Senin, 27 Oktober 2008

Potensi Ujung Kulon



POTENSI SUMBER DAYA ALAM UJUNG KULON

Kampung : Legon Pakis dan Cikawung
Desa : Ujung Jaya
Kecamatan : Sumur
Kabupaten : Pandeglang
Propinsi : Banten
Suku-Adat : Sunda
Bahasa : Sunda
Pekerjaan utama : Petani dan Nelayan subsisten
Potensi Produksi : - Komoditi Pangan
- Sumber daya Laut
- Sumber daya Hutan Non-Kayu :
Se’el (Jernang)
Madu Hutan
Nyamplung
- Pariwisata
- Komoditi Perkebunan (kelapa / kopra)
- Tanaman Obat-obatan

Tempat perlindungan Badak bercula satu, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mencakup 2 wilayah kecamatan; Kecamatan Sumur dan Cimanggu. Di Kecamatan Sumur, wilayah TNUK berdampingan dengan warga 6 desa (Desa Ujung Jaya, Taman Jaya, Cigorondong, Tunggal Jaya, Kerta Mukti dan Kertajaya).

Desa Ujung Jaya merupakan hasil dari pemekaran Desa Taman Jaya pada tahun 1982. terdiri dari 3.641 jiwa dengan 869 kepala keluarga, luas desa mencapai 900 Ha. Desa Ujung Jaya adalah desa penghujung di wilayah Ujung Kulon. Masyarakat desa ini menyandarkan kebutuhan konsumsi sehari-hari dari sumber daya alam disekitar mereka, yaitu dari hasil sawah (tadah hujan), kebun dan hasil laut. Profesi nelayan bagi masyarakat setempat hanyalah pekerjaan sampingan saja guna memenuhi kebutuhan lauk untuk mereka konsumsi.
Masyarakat Ujung Kulon memiliki tradisi lokal yang sampai saat ini dilaksanakan dan di patuhi dengan tauladan. Ajaran yang dipegang dari Abah Pelen sangat mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat dalam hal keyakinan dan religiusitanya, diantaranya adalah :
“Bagaimana kita mesti mengenali nama, fungsi, makna dari anggota tuhuh sebagai anugerah-Nya, sudahkah dia dipakai sesuai fungsinya? Sehingga memiliki efek pada bagaimana mencintai diri sendiri, orang lain dan pencipta-Nya. Sehingga masing-masing makhluk Tuhan itu setara (manusia, Hewan Tumbuhan) yang sama-sama layak dihormat. Antar manusia apalagi, sama-sama memiliki organ yang sama. Bagaimana mungkin masing-masing bisa membenci, sombong dan merasa lebih dari yang lain?”
“Hutan itu adalah perkampungan hidup yang punya tata tertib, aturan dan norma sendiri, sehingga hutan harus dihormati dan dilestarikan sebagaimana seharusnya”
Sejak awal mereka telah mengenal istilah Hutan Tutupan dan Hutan Titipan. Hutan Tutupan menunjuk pada hutan yang tidak boleh diganggu ataupun dirusak dan harus dihormati sebagai “warisan” leluhur. Sedangkan Hutan Titipan menunjuk hutan yang boleh dikelola dan dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat setempat. Keyakinan semacam ini memunculkan “etika berhutan” (beberapa istilah ‘pamali’) yang sangat dipatuhi secara turun temurun di dalam masyarakat. “Etika berhutan” ini demikian dipatuhi, karena banyak kejadian bagi pelanggar yang mendapatkan “imbalan” yang tidak menyenangkan. Misalnya di temui harimau, dimakan buaya dan sebagainya.

Sumber pendapatan lain bagi masyarakat Desa Ujung Jaya adalah pemanfaatan hasil hutan, diantaranya madu hutan. Menurut para pemetik /petani madu ini, jika saat musim bunga madu di hutan dapat dengan mudah dan banyak didapatkan, yaitu pada musim tidak banyak hujan bersamaan dengan belum dapat diolahnya sawah mereka, jika musim penghujan sudah lebat, madu di hutan tidak banyak bisa didapat.

Minggu, 12 Oktober 2008

Cara Mengolah Sampah



Pendahuluan

Sampah merupakan masalah yang sangat sulit ditanggulangi, terutama di negara-negara sedang berkembang. Meskipun sudah bisa ditanggulangi umumnya memerlukan biaya untuk pengolahan yang relatif besar, sehingga seringkali persoalan sampah ini hanya bisa diselesaikan secara sepotong-sepotong tanpa adanya penyelesaian yang mampu menuntaskan hingga ke akar permasalahan.

Sampah yang berasal dari rumah tangga terbagi dalam 3 kategori pada umumnya, menurut perkiraan 70 % berupa sampah organik (asalnya dari benda-benda hidup), 20 % sampah yang bernilai ekonomis bagi pemulung (kardus dan berbagai macam jenis plastik) dan 10 % yang harus dibuang. Sampah organik inilah pada umumnya menimbulkan masalah bau yang tak sedap, hal tersebut timbul akibat penguraian sampah oleh makhluk hidup.

Di Propinsi Jawa Tengah dan Bali, sampah organik sudah lama diperuntukkan sebagai pakan ternak. Peternak biasanya menggembala hewan peliharaannya, dibawa ke tempat pembuangan sampah. Namun tentu saja ini sangat menjijikkan, disamping nilai gizinya tidak terkontrol.

Sampah organik dapat dipergunakan sebagai pakan ternak domba, kambing, kerbau atau sapi melalui proses pengolahan yang diciptakan Dr. Nahrowi dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Teknologi yang diciptakan berbasis fermentasi. Melalui fermentasi, akan diperoleh pakan ternak yang tidak saja aman, namun juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam hal ini, sampah organik primer diolah menjadi silase ransum komplit atau campuran macam bahan bergizi. Bahan bergizi itu adalah pakan hijauan (sampah organik primer) dan pakan penguat (konsentrat) yang bahannya mengandung protein tinggi seperti bungkil dan dedak, atau limbah tahu dan kecap.

Bahan-bahan ini kemudian difermentasikan ke dalam kondisi anaerob (tidak memerlukan oksigen) selama 2 – 3 minggu. Melalui mekanisme ini sampah akan mempunyai kadar air 40 – 60 %. Mikroorganisme aerob hilang dan diganti oleh mikroorganisme anaerob penghasil asam laktat yang akan berguna untuk perkembangan hewan/ternak.

Pengolahan Sampah Sederhana

Untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak, tidak terlampau rumit. Peternak cukup menyediakan silo (wadah fermentasi) yang ukuran besar kecilnya disesuaikan jumlah ternak yang akan diberi pakan. Drum plastik atau plastik polybag pun dapat digunakan sebagai silo. Drum plastik akan sangat baik digunakan untuk wadah proses fermentasi sebab apabila bahan itu diolah terlalu banyak akan sia-sia. Bahan yang sudah disajikan untuk ternak tidak lagi dapat digunakan kembali.

Selain silo, peralatan lainnya yang digunakan pemotong (chopper), pencampur (mixer), alat angkut, sekop, dan plastik untuk alas penutup.

Cara pembuatannya, bahan baku yang akan digunakan dicampur sesuai dengan komposisi kandungan gizi yang diinginkan. Selanjutnya bahan campuran tersebut dimasukkan kedalam silo, dipadatkan dan ditutup. Setelah itu ditunggu hingga 2 - 3 minggu kemudian. Bahan sebaiknya dipilih berdasarkan kandungan nutrisi seperti sumber protein, energi, vitamin dan mineral serta serat. Bahan juga hendaknya dipertahankan kandungan airnya. Sedapat mungkin seperti kondisi asal, sekitar 40 – 60 %.

Yang perlu diperhatikan pula, bentuk fisik bahan pakan tersebut, apakah butiran, tepung/serbuk atau mungkin batangan. Terutama untuk bahan yang berbentuk batangan, sebelum dicampur harus dipotong-potong terlebih dahulu dengan ukuran sekitar 3 - 5 cm, sehingga akan memudahkan proses pencampuran dengan bahan lainnya. Untuk mengetahui kadar nutrisi yang tinggi dapat dilakukan dengan cara manual dan komputerisasi. Persyaratan utama adalah diketahuinya kandungan/komposisi kimia dan nutrisi dari bahan-bahan yang akan digunakan. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan analisis laboratorium atau melihat daftar kandungan, komposisi kimia dan nutrisi yang sudah ada hasil penelitian.

Membuat Silase

Tahap berikutnya adalah proses pencampuran. Untuk pembuatan silase dalam skala besar, pencampuran hendaknya dilakukan dengan menggunakan mixer atau mesin pencampur, supaya campuran merata. Namun apabila jumlah tenaga kerja cukup banyak, pencampuran bahan silase dalam skala besar dapat dilakukan secara massal. Pencampuran bahan dalam skla kecil, dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan sekop. Tempat atau wadah yang digunakan sebaiknya didalam ruangan dan berbentuk flat/datar, berbebtuk kolam/bak dengan alas keras atau tembok. Proses pencampuran harus dilakukan secara merata, untuk menghasilkan silase yang berkualitas baik.

Setelah dicampur, material silase ransum komplit dengan kandungan air 4 - 60 persen, dimasukkan ke dalam silo untuk disimpan selama kurang lebih 2 - 3 minggu, dalam keadaan tertutup rapat. Bahan-bahan yang dimasukkan kedalam silo harus dalam kondisi padat dan tertutup dengan rapat untuk selanjutnya disimpan. Selama penyimpanan tersebut akan terjadi proses fermentasi, dalam kondisi anaerob. Silase akan terbentuk sempurna pada minggu ke 2 - 3 tergantung pada bahan dan volume yang digunakan. Untuk skala kecil, penggunaan kantong plastik atau drum plastik sangat disarankan, namun untuk skala yang lebih besar sebaiknya digunakan bunker silo.

Pada hari ke-21 (dua puluh satu) atau sekitar minggu ketiga, silase ransum komplit siap untuk diberikan kepada ternak. Pada saat dibuka, disarankan produk/silase tidak diberikan langsung ke ternak. Produk fermentasi mengandung sejumlah gas yang dihasilkan selama proses fermentasi berlangsung. Kondisi ini dapat menekan konsumsi dan berbahya bagi ternak. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada ternak, silase perlu diangin-anginkan terlebih dahulu, untuk menghilangkan aromanya yang menyengat, dan juga perlu dilakukan uji terhadap logam-logam berat yang mungkin mencemarinya.

Ciri-ciri yang baik dari produk silase dapat diidentifikasikan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, cirri-ciri produk silase yang baik adalah beraroma asam laktat, berwarna segar seperti warna aslinya, tidak menggumpal dan tidak berjamur. Sedangkan secara kuantitatif, adalah berada pada pH 3,8 – 4,2, kandungan asam laktat yang cukup banyak, disukai ternak/palatabilitas tinggi.

Penelitian IPB

Hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB terhadap kandungan nutrisi dari silase ransum komplit dengan bahan baku limbah sayuran dan limbah restoran, memberikan bukti yang positif tentang kandungan nutrisi dalam pakan tersebut. Kandungan nutrisi tersebut dapat diidentifikasi dan diuraikan sebagai silase ransum komplit dengan bahan baku diatas memiliki pH cukup rendah (3,82 – 4,26) dan berada pada kondisi asam. Ini menunjukkan bahwa silase tersebut memiliki kualitas yang sangat baik. Hal ini dipertimbangkan karena pada kisaran pH 3,5 – 4,0 adalah kunci untuk mencegah mikroorganisme penyebab kebusukan dan atau mikroorganisme patogen.

