Ngopi ? sapaan hangat setiap kepada tiap orang yang berlalu didepan rumah. Sambil membuka obrolan, Abah Suhaya memainkan tangan terampilnya melinting tembakau. Sesekali melihat Ambu - panggilan untuk istri Abah Suhaya - yang sedang menyapu sampah daun-daunan dihalaman rumah. Duduk bersila di amben (bale-bale) kami mulai membincangkan persiapan perkumpulan kampung untuk membahas agenda organisasi perjuangan (Serikat Tani Ujung Kulon). Tak berapa lama Ambu datang membawa seperangkat kebutuhan penyegar tubuh pagi hari, apalagi kalau bukan Kopi...
Termos air, gelas, gula dan kopi. Khusus untuk Ambu sendiri, Ia membawa wadah berisi bahan-bahan untuk nyeupah (nginang).
Kopi yang disuguhkan langsung saja kami tindak-lanjuti. Ngopi di Ujung Kulon tidak usah khawatir gigi kita jadi hitam karena ampas kopi, atau harus sibuk-sibuk menyaring ampas kopi digelas kopi kita, kopi disini tak memberikan resiko itu. Mau tahu kenapa ? karena kopi disini proses panennya sudah dibantu oleh careuh (luwak), benar sekali, kopi disini berasal dari biji-biji kopi sisa makan luwak yang banyak tersebar di kebun-kebun kopi masyarakat. Menurut beberapa referensi kopi dari sisa makan rubah adalah kopi yang baik dan mahal harganya dipasaran.
Kopi disini adalah kopi jenis Arabica, sangat mungkin organic. Karena tidak pernah menggunakan pupuk-pestisida kimia dalam perawatan pohonnya. Mungkin karena kopi menjadi kebutuhan yang begitu penting, hampir setiap keluarga mempunyai kebun kopi walau tidak luas.
Tanaman kopi berbunga sekitar akhir bulan maret hingga akhir bulan september, bunga akan tumbuh selama sekitar 6-7 bulan yang kemudian menjadi buah kopi. Biji buah kopi yang hijau lama-kelamaan akan berubah menjadi warna merah dan siap dipetik. Saat berwarna merah itulah luwak atau careuh senang ngemil buah kopi, tetapi tidak pernah sampai habis dimakan, hanya sedikit lalu dibuang. Naah...biji kopi yang berjatuhan sisa makan rubah itu diambil dan di keringkan oleh pemilik kebun, "karena sayang kalau tidak diambil" kata petani di Ujung Kulon. Dan ternyata kopi seperti itu memberikan rasa yang khas, harum dan tidak ber ampas. Wow...mari kita ngopi lagi,,,


0 komentar:
Poskan Komentar