasi Kawasan Agropolitan Kabupaten Pandeglang
Berdasarkan hasil analisa dari data yang didapat serta hasil studi kaji tindak, maka didapatkan lokasi yang sangat signifikan untuk kawasan agropolitan Kabupaten Pandeglang yaitu Penentuan lokasi pengembangan kawasan agropolitan didasarkan atas :
a. Arah pelayanan dan wilayah pembangunan Kabupaten Pandeglang yang terbagi dalam tiga wilayah yaitu :
i. Wilayah pelayanan dan pembangunan I meliputi :
1. Kecamatan Pandeglang
2. Kecamatan Cadasari
3. Kecamatan Banjar
4. Kecamatan Kaduhejo
5. Kecamatan Mandalawangi
6. Kecamatan Cimanuk
7. Kecamatan Cipeucang
8. Kecamatan Saketi
9. Kecamatan Cisata
ii. Wilayah pelayanan dan pembangunan II meliputi :
o Kecamatan Menes
o Kecamatan Labuan
o Kecamatan Bojong
o Kecamatan Picung
o Kecamatan Jiput
o Kecamatan Pagelaran
o Kecamatan Patia
o Kecamatan Panimbang
iii. Wilayah pelayanan dan pembangunan III meliputi :
o Kecamatan Munjul
o Kecamatan Angsana
o Kecamatan Cigeulis
o Kecamatan Cikeusik
o Kecamatan Cibaliung
o Kecamatan Cimanggu
o Kecamatan Sumur


0 komentar:
Poskan Komentar