Mengingat silase ransum komplit dibuat sesuai kebutuhan nutrisi ternak, maka kandungan gizi dan nutrisinya dapat dijamin sesuai dengan kebutuhan ternak tersebut.

Konsentrasi NH3 yang dihasilkan sangat optimum bagi pertumbuhan mikroba, yaitu sekitar 9,42 – 14,11 m M. Hal ini berarti bahwa produksi amonia sebagai sumber nitrogen utama dalam pembentukan protein mikroba telah terpenuhi, sehingga dapat memberikan sumbangan protein yang cukup bagi kebutuhan ternak ruminansia.

Daya cerna ternak terhadap produk silase ransum komplit berada dalam batas nilai cerna yang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering terhadap silase ransum komplit dengan bahan baku sampah organik adalah sebesar 60,09 – 62,25 % dan kecernaan bahan organik sebesar 60,07 – 63,24 %. Nilai kecernaan tersebut sangat tergantung pada bahan suplemen yang dipakai.

Cara Bercocok Tanam Buah Melon



1. pengolahan tanah

  1. tanah di bentuk bedeng dengan ukuran lebar 110 cm, dan panjang 15-20 m. dan tinggi bedengan 30-50 cm.
  2. kemudian tanah diaduk dengan campuran kaptan.
  3. Taburkan pupuk kandang atau bokashi di atas bedengan.
  4. Kemudian tutup bedengan dengan menggunakan pelastik.
  5. Lubangi plastik untuk bibit yang akan ditanam dengan jarak 60 cm.

2. Pembibitan

  1. benih yang akan di bibitkan direndam terlebih dahulu selama 12 jam.
  2. Lalu di bungkus pakai kain yang sudah dibasahi selama 12 jam
  3. Selanjutnya benih siap disemaikan kedalam polybeck.
  4. Bibit sudah mencapai tinggi 5-10 cm siap dipindahkan kelahan.

3. perawatan tanaman

  1. bibit yang sudah berumur 1 minggu akan mengeluarkan tunas-tunas baru
  2. buanglah tunas-tunas tersebut dari tunas pertama sampai tunas ke 12..
  3. dari tunas ke 13-15 di biarkan tumbuh karena tunas tersebut akan menghasilkan buah.
  4. Dari tunas ke 16-selanjutnya dibuang seperti sebelumnya.
  5. Dari tiga tunas yang disisakan akan berbuah.
  6. Setelah buah itu sebesar telur ayam dipilih mana buah yang kualitasnya bagus.
  7. Sisakan satu buah yang bagus yang lainnya di buang.

4. cara pemilihan buah yang kualitasnya bagus

  1. lihat kulit buah yang bagus.
  2. Pilih bentuk buah yang lonjong.
  3. Selanjutnya perawatan dilakukan selama / sampai buah matang yaitu selama 60 hari.
  1. Penyakit yang menyerang tanaman
  1. tanaman akan layu/penyakit layu.
  2. Tanaman daunnya keritring sehingga akibatnya buah menjadi pecah/busuk.

Hari Tani 2008


”Reforma Agraria, Kedaulatan Pangan dan Pendayagunaan Lahan, sebagai jawaban untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan”

Muqadimah semangat UUPA 1960

Land to Tiller ...! Tanah untuk Penggarap…!

Penjajahan kolonial terhadap bangsa ini diyakini telah menciptakan kerusakan atas struktur penguasaan atas tanah, air, udara dan segala yang terkandung didalamnya, lalu atas hal itu pula persatuan nasional tercipta sebagai jalan baru bagi bangsa ini untuk berdaulat diatas tanahnya sendiri. 24 September yang diperingati sebagai Hari Tani Nasional atau Hari Bhakti Agraria, merupakan tonggak sejarah atas lahirnya kebijakan agraria nasional pada 24 september 1960, yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau disebut dengan UUPA 1960. Perlawanan atas penjajahan kolonialisme telah menjadi sebuah semangat zaman yang melahirkan UUPA 1960. Kesadaran atas terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh kebijakan kaum kolonialis sangat terlihat dalam pertimbangan UUPA 1960 dengan tegas dikatakan bahwa : “hukum agraria yang masih berlaku sekarang ini sebagian tersusun berdasarkan tujuan dan sendi-sendi dari pemerintahan jajahan dan sebagian dipengaruhi olehnya, hingga bertentangan dengan kepentingan rakyat dan Negara di dalam menyelesaikan revolusi nasional sekarang ini serta pembangunan semesta”.

Sesungguhnya para pendiri bangsa ini telah membangun sebuah pondasi kedaulatan nasional melalui reformasi agraria atau agenda land reform, agar dapat memperbaiki struktur penguasaan sumber agraria nasional melalui penataan ulang struktur kepemilikan atas sumber-sumber agraria dimana pada akhirnya setiap penduduk negeri ini mendapatkan hak-nya atas sumber penghidupan untuk dapat dijadikan capital nasional dalam rangka menjalankan agenda pembangunan. Logika dasarnya adalah, ketika kemerdekaan nasional diyakini sebagai sebuah jalan atas penindasan kolonialisme, maka harus menghasilkan kesejahteraan dan keadilan pada semesta rakyatnya agar semesta rakyat dapat menjaga secara seksama atas kemerdekaan nasional yang diperjuangkannya. Hal tersebut hanya dapat terwujud ketika adanya jaminan kuasa rakyat terhadap sumber-sumber penghidupannya, dan UUPA 1960 sebagai landasan kebijakan atas akses rakyat terhadap sumber-sumber penghidupan.

Realitas hari ini

Siapa sangka bahwa diatas tanah yang subur ini, penduduknya tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup dasarnya. Setiap tahun jumlah penderita gizi buruk meningkat, data Unicef (2006) menunjukkan, penderita gizi buruk pada anak balita meningkat dari 1,8 juta jiwa tahun 2005 menjadi 2,3 juta jiwa tahun 2006. Sementara itu, Jaringan Solidaritas Penanggulangan Busung Lapar (2006) menyebutkan 2-4 dari 10 anak balita di 72 kabupaten menderita busung lapar. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan pangan nasional masih tergantung kepada pangan impor. Menurut data yang dirangkum oleh Jaringan Pemuda Penggerak Petani (Jaka Tani – FPPI), tercatat bahwa Indonesia masih mengimpor gandum sebanyak 3,5-5 juta ton, 1,2 juta ton jagung, 2 juta ton beras, 1,2 juta ton kedelai dan 1,7 juta ton pasir untuk setiap tahunnya. Hal tersebut terjadi karena makin timpangnya struktur penguasaan tanah, menurut Menteri Pertanian Anton Apriatno pada saat ini tanah pertanian di Indonesia hanya berkisar 20 juta Ha dengan jumlah petani 25 juta jiwa, maka seorang petani di Indonesia rata-rata hanya memiliki 0,3 Ha tanah pertanian.

Saat ini Indonesia selalu menggantungkan pemenuhan pangan pada pasokan impor, hal ini tentu saja bertolak belakang dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia yang sangat potensial dalam bidang pertanian. Swasembada beras di Indonesia hanya berhasil pada dasawarsa 1980-an, bahkan dapat melakukan ekspor ke mancanegara, saat itu produksi beras mencapai 33.889.860 ton dengan produksi beras rata-rata per-hektar 3,66 ton, tetapi swasembada beras tersebut tidak bertahan lama, setelah tahun 1985 produksi beras di Indonesia makin lama makin menurun, hingga kini ketergatungan pasokan pangan nasional lebih menggantungkan pada impor.

Ketergantungan komoditi pangan pada impor, menunjukkan lemahnya tingkat produksi pangan nasional disatu sisi, disisi lainnya adalah semakin menurunnya penguasaan lahan produktif oleh petani, konversi lahan pertanian terus mengalami peningkatan. Sementara itu, segelintir kelompok yang memiliki modal besar semakin banyak menguasai lahan produktif untuk kepentingan memenuhi kebutuhan pasar atas orientasi profit sendiri. Maka akumulasi kepemilikan tanah terhadap beberapa kalangan bermodal besar saja, yang meminggirkan rakyat penggarap (petani) serta keleluasaan perusahaan pertanian/hutan/perkebunan swasta atau pemerintah dalam menguasai lahan-lahan produktif menambah faktor pendukung menguatnya konfilk agraria. Konflik agraria yang mengemuka kemudian muncul sebagai buah dari hancurnya tatanan struktur penguasaan sumber-sumber agraria yang menjadi sumber utama penghidupan rakyat. Memunculkan banyak problem sengketa tanah yang terjadi di sekitar wilayah industri perkebunan milik negara maupun swasta, menurut data FPPI Pandeglang setidaknya ada 26 Desa se-Kabupaten Pandeglang yang mengalami konflik agraria antara petani dengan lembaga negara maupun swasta.


Kebijakan Gagal Yang Selalu di Ulang-Ulang

Kebijakan pembangunan orde baru sejak awal sudah salah karena tidak memandang agraria sebagai basis pembangunan, sehingga awal kepemimpinan Jendral Soeharto, langsung membuka kran investasi asing dengan dibuatnya UUPMA yang kemudian pembangunan yang dijalankan berharap dari modal asing dan pinjaman luar negeri yang dulunya hanya sebagai pelengkap saja, tapi sekarang hal itu yang terus diandalkan untuk mencukupi kebutuhan domestik. Asumsi negara dengan memperbanyak konglomerasi akan memakmurkan negara ini karena akan ada tetesan ke bawah (tricle down effeck) malah tidak terjadi, banyak modal yang kemudian dilarikan ke luar negeri oleh para konglomerat yang sangat disayangi pemerintah kita.

Penurunan sektor minyak dan gas (migas) bumi kemudian memicu pemerintah untuk meningkatkan sektor non-migas berharap menambah pemasukan negara. Sebagai daerah agraris, maka pertanian yang sejak dahulu menjadi primadona kembali dihidupkan lewat serangkaian perkebunan besar, seperti sawit, karet, kakao dan kopi. Pola perkebunan yang dikembangkan rezim Orde Baru dengan konglomerasinya disebut dengan istilah pola inti plasma. Tehnik pelaksanaannya adalah para petani kecil (plasma) diorganisir para pemilik modal (inti) untuk menghasilkan komoditi pertanian tertentu. Diikuti dengan pemberian kredit, bimbingan tehnik kepada plasma. Kesemua proses ditentukan dalam sebuah perjanjian antara inti (pemilik modal) dengan plasma (petani penggarap). Perjanjian ini kemudian mengalihkan seluruh resiko kepada petani tetapi inti yang memegang kendali terhadap mutu dan harga. Para petani lewat pola ini dipisahkan dari pasar, sebab yang berperan atas pasar adalah inti atau pemilik modal.

Program PIR yang dianggap berhasil oleh pemerintah sebenarnya meminggirkan banyak masyarakat adat; seperti melarang ladang berpindah yang dianggap merusak hutan, padahal mereka sudah melakukannya sejak ratusan tahun dengan perladangan berpindah dan tidak terjadi problem terhadap kerusakan lingkungan karena masyarakat adat faham juga akan konservasi hutan dengan adanya sistem nilai lokal untuk menjaga keseimbangan alam. Seharusnya, ketegasan pemerintah lebih ditekankan kepada pelarangan ladang berpindah dengan cara membakar hutan dibarengi dengan ijin HPH oleh orang-orang/kelompok yang bermodal besar yang mampu membabat hutan 100 hektar perhari.

Hal yang sama juga dilakukan pada sektor kehutanan. Setelah banyaknya kritik terhadap penyelenggara negara atas konflik agraria diwilayah kehutanan, maka tawaran beberapa NGO dan ormas tani menggagas pola pengelolaan hutan yang berpihak pada rakyat yang diistilahkan dengan “Pengelolaan Sistem Hutan Kerakyatan”. Atas dasar itu pula, negara meng-adopsi gagasan kelompok NGO tersebut, munculnya program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) hingga pelembagaan masyarakat sekitar hutan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Tetapi orientasi PHBM dengan LMDH nya tidak untuk memberikan secara penuh kemerdekaan rakyat atas alat produksi pertanian untuk kebutuhan pangan.

Maka, sudah menjadi keharusan saat ini kita dapat menuntaskan agenda reformasi agraria yang tersendat-sendat, maka Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) dan Program Revitalisasi Pertanian/kehutanan&Perkebunan yang diagendakan pemerintah saat ini dapat menjadi sebuah jalan pengharapan baru segenap rakyat untuk dapat berdaulat atas sumber-sumber penghidupannya.

Distribusi Tanah dan Penyelesaian Sengketa Agraria

Jika Multatuli dalam “Max Havelaar” menceritakan Saidjah dan Adinda sebagai dua insan manusia yang saling mencintai, harus terpisah karena pengusiran dari tanah mereka, karena kebijakan kolonial, maka realitas sekarang semakin massif-nya negara yang secara legal untuk memuluskan investasi, berharap pada hutang dengan asumsi mencabut subsidi-subsidi pada sektor publik yang akan membuat pendidikan, kesehatan dan akses air bersih mahal yang juga berpengaruh pada melambungnya bahan-bahan pokok. Kemudian pertanyaan mendasar pada kita, apa yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita?

Atas dasar pemenuhan untuk kepentingan investasi yang membutuhkan luasan lahan besar, maka selain terjadinya akumulasi penguasaan tanah oleh pemilik modal sehingga terjadi ketimpangan penguasaan tanah, juga terkadang dengan sewenang-wenang menggusur tanah kelola rakyat baik untuk perusahaan perkebunan, pertambangan maupun areal hutan negara. Lebih buruknya, ditengah konflik agraria yang berlatar sengketa tanah antara rakyat (petani) versus perusahaan/lembaga swasta maupun negara, aparat hukum negara ini biasanya sedari awal telah memiliki keberpihakkan pada perusahaan/lembaga tersebut. Sehingga apapun yang dilakukan oleh rakyat dalam rangka mempertahankan dirinya agar tetap dapat mengolah lahan diareal sengketa dikatakan sebagai tindakan kriminal. Tak ayal lagi, dibanyak titik-titik daerah sengketa agraria selalu diwarnai dengan tindak kekerasan oleh aparat negara hingga tuduhan kriminalisasi atas perjuangannya mempertahankan tanah kampung halamannya.

Agenda penyelesaian konflik agraria saat ini yang telah menumpuk harus menjadi prioritas utama dalam rangka pelaksanaan reformasi agraria. Tetapi terkadang apa yang telah dilakukan oleh NGO dan Ormas Tani dalam upayanya melakukan penyelesaian sengketa agraria, kemudian tidak berjalan dengan baik pada implementasi kebijakan pemerintah, dengan banyak persoalan yang melatarinya, salah satunya adalah konsolidasi penyelesaian yang tersendat disesama lembaga negara. Maka, harus ada suatu wadah independen yang dapat merumuskan dan mengkonsolidasikan ormas tani, NGO dan berbagai lembaga negara yang berkepentingan dalam proses penyelesaian sengketa agraria.

Orientasi penyelenggara negara yang menggantungkan pendapatan negara pada investasi asing merupakan sumber awal atas kemudahan yang didapat oleh para pemilik modal dalam menguasai lahan-lahan produktif pertanian untuk dijadikan sebagai lahan perkebunan, hingga pada tingkatan Pemerintahan Daerah para pemilik modal tersebut diberikan kemudahan atas Hak Guna Usaha pada dengan luasan lahan yang besar. Banyak diantaranya yang ditelantarkan.

Sejatinya, pemerintah harus memiliki keyakinan bahwa rakyat sendiri adalah modal utama dalam menjalankan roda pembangunan. Hal tersebut dapat berlangsung ketika semesta rakyat menjadi produktif (bekerja), dan pra-syaratnya adalah adanya akses rakyat terhadap alat produksi, dalam sektor pertanian alat produksi utama adalah tanah. Distribusi tanah kemudian menjadi bagian yang sangat penting dalam membangun produksi pangan hingga pertahanan sosial ekonomi masyarakatnya. Menurut data FPPI Pandeglang, setidaknya ada 7 desa diwilayah Pandeglang bagian selatan yang terdapat lahan HGU terlantar, diantaranya sudah dikelola oleh masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian.

Minggu, 05 Oktober 2008

Etnografi Masyarakat Baduy



A. Pengertian Etnografi

Etnografi berasal dari kata etnos yang berarti suku bangsa dan graphein yang berarti gambaran. Jadi etnografi adalah gambaran tentang suku-suku bangsa. Menurut J.A. Cliffton, kesatuan social dalam etnografi ditandai oleh:

  1. Dibatasi oleh 1 desa atau lebih
  2. Bahasa dan logat
  3. Political Administracion
  4. Identitas bersama
  5. Wilayah geografi
  6. Kesatuan ekologi
  7. Ilmu penetahuan dan sejarah yang sama
  8. Frekuensi interaksi yang tinggi
  9. Susunan social mempunyai kecenderungan yang seragam

B. Kajian Etnografi Baduy

Adapun yang termasuk kajian etnografi pada masyarakat Baduy terdiri dari:

  1. Lokasi dan Tempat Demografi

Baduy yang berlokasi di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Rangkasbitung Banten terdiri dari kampung Gajebo, Cikeusik, Cibeo,dan Cikertawana.dan terbagi atas abaduy luar dan baduy dalam.Daerah yang berluas 138 ha, terdiri atas 117 kk yang menempati 99 rumah yang dinamakan Culah Nyanda atau rumah panggung, sedangkan rumah kokolot atau duku dinamakan Dangka, yang menghadap keselatan.Masyarakat suku baduy yang berpenduduk kurang lebih 10 ribu jiwa ini tinggal di wilayah yang berbukit-bukit, dan berhutan-hutan, dengan memilki lembah yang curam sedang, sampai curam sekali. Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan wilayah-wilayah pemukiman baduy rata-rata terletak pada ketinggian 250 m diatas permukaan laut, dengan wilayah pemukiman di daerah yang cukup rendah 150 m diatas permukaan air laut dan pemukiman yang cukuop tinggi pada ketinggian 400 m diatas permukaaan laut.

Wilayah Baduy itu berdasarkan lokasi geografinya terletak pada 60 27’ 27” – 60 30’ LU dan 1080 3’ 9” – 1060 4’ 55” BT. wilayahnya berbukit – bukit dengan rata –rata terlelak pada ketinggian 250m diatas permukaan laut.

b. Asal Muasal Sejarah Tempat

Mengenai asal usul orang Baduy, jawaban yang akan diperoleh adalah mereka keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Baduy mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Mereka juga beranggapan bahwa suku Baduy merupakan peradaban masyarakat yang pertama kali ada di dunia.

Pendapat lainnya yang membuktikan orang Baduy manusia tertua setidaknya di Pulau Jawa , berdasarkan bukti-bukti prasejarah dan sejarah, punden berundak Lebak Sibedug di Gunung Halimun 3 km lebih dari Cibeo berusia 2500 SM masa neolitik, memiliki kesamaan simetris dengan peninggalan yang sama dengan piramida di Mesir dan Kuil Mancu Pichu di Peru ribuan tahun silam.

Sedangkan Arca Domas hingga kini masih misterius, terletak disebelah selatan Cikeusik dihulu sungai Ciujung, pegunungan Kendeng. bagian selatan dan dipublikasikan pertamakali oleh Koorders yang datang pada tanggal 5 Juli 1864 (Djoewisno, 1987). Arca domas adalah menhir berukuran besar diatas punden berundak paling atas. Bangunan punden berundak ini juga dilengkapi menhir lainnya. Mereka percaya arca domas adalah lambang Batara Tunggal tempat dimana roh diciptakan dan berkumpul. Selain itu arca domas merupakan pusat bumi dan asal muasal manusia diturunkan ke bumi dan menjadi nenek moyang orang Baduy. Karena itu arca domas merupakan daerah larangan yang tidak boleh dimasuki orang luar (purwitasari, 2000)

Asal-usul orang Baduy tersebut berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Cina, dan ceritera rakyat mengenai Tatar Sunda yang cukup minimal keberadaannya. Masyarakat Baduy dikaitkan dengan Kerajaan Sunda atau yang lazim disebut sebagai Kerajaan Pajajaran pada abad 15 dan 16, atau kurang lebih enam ratus tahun yang lalu. Wilayah Banten pada waktu itu merupakan bagian penting dari Kerajaan Pajajaran, yang berpusat di Pakuan (wilayah Bogor sekarang). Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran

c. Sistem Kepercayaan dan Religi

Suku Baduy yang merupakan suku tradisional di Provinsi Banten hampir mayoritasnya mengakui kepercayaan sunda wiwitan.

Yang mana kepercayaan ini meyakini akan danya Allah sebagai “Guriang Mangtua” atau disebut pencipta alam semesta dan melaksanakan kehidupan sesuai ajaran Nabi Adam sebagai leluhur yang mewarisi kepercayaan turunan ini. Kepercayaan sunda wiwitan berorientasi pada bagaimana menjalani kehidupan yang mengandung ibadah dalam berperilaku, pola kehidupan sehari-hari,langkah dan ucapan, dengan melalui hidup yang mengagungkan kesederhanaan (tidak bermewah-mewah) seperti tidak mengunakan listrik,tembok, mobil dll.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Baduy menurut kepercayaan sunda wiwitan:

  1. Upacara Kawalu yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan kawalu yang dianggap suci dimana pada bulan kawalu masyarakat baduy melaksanakan ibadah puasa selama 3 bulan yaitu bulan Kasa,Karo, dan Katiga.
  2. Upacara ngalaksa yaitu upacara besar yang dilakukan sebagain uacapan syukur atas terlewatinya bulan-bulan kawalu, setelah melaksanakan puasa selama 3 bulan. Ngalaksa atau yang bsering disebut lebaran.
  3. Seba yaitu berkunjung ke pemerintahan daerah atau pusat yang bertujuan merapatkan tali silaturahmi antara masyarakat baduy dengan pemerintah, dan merupakan bentuk penghargaan dari masyarakat baduy.
  4. Upacara menanam padi dilakukan dengan diiringi angklung buhun sebagai penghormatan kepada dewi sri lambing kemakmuran.
  5. Kelahiran yang dilakukan melalui urutan kegiatan yaitu:

1. Kendit yaitu upacara 7 bulanan ibu yang sedang hamil.

2. saat bayi itu lahir akan dibawa ke dukun atau paraji untiuk dijampi-jampi.

3. setelah 7 hari setelah kelahiran maka akan diadakan acara perehan atau selametan.

4. Upacara Angiran yang dilakukan pada hari ke 40 setelah kelahiran.

5. Akikah yaiotu dilakukannya cukuran, khitanan dan pemberian nama oleh dukun
(kokolot) yuang didapat dari bermimpi dengan mengorbankan ayam.

  1. Perkawinan, dilakukan berdasarkan perjodohan dan dilakukan oleh dukun atau kokolot menurut lembaga adat (Tangkesan) sedangkan Naib sebagai penghulunya. Adapun mengenai mahar atau seserahan yakni sirih, uang semampunya, dan kain poleng.

Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari tentunya masyarakat baduy disesuaikan dengan penanggalan:

  1. Bulan Kasa
  2. Bulan Karo
  3. Bulan Katilu
  4. Bulan Sapar
  5. Bulan Kalima
  6. Bulan Kaanem
  7. Bulan Kapitu
  8. Bulan Kadalapan
  9. Bulan Kasalapan
  10. bulan Kasapuluh
  11. Bulan Hapid Lemah
  12. Bulan Hapid Kayu

Seperti yang telah diuraikan diatas, apabila ada masyarakat baduy yang melanggar asalah satu pantangan maka akan dikenai hukuman berupa diasingkan ke hulu atau dipenjara oleh pihak polisi byang berwajib.

d. Bahasa

Mayoritas masyarakat Baduy Sunda namun mereka tak menutup diri untuk terus mempelajari Bahasa nasional yalkni bahasa Indonesia. Terbukti, tidak sedikit masyarakat Baduy yang dapat berbahasa Inbdonesia.

e. Sistem Pemerintahan

Orang Baduy mengnggap dirinya sebagai keturunan jauh dari 7 Batara atau Dewa, yang dikierim ke dunia di Sasaka Pusaka Buana oleh Batara Batara tunggal. Mereka membagikan diri kedalam beberapa kelompok berdasarkan keturunan mereka. Karena itu mereka hidup dalam pemukiman yang berbeda. Ada 3 pemukiman di Tangtu ( daerah bagian dalam ), yaitu Cibeo,Cikeusek, dan Cikartawana.Setiap daerah pemuk,iman memiliki puun sendiri yang secara adapt memiliki tugas khusus dan mengadakan hubungan dengan sejumlah pemukiman di Dangka (daerah bagian luar Baduy).Setiap pemukiman luar memiliki pemimpin sendiri yang disebut Jaro. Seluruh organisasi ini disebut “Masyarakat tiga Tangtu dan tujuh Jaro”. Dengan semakin banyak penduduk ada juga orang Baduy yang kini tinggal diluar tata susun resmi, yaitu di pemukiman tambahan yang disebut penamping atau pajaroan.

f. Kesenian

Dalam melaksanakan upacara tertentu, masyarakat Baduy menggunakan kesenian untuk memeriahkannya. Adapun keseniannya yaitu:

  1. Seni Musi (Lagu daerah yaitu Cikarileu dan Kidung ( pantun) yang digunakan dalam acara pernikahan).
  2. Alat musik (Angklung Buhun dalam acara menanan padi dan alat musik kecapi)
  3. Seni Ukir Batik.

g.Peralatan dan Teknologi

Kehidupan orang Baduy berpusat pada daur pertanian yang diolah dengan menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana. Dalam adapt Baduy terutama Baduy Dalam, masyarakat tidak boleh menggunakan peralatan yang sudah modern. Mereka mengandalkan peralatan yang masih sangat primitive seperti bedog, kampak, cangkul, dll.

h.Mata Pencaharian

Kehidupan orang Baduy berpenghasilan dari pertanian, dimulai pada bulan kaampat kalender Baduy yang dimulai dengan kegiatan nyacar yakni membersihkan semua belukar untuk menyiapkan ladang. Ada 4 jenis lading untuk padi gogo yaitu humas serang, merupakan suatu lading suci bagi mereka yang berpemukiman dalam. Huma tangtu merupakan lading yang dikerjakan oleh orang Baduy Dalam yang meliputi Huma tuladan atau huma jaro. Huma penamping merupakan ladang yang dikerjakan oleh orang Baduy diluar kawasan tradisional.

i. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan orang Baduy adalah Pikukuh yaitu memegang teguh segala perangkat peraturan yang diturunkan oleh leluhurnya. Dalam hal pengetahuan ini, orang Baduy memiliki tingkat toleransi, tata krama, jiwa social, dan teknik bertani yang diwariskan oleh leluhurnya. Dalam pendidikan modern orang Baduy masih tertinggal jauh namun mereka belajar secara otodidak. Jadi sebetulnya orang Baduy sangat informasional sekali sebetulnya, tahu banyak informasi. Hal ini ditunjang karena kegemaran sebagai orang rawayan (pengembara).

Sebagai penutup dan catatan penulis, kemungkinan bahwa budaya lama telah banyak digantikan dengan budaya baru menandakan sebetulnya budaya sangat relatif dan adaptif di lingkungan Suku Baduy, terutama Baduy luar. Namun, sebagai pelengkap yang lebih akurat dibandingkan foklore (cerita rakyat) dan narasumber lainnya, adalah peninggalan sejarah dan prasejarah yang tertinggal sebagai bukti terkuat, bahwa mereka termasuk komunitas masyarakat yang tertua di Banten.

*Teguh Iman Prasetya

KESUBURAN TANAH

Bagaimana usaha kita supaya tanaman kita dapat tumbuh dengan sehat, segar, hasil baik seperti yang kita harapkan?

Tanaman tumbuh ditanah, mengambil makanan dari dalam tanah. Pengambilan makanan berlangsung terus menerus selama tanaman tersebut hidup. Apabila tanaman tersebut dipanen, hasilnya dibawa pergi untuk kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Hasil panen dibawa pergi, ini berarti juga membawa makanan yang telah diserap tanaman dari dalam tanah. Apabila kejadian ini berlangsung lama, makin lama makin berkurang jumlah makanan dalam tanah yang berguna untuk tanaman. Sehingga apabila tidak ditambah makanan lagi, tanaman menjadi kerdil dan mungkin akan mati.

Tanah dapat juga menjadi kurus, seperti sapi yang sering diambil susunya, tidak pernah diberi makanan yang cukup. Salah satu faktor yang menentukan kesuburan tanaman yaitu kesuburan tanah, dan kesuburan tanah ditentukan oleh faktor-faktor: fisik, kimia, dan biologis.

Keadaan fisik

Supaya keadaan fisik dari tanah menjadi baik, maka tanah perlu diolah dulu, dengan cara bermacam-macam, misalnya: dengan ditugal, dicangkul, ditraktor, dll.

Maksud sebenarnya pengolahan tersebut yaitu untuk menggemburkan tanah yang keras dan padat, tanah menjadi pecah-pecah kecil atau besar. Dengan sendirinya apabila tanah menjadi gembur (pecah-pecah), udara dapat masuk ke dalam melalui butir-butir atau pecahan tanah (gumpalan tanah baik yang besar atau yang kecil).

Udara yang asalnya dari udara bebas cukup banyak mengandung oksigen, dan oksigen ini diperlukan oleh tanaman yang kita tanam dan jasad renik yang terdapat dalam tanah. Di dalam tanah sering ada zat-zat atau gas beracun, dengan masuknya udara yang mengandung oksigen dapat mengoksidasi zat-zat atau gas-gas tersebut, sehingga tidak beracun lagi bagi tanaman, zat-zat yang beracun tersebut misalnya nitrit berubah menjadi asam nitrat yang berguna untuk kesuburan tanaman.

Umumnya tanaman tumbuh subur bila konsentrasi karbondioksida disekitar akar tanaman tidak terlalu tinggi dan cukup oksigen.

Akar tanaman akan banyak yang mati bila konsentrasi karbon dioksida melebihi 10 % dan perkembangan akar akan berhenti pertumbuhannya bila kurang dari 5 %. Oleh karena itu dengan mencangkul tanah akan membantu mengeluarkan gas karbon dioksida dan juga gas-gas racun yang lain. Misalnya asam sulfida akan diganti atau dioksidasi dengan gas oksigen menjadi asam sulfat yang berguna untuk perkembangan akar. Makin dalam, kandungan karbondioksida dalam tanah makin banyak, sedang oksigen makin berkurang. Dengan dicangkul struktur tanah yang semula padat menjadi gembur, maka akar tanaman akan mudah menembus tanah, sehingga akan dapat memperoleh zat makanan yang diperlukan dengan mudah.

Jasad-jasad renik yang aerob yang berguna untuk tanaman, dengan masuknya oksigen akan dapat berkembang dengan subur juga. Untuk menjaga supaya tanah jangan lekas padat sebaiknya diberi tambahan kompos, pupuk kandang, pupuk hijau dan bahan organik lainnya. Untuk tanah berat dengan banyak diberi pupuk organik dan kalau mungkin juga ditambah pasir akan membuat struktur tanah menjadi gembur, dengan gemburnya tanah peredaran udara menjadi lebih baik.

Tanah yang gembur pada waktu musim hujan dapat melakukan atau merembeskan air, sehingga ruang antara butir-butir tanah tidak seluruhnya terisi air, sehingga ruangan masih ada sebagian terisi udara yang cukup untuk keperluan pertumbuhan akar tanaman. Pada waktu musim kemarau, karena daya ikat tanah yang gembur terhadap air cukup baik maka tidak akan banyak kehilangan air. Tanah yang cukup bahan organik juga mempunyai daya ikat yang baik terhadap unsur-unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman, sehingga pada waktu banyak hujan banyak mengurangi unsur hara dan hilang karena tercuci air hujan.

Keadaan Kimiawi

Tanaman juga seperti mahluk hidup yang lainnya, jaringan- jaringan terbentuk dari karbohydrat, lemak, protein, nukleoprotein dan memerlukan cukup banyak carbon, oksigen, hydrogen, phosphor dan belerang untuk pembentukkan jaringan. Selain itu juga memerlukan unsur dalam jumlah yang sedikit yaitu: besi, magnesium, mangan, zinc, tembaga, boron, dan juga molybden untuk pembentukkan enzym. Unsur lain yang diperlukan cukup banyak yaitu kalium. Kadang-kadang masih diperlukan natrium, calsium, chlor, silicon, aluminium.

Apabila ditinjau untuk keperluan pemupukkan maka sekurang-kurangnya ada 12 unsur makanan yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, dan unsur makanan ini harus diperoleh dari tanah. Unsur makanan dapat dibagi 3 kategori:

A). Unsur makanan utama

Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K).

B). Unsur makanan kedua

Calcium (Ca), Magnesium (Mg), Belereng (S)

C). Unsur makanan mikro

Besi (Fe), Tembaga (Cu), Zinc (Zn), Mangan (Mn), Boron (B), Molybden (Mo).

Umumnya unsur N.P.K. yang banyak diperlukan untuk tanaman, maka kalau tidak diberi tambahan pupuk N.P.K yang cukup tanaman akan menjadi kerdil.

Pupuk N dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (Urea, Amonium sylfat), atau pupuk organik, misalnya pupuk: kandang, kompos, air WC.

Pupuk P dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (DS, SP 36, DAP) atau kotoran ayam, itik.

Pupuk K dapat diberikan dalam bentuk pupuk buatan (Kalium sulfat) atau diberi abu.

Setiap tanah mempunyai keasaman yang berbeda-beda, ada yang sangat asam, ada yang netral, ada yang basa. Keasaman yang berbeda-beda disebabkan oleh kandungan unsur-unsur yang berbeda-beda. Derajad keasaman (reaksi tanah) ini dinyatakan dengan pH. Tanah tersebut netral bila pH 6,5 – 7,5 dan bila kurang dari 6,5 disebut asam. Setiap tanaman menghendaki pH tertentu; jadi apabila dikehendaki produksi yang optimal, maka harus diusahakan supaya tanah mempunyai pH yang sesuai dengan tuntutan tanaman.

Apabila dapat mempertahankan pH tanah antara 6,0 – 6,8 biasanya sudah dapat menjamin dapat terpakainya unsur-unsur yang diperlukan didalam tanah dan menghilangkan bahaya keracunan dari besi, Aluminium dan Mangan. Umumnya didaerah basah reaksinya asam, sedang didaerah kekeringan reaksinya basa.

Daftar I

Jumlah unsur N.P.K dalam pounds setiap 1 ton kotoran ternak.

(1 pounds = 454 gram)

JENIS TERNAK

Nitrogen

Asam Phosphat

Kalium

Kuda

13,2

5,1

12,1

Sapi

11,4

3,1

9,9

Babi

9,9

6,7

9,3

Biri-biri

15,8

6,7

18,0

Ayam (tanpa hamburan)

21,6

16,4

10,2

Itik

11,4

28,8

9,8

Daftar II

Klasifikasi pertumbuhan tanaman yang sesuai dengan reaksi tanah.

REAKSI TANAH

TANAMAN

pH 6,0 – 6,8

Bayam, brambang, kapri, kara, kobis, bunga, selada, seledri, wortel, beet, asparagus, semangka.

pH 5,5 – 6,8

Buncis, kobis, kobis tunas, timun, lombok, radis, labu, jagung, ubi jalar,tomat.

pH 4,8 – 6,8

Kentang

Keadaan biologis

Didalam tanah pertanian yang baik, umumnya banyak terdapat zat organik. Zat organik tersebut dapat dibagi menjadi 2, yaitu zat organik mati dan zat organik hidup.

Zat organik mati: sampah, daun, humus, bangkai binatang dan lain-lain. Zat organik hidup: Dalam tanah terdapat flora dan fauna yang dapat dilihat (jasad makro) dan yang dapat dilihat dengan mata telanjang (jasad mikro atau jasad renik).

Jasad makro yaitu : cacing, semut, rayap, uret, dll.

Jasad mikro yaitu : bakteri, jamur, algae, protozoa amoeboid dan lain-lain.

Umumnya zat organik hidup tersebut, makan dari zat organik mati, tetapi kadang-kadang juga makan zat organik hidup (parasit). Hasil akhir dari makanan yang dicerna oleh jasad mikro diantaranya gas karbondioksida, sehingga apabila erasi tanah tidak baik (tidak dicangkul) akan merupakan hambatan bagi pertumbuhan akar.

Seandainya jasad hidup di dalam tidak ada, maka akan terjadi timbunan dari jasad organik mati, misalnya sampah kota, ranting, cabang-cabang, batang-batang, kotoran manusia, binatang, bangkai binatang dan lain-lain.

Apabila suatu sebab kegiatan jasad renik menurun, maka terjadilah juga timbunan zat organik yang disebut gambut (veen atau peat).

Dalam tanah terdapat jasad-jasad renik yang dapat mengikat N, secara nonsimbiosis, yaitu Azotobacter (aerob). Bakteri pengikat N bersimbiose dengan tanaman leguminose yaitu genus Rhizobium. Terdapat juga jasad renik yang dapat memproduksi Ammonia dari zat organik mati oleh jamur Aspergilus, yang kemudian Ammonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococus, nitrit-nitrit yang terjadi diubah menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Proses terbentuknya Ammonia disebut Ammonifikasi, sedang terbentuknya nitrat disebut nitrifikasi. Nitrat kemudian diserap akar tanaman. Masih banyak jasad-jasad renik lainnya yang menguntungkan untuk tanaman, diantaranya yaitu jamur Mycorriza.



*Oleh: Ir. Pracaya


Pengalaman Pendampingan Serikat Tani




LANGKAH-LANGKAH PENUMBUHAN DAN PENGUATAN ORGANISASI PETANI




1. Pembentukan kelompok-kelompok petani/organisasi basis

Dalam kegiatan ini seorang pendamping harus menempuh proses yang tidak singkat. Ia harus integrasi dengan masyarakat, mengerti dan memahami kehidupan mereka serta kebutuhan mereka. Kemudian bersama-sama mereka membentuk sebuah kelompok sebagai wadah penampungan dan pemecahan masalah mereka, wadah mengembangkan ide-ide dan aspirasi mereka.

Dalam pembentukan kelompok, yang perlu diperhatikan adalah pendekatan kepada tokoh masyarakat. Karena bagaimana peran tokoh di pedesaan masih sangat dominan.

Dalam satu komunitas desa diharapkan akan terbentuk beberapa kelompok. Dan kelompok-kelompok ini bersatu dalam sebuah wadah yang disebut OTL (Organisasi Tani Lokal). Sedang nama dari organisasi ini beragam. Satu OTL dengan OTL yang lain berbeda. Ada yang paguyuban, ada yang persatuan dan lain-lain. Bahkan dalam perkembanagn selanjutnya bukan saja nama yang berbeda, tetapi keanggotaannya juga berbeda.

Ada OTL yang keanggotaannya kelompok, tetapi ada pula OTL yang keanggotaannya individu.


2. Pembentukan Serikat Petani

Berkali-kali refleksi permasalahan dilakukan oleh kelompok-kelompok tani. Maka muncul berbagai macam permasalhan dan kebutuhan petani. Antara lain :

Biaya produksi pertanian tinggi, pendapatan rendah, birokrasi tidak memihak kepada petani, teknologi pertanian kurang, kemampuan pengamatan pasar lemah, kemampuan negosiasi lemah, petani suka barang instan, kepemilikan lahan petani sempit, belum ada pengetahuan untuk berorganisasi, kerja perempuan kurang mendapat penghargaan, peran perempuan dalam aktifitas organisasi sangat kecil, biaya organisasi belum ada, permodalan petani lemah.

Permasalahan-permasalahan tersebut rupanya tidak semuanya dapat diselesaikan sendiri/kelompok. Tetapi harus ada persatuan yang kuat diantara petani dan kelompok-kelompok tani.

Berdasarkan kemauan bersama, maka kelompok-kelompok petani dikumpulkan dengan tujuan untuk bersatu dalam sebuah organisasi. Maka terbentuklah sebuah forum petani kabupaten. Dalam perjalanannya ternyata forum adalah organisasi yang belum kuat untuk perjuangan petani. Akhirnya disepakati pembentukan serikat petani kabupaten.


3. Penentuan program Serikat

Serikat petani tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan petani, tidak bisa meningkatkan kedaulatan petani, tidak bisa meningkatkan demokrasi rakyat, bila tidak memiliki program yang berorientasi pada tujuan yang berpangkal pada permasalahan petani sendiri. Makaberdasarkan hasil refleksi-refleksi kelompok dan pendataan permasalahan petani, ditentukanlah program serikat dengan melihat peluang, hambatan, ancaman dan potensi diri. Jadi penentuan program ini adalah lingkaran refleksi aksi refleksi reaksi.

D. FUNGSI DAN PERAN PENDAMPING

1. Motivasi

Motivasi dilakukan dalam segala kegiatan yangmenuju kepada kemajuan. Termasuk penumbuhan kelompok-kelompok baru agar posisi nilai tawar petani semakin kuat

Disamping itu harus dimotivasi pentingnya jaringan dengan pihak lain. Baik jaringan antar organisasi tani, jaringan dengan organisasi sektor lain maupun dengan lembaga-lembaga lain.

2. Asistensi

Kegiatan asistensi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk:

2.1. Penguatan rakyat petani dalam

a. Usaha meningkatkan pemahaman petani terhadap realitas struktural, meliputi:

¨ perubahan sosial yang terjadi

¨ ada tidaknya keadilan

¨ ada tidaknya tekanan struktural

¨ ada tidaknya ketergantungan petani

¨ ada tidaknya jaminan keamanan


b. Usaha meningkatkan pemahaman tentang posisi organisasinya, meliputi:

¨ siapa penghambat dan siapa pendukungnya

¨ apa kelemahan dan kekuatan dirinya

¨ apa yang menjadi ancaman dan hambatan

¨ bisa membedakan antara slogan dan kenyataan

¨ bisa membedakan antara komitmen dan domestifikasi

c. Usaha meningkatkan kuatnya kehendak untuk melakukan perubahan

d. Kesadaran pentingnya jaringan dan kebersamaan


2.2. Penguatan organisasi petani:

a. Tumbuhnya organisasi-organisasi petani yang kuat, yakni organisasi yang:

¨ Memiliki struktur kepengurusan sesuai kebutuhan

¨ Memiliki aturan-aturan organisasi/AD-ART

¨ iuran anggota

¨ mekanisme organisasi

¨ mandiri

¨ program kerja yang jelas

¨ menejemen yang sehat

¨ tanggap terhadap perkembangan sikon lingkungan


2.3. Penguatan perekonomian:

Tujuan dari pada organisasi tani adalah pencapaian kebutuhan-kebutuhan strategis. Namun kebutuhan-kebutuhan strategis masih sulit teratasi bila kebutuhan-kebutuhan teknis masih membelenggu petani, termasuk kebutuhan ekonomi.

Oleh karena itu pendampingan perekonomian tidak boleh dikesampingkan sama sekali. Baik kebutuhan ekonomi keluarga petani maupun ekonomi organisasi. Karena bagaimanapun ekonomi merupakan kebutuhan dominan dalam perputaran roda organisasi. Disamping itu untuk usaha menghilangkan ketergantungan petani/organisasi kepada pihak lain. Sehingga diharapkan akan terwujud kemandirian organisasi dalam arti kemandirian yang buka steril.

Untuk usaha ini, maka sangat perlu kampanye pertanian berkelanjutan yang merupakan bagian daripada reforma agraria.

Dalam usaha penguatan petani dan penguatan organisasi petani yang scup kabupaten atau lebih luas, maka seorang pendamping tidak dapat bekerja sendirian. Oleh karena itu dia harus mencari banyak kawan yang peduli terhadap nasib petani gurem, dia harus menumbuhkan Co-CO lokal dan menjaring aktifis-aktifis untuk bekerja bersama. Juga berusaha menumbuhkan kader-kader organisasi.


3. FasilitasiSeorang pendamping harus siap memfasilitasi pendidikan-pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi/kelompok, maupun pertemuan-pertemuan.


4. Mediasi
Kelompok/organisasi petani yang pengurusnya terdiri dari petani-petani murni pada umumnya kemampuan untuk berhubungan dengan pihak luar masih lemah; akses informasi masih kurang. Sehingga diperlukan puhak lain sebagai mediator. Disinilah pendamping dapat berfungsi sebagai mediator antara mereka dengan pihak luar tersebut.


5. Advokasi

Bersama-sama pengurus/kader organisasi melakukan advokasi untuk petani. Baik advokasi kasus maupun advokasi kebijakan struktural.

6. Dalam menjalankan kegiatannya seorang pendamping tidak boleh melupakan prinsip perkawanan, dan musyawaroh. Sehingga tidak ada kesan sungkan dan ewuh pakewuh (Bahasa Jawa).

KOMPOS






Kompos adalah jenis pupuk yang asalnya dari proses kehancuran alam atas bahan-bahan organis, terutama daun-daun, tumbuh-tumbuhan, jerami, daun kacang, kedelai, sampah kota dan sebagainya. Daun-daun atau sampah-sampah yang ditimbun dan kemudian dibiarkan saja, lama kelamaan atas gaya alam akan hancur dan merupakan kompos juga. Tetapi kompos yang terjadi secara demikian itu, umumnya tidak mempunyai mutu tinggi, karena dalam proses penghancuran yang demikian itu, sering kali terjadi hal-hal yang merugikan, misalnya hilangnya zat-zat makanan yang hanyut karena kehujanan, atau hilang menguap ke udara karena terkena teriknya matahari dan sebagainya.

Untuk mendapatkan kompos yang bermutu tinggi, artinya yang mengandung zat-zat makanan yang cukup dan mempunyai bentuk yang mudah dipergunakan (praktis), oleh para sarjana telah diadakan berbagai penyelidikan. Diantaranya telah diketemukan cara-cara pembuatan kompos menurut para sarjana. Balai penyelidikan di Bogor dan akhir-akhir ini dari tuan Snellen van Vollenhoven pegawai tinggi dari inspektur dinas pertanian rakyat di Jawa Tengah dahulu.

Adapun prinsip-prinsip yang dipakai oleh para sarjana dalam pembuatan kompos tadi, dalam pokok dasarnya terletak cara-cara mempergiat berkembangnya jenis bakteri, yang terutama akan melakukan penghancuran akan bahan-bahan organik dalam waktu yang singkat. Dengan menggalakkan segala faktor-faktor yang dapat menghambat dan mengurangi akan mutu kompos.

Dibawah ini kami terangkan secara singkat pembuatan kompos menurut pendapat yang akhir-akhir ini di sarankan oleh tuan Snellen van Vollenhoven yang sedapat mungkin telah disesuaikan dengan iklim dan udara di Indonesia, demikian:

  1. Tempat: Dipilih tempat yang agak teduh, dan yang berdekatan dengan air, untuk mempermudah pekerjaan menyiram.
  2. Ukuran: Lebar tumpukkan kompos sebaiknya jangan lebih dari ukuran 2 meter lebar, 3 meter panjang, dan 2 meter tinggi. Kurang sedikit dari ukuran di atas tidak mengapa. Maksudnya ialah untuk mempermudah pekerjaan selanjutnya. Di tempat yang akan diadakan pembuatan kompos, baiklah diberi petak-petak bambu lalu menurut ukuran seperti yang disebut diatas.
  3. Bahan: Sebagai bahan boleh digunakan segala macam daun-daunan, jerami, daun kacang tanah, kedelai, daun pisang, rumput-rumputan dan sebagainya. Jerami adalah bahan yang baik sekali untuk pembuatan kompos, karena jerami ini mengandung banyak lignis, ialah suatu benda yang penting bagi humus dan kompos. Tetapi walaupun demikian akan lebih baik lagi apabila jerami itu dicampur dengan daun-daun yang masih hijau seperti Clotalaria juncea, daun kedelai atau daun sebangsa leguminoceae dan sebagainya, untuk menambah zat lemas dan mempercepat terjadinya kompos. Selain bahan-bahan daun-daunan yang diperlukan lagi untuk pembuatan kompos adalah pupuk kandang, tanah, sedapat mungkin yang agak liat, abu dapur atau kapur.
  4. Air untuk menyiram: tumpukkan bahan kompos dijaga supaya selalu basah. Maka pada permulaan tiap hari perlu disiram. Lebih baik lagi apabila air yang dibuat menyiram itu air kencing atau air biasa yang dicampur pupuk kandang. Air kencing ini selain mengandung zat-zat yang berguna bagi tanaman, juga mempunyai daya mempercepat berkembangnya bakteri-bakteri yang diperlukan.
  5. Cara pembuatannya: Di tempat yang sudah ditentukan, ditanam terlebih dahulu patok-patok di tiap siku sebagai batas akan besarnya tumpukkan bahan kompos, sesudah itu bahan-bahan kompos tadi ditumpuk rata hingga merupakan suatu lapisan yang tingginya ± 50 cm. Lapisan ini lalu disiram dengan air, air kencing atau air yang dicampur dengan pupuk kandang. Apabila bahan yang dibuat kompos tadi jerami, maka biasanya tinggi lapisan itu sudah disiram lalu menurun sampai 25 cm. Di atas lapisan ini lalu ditaburkan tanah yang merupakan lapisan yang tebalnya ± 2 cm. Perlunya lapisan tanah ini adalah untuk menampung garam, zat-zat makanan yang mudah larut dalam air dan oleh karenanya mudah hilang hanyut pula. Selanjutnya diberikan diatas tanah itu pupuk kandang yang tebalnya 2 – 5 cm, lebih tebal lapisan pupuk kandang lebih baik. Gunanya pupuk kandang ini adalah sebagai umpan untuk memperkembangbiakkan bakteri-bakteri yang diperlukan. Tumpukkan lapisan berturut-turut berupa jerami, kapur atau abu, tanah dan pupuk kandang diatas itu merupakan rangkaian lapisan pertama. Pekerjaan yang demikian itu lalu diulang, hingga terjadi tumpukkan kompos yang terdiri dari berbagai lapisan. Kemudian lapisan yang terakhir perlu ditutup lagi dengan tanah. Adapun sisanya lapisan buat sementara waktu tidak ditutup, supaya udara leluasa dapat masuk dalam lapisan. Dengan demikian aerobakteri dapat berkembang dan bekerja dengan leluasa, sedang pertumbuhan cendawan (Zwammen) yang tidak dikendaki dapat dicegah. Menyiram tumpukkan kompos itu permulaan dapat dilakukan tiap hari, tetapi kemudian dapat dijalankan kadang-kadang saja. Perlu diperhatikan disini bahwa bahan-bahan dalam tumpukkan tadi tidak boleh terlalu kering atau telalu basah.
  6. Keterangan lain-lainnya: Suhu dari tumpukkan kompos tadi biasanya lalu naik hingga ± 600 C. Sesudah 10 – 14 hari suhu tadi umumnya lalu turun menjadi ± 450 C. Pada saat ini sisi tumpukkan perlu ditutup juga dengan tanah. Apabila tumpukkan tadi sudah ± 1 bulan, maka tibalah waktunya untuk dibalik. Artinya yang dalam ditaruh di luar dan yang luar dimasukkan ke dalam. Apapun maksudnya tak lain adalah untuk meratakan dan menghancurkan bahan-bahan tersebut hingga merata. Bila mana pekerjaan tadi dilakukan dengan sempurna maka dapat diperoleh kompos yang bernutu tinggi.

......................................................................................................++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\

==========================================

Keterangan:

.... : Jerami

++: Pupuk kandang

\\\ : Tanah

==: Kapur/ Abu

Gejala – gejala hama pada tanaman















1. Serangga yang menggigit tanaman dari luar. Serangga yang menggigit dari luar adalah terutama :

Coleoptera : larva dan imago (kumbang)

Lepidoptera : larva (ulat)

Orthoptera : larva dan imago

Juga rayap dan semut merusakkan tanaman secara demikian, tetapi kurang dari pada tiga ordo yang disebut di atas.

- Akar

Kalau akar dirusak oleh serangga pertumbuhan tanaman kurang subur, bisa layu, kekurangan unsur, chlorosis. Kerusakannya jelas kelihatan kalau akar digali. Kalau akar rusak sekali tanaman bisa mati. Contoh : larva dari kumbang Tenebrionidae dan Melolonthinae (uret), rayap, anjing tanah.

- Batang

Jangkrik, ulat Agrotis dan lain-lain memotong batang tanaman sedikit di atas permukaan tanah, sehingga seluruh tanaman hancur, walaupun yang dimakan hanya sedikit. Stek yang baru ditanam sering di makan rayap. Kebanyakan serangga yang makan daun juga makan batang yang masih hijau.

- Daun

Daun tanaman dimakan oleh belalang, yang kebanyakan makan daun macam – macam. Banyak ulat dari Lepidoptera makan daun, tetapi tiap jenis mempunyai tanaman inang sendiri – sendiri. Kumbang hanya ada beberapa famili yang makan daun terutama Chrysomelidae, kumbang yang ukuran kecil atau sedang, berkilauan dan sering berwarna hijau, biru, merah atau hitam. Juga Epilachna (kumbang merah dari famili Coccinellidae) terkenal makan daun, tetapi kebanyakan kumbang merah hidup sebagai predator (a.l. atas wereng padi dan kutu daun). Serangga besar makan seluruh daun, tetapi tulang daun sering tidak ikut dimakan. Serangga kecil hanya makan sebagian dari daun saja, sehingga daun ada lubang – lubang kecil (a.l. kutu anjing, Phyllotreta vittata, pada terung). Ada yang lain yang hanya mengetam yang hijau, sedangkan epidermis dibiarkan, sehingga terbentuk semacam jendela, yang kemudian menjadi coklat dan hilang kalau kena hujan, menjadi lobang. Ada serangga yang memotong daun, bukan untuk memakannya, tetapi daun dilipat atau diguling menjadi perlindungan untuk bertelur, larva atau kepompong. Semut menggunting daun untuk membuat sarang. Ulat Nympula depunctalis memakai daun padi sebagai alat transport di atas air sawah.

- Bunga dan buah

Ada beberapa jenis kumbang (terutama dari sub famili Cetoniinae dan Melolonthinae) yang makan atau merusak bunga atau buah. Kerugian biasanya tidak besar. Buah mengalami lebih banyak kerusakan dari pihak penggerek, yang kami sebutkan di bawah ini.

2. Serangga yang menggigit tanaman dari dalam. (penggerek, bahasa Inggris : borer) Serangga yang menggerek di dalam tanaman termasuk ordo sebagai berikut :

Coleoptera : larva; dalam kayu dan biji juga imago.

Lepidoptera : larva (ulat)

Diptera : larva (berenga); sebenarnya larva lalat tidak mrnggigit, karena tidak mempunyai gigi, tetapi cara menyerang dan merusakkan tanaman adalah banyak bersamaan dengan larva Lepidoptera dan Coleoptera yang menggerek.

- Akar

Biasanya serangga yang menggerek akar adalah penggerek batang yang turun sampai akar. Tanaman mulai layu, chlorosis, tumbuh kurang subur dan kayu xylem rusak bisa mati.

- Batang

Penggerek batang menyebabkan bahwa transport dalam batang atau ranting terputus, sehingga bagian tanaman di atas tempat yang terserang tidak mendapat makanan dan air lagi, maka mati. Sedangkan bagian di bawah tempat yang kena masih hijau dan hidup. Kalau batang pokok kena penggerek seluruh tanaman bisa mati. Penggerek batang banyak dari ordo Lepidoptera :

Famili Cossidae, terutama dalam kayu, antara lain Duomitus ceramicus (dalam jati), Zeuzera coffeae (dalam kopi).

Famili Pyralidae, terutama dalam batang yang masih lunak antara lain Pyrausta nubilalis (dalam jagung), Scirpophaga nivella (dalam tebu), Diatraea saccharalis (dalam tebu).

Penggerek dalam batang padi menyebabkan hama beluk, yaitu malai hampa, karena terputus pada pangkal. Ulat yang menyebabkan hama beluk antara lain Schoenobius incertulas, Scirpophaga innotata.

Dalam ordo Coleoptera ada banyak penggerek dalam (sub) famili Scolytinae dan Bostrychidae (kedua-duanya dalam kayu larva dan imago), semua Buprestidae, yang sayapnya berwarna terang dan berkilauan (larva menggerek kayu) dan Cerambycidae, yang antenna panjang sekali (larva menggerek kayu) dan Cerambycidae, yang antenna panjang sekali (larva menggerek kayu) antara lain Rhytidodera simulans dalam cabang pohon mangga dan Nothopeus hemipterus dalam jambu, cengkeh dan salam.

Dalam famili Dynastidae yang terkenal adalah Oryctes rhinoceros dab Xylotrupes gideon, yang menggerek pangkal daun kelapa sampai ke dalam daun baru (pucuk) dan merusaknya sebelum daun tersebut dapat membuka. Penting sekali juga kumbang moncong (famili Curculionidae) antara lain Cosmopolites sordidus (dalam pangkal batang pisang), Rhynchophorus feeugineus (dalam pangkal tajuk kelapa), Lophobaris spp (dalam ranting lada), Cylas formicarius (dalam ubi ketela rambat).

Dalam ordo Diptera adalah lalat antara lain Agromyza spp (dalam kedelai, kacang, Crotalaria, Fleminga), Atherigona exigua (dalam bibit padi gogo), Pachydiplosis oryzae (padi).

- Daun

Yang hidup dalam daun hanya larva saja, selama beberapa waktu, atau sampai berkepompong. Larva hidup di bawah epidermis dan makan bagian hijau dari daun sambil berjalan, sehingga bekasnya kelihatan sebagai semacam pita yang berwarna putih perak, mirip dengan lendir dari siput.

Tiap jenis serangga ada jalan yang khas.

Dalam ordo Lepidoptera yang penting adalah anggota yang berukuran kecil dari famili Tineidae dan famili Tortricidae, antara lain Phyllocnistis citrella (jeruk), Acrocercops coffeifolialla (kopi), Caloptilia theivorae (teh), Cosmopteryx pallidifasciella (tebu).

Dalam ordo Coleoptera adalah beberapa anggota kecil dari ordo Buprestidae dan Curculionidae, tetapi yang paling penting adalah dari famili Hispidae, yang terutama aktif pada tanaman monocotyledon. Banyak serangga dari famili Hispidae tidak menggerek betul-betul, tetapi hidup dalam daun muda, yang belum buka dan mengetam daun tersebut; ketika daun membuka ada garis – garis putih, yang hijau daunnya sudah hilang, sejajar dengan tulang daun antara lain Brontispa longissima dan Plesispa reichei (kelapa), Hispa armigera (padi).

Dalam ordo Diptera famili yang paling penting adalah : Agromyzidae.

- Buah

Larva dari Lepidoptera, coleoptera dan lalat yang menggerek dalam buah berasal dari telur yang diletakkan di dalam buah atau pada kulitnaya. Juga ada yang lewat bunga. Langsung sesudah menetas mulai makan daging buah merusak bagian buah dan mengundang penyakit sekunder, sehingga buah mulai busuk.

Contoh dari Lepidoptera adalah antara lain Acrocercops cramerella (coklat), Etiella zinckenella (polong leguminosae), Mudaria variabilis (randu), Heliothis armigera (jagung).

Contoh dari Coleoptera terutama dari famili kumbang moncong (Curculionidae) antara lain Cryptorrhynchus gravis (mangga) dan dari famili Scolydidae : Stephanoderes hampei (kopi).

Contoh dari Diptera terutama famili Tephritidae (lalat buah) antara lain Dacus pedestris, yang menyerang banyak jenis buah.

- Pascapanen

Biji yang disimpan dalam gudang seringkali diserang oleh serangga, terutama dari ordo Coleoptera dan larva dari ordo Lepidoptera. Infeksi bisa mulai ketika tanaman masih di lapangan (serangga ikut terbawa dengan hasil panen masuk gudang) atau baru mulai di gudang. Pada Lepidoptera hanya larva yang menggerek dalam biji, seringkali dengan tambahan gangguan karena memproduksikan benang yang mengikat biji satu sama yang lain. Larva bisa hidup dalam biji dari tetas sampai berkepompong. Lepidoptera hanya menyerang lapisan luar dari karung atau tumpukan biji, sedangkan biji yang disimpan ditengah tidak kena. Beberapa contoh yang penting : Sitotroga cerealella (gabah), Gelechia operculella (umbi kentang), Ephestia cautella (coklat, kopra, kacang dll.) Juga pada ordo Coleoptera yang menyebabkan rugi paling besar adalah larva, tetapi juga imago makan biji, seringkali menggerek dari luar. Coleoptera tidak hanya hidup dalam lapisan luar, tetapi menyerang seluruh persediaan di gudang. Yang menyerang hasil panen adalah banyak kumbang dari famili Bruchidae (tanaman polong-polongan). dan Curculionidae (antara lain Calandra oryzae), tetapi juga ada dari famili lain, umpamanya Oryzaephilus surinamensis (gabah), Rhyzoptertha dominica (gabah), Lasioderma serricorne (tembakau), Araecerus fasciculatus (kopi).

3. Serangga yang menghisap

Serangga yang menghisap termasuk ordo Hemiptera dan trips. Tungau mempunyai mulut untuk menghisap atau mengetam. Semua serangga yang menghisap hidup diluar tanaman. Serangga yang menghisap pada umumnya bisa hidup pada semua bagian tanaman, walaupun hanya ada beberapa yang menghisap akar. Kehilangan air tanaman yang dihisap oleh serangga tidak merupakan kerugian yang besar. Lebih besar adalah rugi akibat racun yang dimasukkan oleh serangga ke dalam tanaman. Racun menyebabkan :

1. Sel – sel sekitarnya mati, menyebabkan bercak yang hitam pada daun dan buah.

2. Luka makin membesar, sehingga bakteri dan jamur bisa masuk dan menyebabkan penyakit sekunder.

3. Merangsang tanaman membentuk puru yang dapat berfungsi sebagai gudang makanan untuk serangga yang bersangkutan (terutama tungau, trips dan kutu daun).

Serangga penghisap juga berfungsi sebagai vektor untuk penyakit virus (lihat disana)

- Akar

Tidak ada banyak serangga yang menghisap akar. Rugi yang disebabkan biasanya juga tidak begitu besar. Andaikata serangga berjumlah banyak, tanaman bisa layu karena kekurangan air.

Contoh dari kutu daun : Dysmicoccus brevipes (padi, tebu, kacang)

Contoh dari Heteroptera : Stibaropus melginus (tebu)

- Daun dan batang

a.) Kutu daun

Kutu daun menyebabkan daun menjadi keriting, sedangkan embun madu menarik semut dan jamur jelaga, sehingga daun menjadi hitam. Kutu daun selalu hidup berkelompok dan kalau jumlahnya besar sekali dapat mengambil begitu banyak unsur dari tanaman, sehingga tanaman akan mati. Kutu daun ada banyak jenis yang berfungsi sebagai vektor untuk virus.

b.) Trips

Trips mempunyai bentuk tubuh yang tidak melebihi 2 mm dengan stilet yang begitu pendek bahwa hanya dapat menghisap lapisan sel yang paling atas (langsung di bawah epidermis) Sel – sel yang dihisap kosong secara diffusi diisi oleh udara di luar, sehingga daun menjadi seperti berkilap akibat udara dibawah epidermis itu. Sesudah beberapa hari tempat tersebut menjadi coklat karena jaringan mati. Kalau serangga agak besar pinggir daun bergulung. Daun – daun ini dihamburi dengan titik – titik hitam, yang merupakan kotoran dari trips. Juga ada trips yang merangsang tanaman untuk membentuk puru.

c.) Tungau

Tungau menyebabkan daun tanaman menjadi kuning dan cokelat, warnanya menjadi “dof” , ada gejala nekrosis dan kemudian gugur. Tungau selalu hidup berkelompok. Ada jenis yang membuat semacam benang dibalik daun, sebagai pelindung dan untuk dapat berjalan dengan lebih lancar. Tungau sendiri kelihatan diantara benang itu sebagai titik merah, kuning, atau hitam yang bergerak (fam. Tetranychidae). Ada juga yang merangsang tanaman untuk membentuk puru (fam. Eriophyidae).

d.) Sikadellida

Sikaedellida meliputi terutama serangga yang disebut wereng pada tanaman padi : Nephotettix spp (wereng hijau), Sogata spp dan Nilaparvata lugens (wereng coklat) dan lain-lain. Hama wereng, kalau hebat, menyebabkan tanaman padi kering, layu dan mati (bahasa Inggris : hopper burn). Sikadellida juga merupakan vektor untuk virus. Ada sikadellida yang menyerang tanaman yang lain dari padi, seperti Empoasca (kacang-kacangan), Indiocerus niveosparsus (mangga). Pada tanaman kacang – kacangan daun muda bergulung, menjadi kuning dan mati pada daun – daun ada titik – titik putih (bekas luka stilet) dan pertumbuhan tanaman terlambat. Pada tanaman mangga ada banyak jamur jelaga, luka akibat betina bertelur dalam kulit cabang muda dan banyak bunga dan buah muda yang gugur.

e.) Heteroptera

Heteroptera menyebabkan tanaman menjadi kuning, karena kekurangan air, pertumbuhannya menjadi kurang subur dan tanaman muda atau ranting yang muda dapat mati. Heteroptera seringkali memasukkan racun ke dalam tanaman lewat stilet; akibatnya tanaman ada bentuk yang kurang normal (bengkak). Bekas luka stilet biasanya menjadi hitam akibat racun. Lewat luka juga bisa masuk penyakit sekunder. Juga ada Heteroptera yang bertelur ke dalam tanaman dan dengan demikian merusakkan jaringan batang, daun, atau buah. Beberapa contoh adalah : Nezara viridula (padi, kedelai, jagung, dll), Helopeltis (teh, coklat dll.), Scotinophara coarctata (padi), Phaenacantha saccharida (tebu).

- Buah

Kutu, trips, tungau dan Heteroptera mengisap pada buah. Pada umumnya tiga ordo yang disebutkan pertama tidak menyebabkan akibat luka parah, walaupun nilai ekonomis dari buah bisa turun. Kutu yang menghisap pada bunga atau buah yang masih dapat menyebabkan kerontokan. Karena Heteroptera bukan hanya menghisap tetapi juga memasukkan racun ke dalam buah. Heteroptera menyebabkan rugi lebih besar : titik – titik yang hitam, penyakit sekunder, buah yang busuk atau gugur. Beberapa contoh : Dysdercus cingulatus (kapas, kapok, dll.) Dasynus piperis (lada). Helopeltis antonii (coklat). Riptortus linearis (polong Leguminosae). Leptocorixa acuta (padi : butir menjadi hitam dan hampa)

Mengenal Hama Serangga

HAMA SERANGGA

antara binatang yang merupakan hama tanaman, para serangga (insek) memainkan yang paling penting. Sampai sekarang sudah tercatat lebih dari 30.000 jenis sebagai hama tanaman. Jumlah serangga yang tidak merugikan tanaman masih puluhan kali lebih banyak, diantaranya ada yang membantu manusia sebagai musuh (predator) serangga perusak tanaman, dalam proses pembuahan, sebagai penghancur sampah dan kotoran dsb.

Serangga adalah binatang yang mempunyai badan yang tersdiri atas 20 ruas (segmen): 6 segmen yang merupakan kepala, 3 segmen untuk thorax (dada) dan 11 segmen untuk abdomen. Panjangnya tubuh antara 0,2 mm dan 30 cm, tetapi diameter tubuh jarang melebihi 1 cm. Jumlah kaki 6. Kalau sudah dewasa mempunyai sayap dua pasang. Serangga mempunyai rangka di sebelah luar tubuhnya, yang terdiri atas bagian – bagian keras, dipisah oleh selaput – selaput yamg lunak. Rangka tersebut lebih kuat daripada rangka binatang yang menyusui dan cukup supel, tetapi harus diganti beberapa kali selama serangga masih dalam masa pertumbuhan.

ANATOMI SERANGGA

Tubuh serangga terdiri atas tiga bagian dasar : kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

Kepala

Kepala terdiri 6 segmen, yang sudah tumbuh menjadi satu. Kepala merupakan pusat panca indra dan makan. Kepala dilengkapi dengan :

Mulut : itu merupakan bagian serangga yang paling penting, kalau kita mempelajari hama tanaman, karena dengan mulut serangga merusak tanaman.

Ada beberapa bentuk mulut :

a) bentuk untuk menggigit : dua pasang rahang, yang atas (mandibulum) yang paling kuat, yang bawah (maxilla) dilengkapi dengan alat peraba (palp)

b) bentuk untuk menghisap : suatu jarum (stilet) yang dapat dimasukkan ke dalam jaringan tanaman, dalam stilet tersebut ada dua saluran : satu untuk menghisap air tanaman satu untuk mengeluarkan ludah masuk tanaman.

c) bentuk untuk menjilat : rahang tidak berfungsi, tetapi serangga menjilat dengan lidah, dengan demikian tanaman tidak rusak dan serangga yang menjilat tidak merupakan hama sendiri (tetapi larvanya bisa mempunyai mulut untuk menggigit).

Antena : tiap serangga mempunyai dua antena, yang dipakai sebagai alat untuk mencium bau dan untuk meraba. Bentuknya sangat berbeda – beda, ada yang pendek dan ada yang panjang, ada yang sederhana, ada yang majemuk, seringkali yang pejantan mempunyai antena yang lebih besar daripada yang betina.

Mata : serangga yang dewasa biasanya mempunyai dua macam mata :

a) mata majemuk : dua mata yang besar, yang terdiri atas ribuan lensa kecil, mata tersebut cocok sekali untuk melihat gerakan – gerakan disekitarnya, tetapi gambar tidak begitu jelas.

b) ocellus : mata yang sederhana, gambar sangat kabur tidak melihat warna, hanya intensitas cahaya mungkin sedikit gerakan – gerakan, jumlah ocelli 3 biji, letaknya di dahi dalam susunan persegi tiga.


Larva dengan metamorfosa sempurna tidak mempunyai mata majemuk, tetapi seringkali mempunyai ocelli : letaknya disebelah kiri dan kanan kepala, jumlahnya tidak tentu, bisa 1 – 7 biji tiap sebelah. Larva dengan metamorfosa yang tidak sempurna biasanya mempunyai mata majemuk dan ocelli.

Thorax

Thorax atau dada terdiri atas 3 segmen. Thorax merupakan pusat gerakan serangga. Thorax dilengkapi dengan :

- Kaki : 3 pasang, tiap segmen satu pasang. Fungsi utama untuk berjalan, tetapi seringkali kaki disesuaikan dengan fungsi yang lain : melompat, menggali, memegang mangsa dsb.

- Sayap : kebanyakkan serangga dewasa mempunyai sayap, tidak pernah lebih dari dua pasang pada segmen yang ketiga. Larva belum mempunyai sayap. Fungsi untuk terbang, tetapi kalau keras juga untuk melindungi tubuh serangga.

Abdomen

Abdomen atau perut terdiri dari 11 segmen, abdomen merupakan pusat pencernaan dan reproduksi.

- Pencernaan : saluran pencernaan dalam tubuh serangga sederhana dan kurang lebih sama panjang dengan tubuh serangga sendiri. Saluran tersebut terdiri atas : Mulut (dalam kepala serangga), kerongkongan (dalam kepala dan thorax), tembolok, yaitu tempat penyimpanan makanan (dalam abdomen) usus (dalam abdomen) dan anus atau dubur (dalam segmen paling belakang). Dalam usus makanan diuraikan dan lewat dinding usus, unsur – unsur diberikan kepada darah untuk ditransportkan ke organ – organ yang lain. Lewat buli – buli Malphigi darah memasukkan kotoran ke dalam usus untuk dilepaskan lewat anus.

- Darah : 75 % dari berat badan serangga terdiri atas darah. Hampir tidak ada pembuluh darah, tetapi darah mengalir secara bebas di semua rongga badan serangga dan semua organ tercelup dalam darah. Warna darah kuning muda, darah tidak mengandung haemoglobine, karena tidak mempunyai fungsi dalam transport zat asam. Darah mengangkut unsur – unsur dari usus ke organ – organ dan mengangkut sampah, termasuk karbondioxide, dari organ – organ ke usus. Darah juga berfungsi untuk menutup luka dan membrantas infeksi. Darah digerakkan oleh gerakan anggota badan, tetapi juga ada jantung yang sederhana, terutama untuk mendorong darah ke dalam thorax dan kepala.

- Pernapasan : serangga tidak mempunyai paru – paru. Zat asam langsung masuk lewat spirakel dan trakea. Trakea adalah semacam pipa, bercabang, ujung yang satu pada kulit (spirakel) sedangkan ujung yang lain sampai ke dalam tubuh serangga.

- Genitalia : alat kelamin serangga terletak pada badomen, segmen 9 untuk yang pejantan, segmen 8 dan 9 untuk yang betina. Yang betina sering dilengkapi ovipositor, yaitu alat untuk bertelur, ada jenis serangga yang mempunyai ovipositor yang panjang, sehingga dapat bertelur ke dalam tanah atau ke dalam jaringan tanaman. Genitalia, terutama yang dari pejantan, selama tidak dipakai, biasanya tersembunyi dalam tubuh serangga.

Daur hidup atau siklus serangga

Ada dua macam siklus, yaitu untuk serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna dan untuk serangga dengan metamorfosis yang sempurna

Metamorfosis artinya perubahan bentuk. Serangga dengan metamorfosis sempurna mengalami perubahan bentuk yang menyolok, sedangkan yang lain tidak.


Metamorfosis yang tidak sempurna :

iklus serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna terdiri atas tahapan – tahapan sebagai berikut :


- Telur : hampir semua serangga bertelur. Jumlah telur bisa banyak atau sedikit, berkelompok atau tunggal. Seringkali telur diletakkan pada tempat yang tersembunyi atau ditutup. Telur tidak dijaga. Diantara kutu daun ada yang melahirkan anak yang sudah hidup (vivipar).

- Larva : anak serangga disebut larva. Larva dari serangga yang mempunyai metamorfosis yang tidak sempurna juga disebut nimfa. Nimfa mempunyai bentuk tubuh yang sudah menyerupai bentuk induknya. Nimfa hidup bersama dengan serangga dewasa dan makan tanaman yang sama juga. Nimfa ganti kulit beberapa kali (biasanya 4 – 10 kali) dan tiap kali ganti kulit bentuk nimfa makin menyerupai bentuk serangga dewasa. Kali yang terakhir ganti kulit sayap sudah jadi terbentuk. Nimfa yang baru keluar dari telur disebut instar 1, sesudah satu kali ganti kulit disebut instar 2 dan seterusnya sampai dewasa.

- Imago (dewasa). Serangga yang dewasa mempunyai sayap, mata majemuk dan genitalia. Serangga yang mempunyai metamorfosis yang tidak sempurna adalah : semua serangga yang menghisap tanaman, belalang, jangkrik, anjing tanah, dan rayap.

Metamorfosis yang sempurna :

Siklus serangga dengan metamorfosis yang sempurna terdiri atas tahap – tahap yang berikut :

- Telur

- Larva : larva dari serangga dengan metamorfosis yang sempurna mempunyai bentuk yang berlainan dengan bentuk dewasa. Cara hidup juga seringkali berbeda dengan cara hidup serangga yang dewasa, lain tanaman yang di makan, malahan sering hidup di tempat berlainan. Juga larva ini beberapa kali ganti kulit, tetapi bentuk dari tiap instar tetap berlainan dengan bentuk dewasa.

Ada tiga macam bentuk larva :


a)
tipe cacing : larva ini tidak mempunyai kepala, tidak mempunyai kaki, sedangkan mulutnya hanya merupakan suatu lobang yang dapat dibuka, supaya makanan masuk. Larva ini hanya dapat hidup di tempat yang ada banyak makanan tersedia (seperti buah). Serangga dengan larva tipe cacing adalah lalat, semut, lebah.

b) tipe ulat : Larva ini mempunyai kepala dengan mulut untuk menggigit. Pada thorax ada tiga pasang kaki benar sedangkan pada abdomen ada sejumlah pasang kaki tambahan tanpa sendi. Kaki tambahan tidak ada pada segmen pertama dan kedua dari abdomen. Jumlah kaki tambahan tidak tentu, ulat jengkal hanya mempunyai satu pasang saja, ditambah satu pasang pada segmen yang paling belakang. Larva tipe ulat adalah larva dari kupu – kupu.

c) tipe larva kumbang : Semua larva kumbang mempunyai kepala yang jelas, dengan mulut untuk menggigit. Kebanyakan larva kumbang juga mempunyai kaki 3 pasang kecuali larva dari kumbang moncong yang hidup dalam tempat yang ada makanan banyak dan mudah tersedia, juga larva yang hidup dalam kayu seringkali kakinya kurang berkembang. Larva yang hidup di bawah tanah atau dalam kompos atau kotoran, ada yang mempunyai bentuk dalam huruf C (uret). Larva kumbang tidak mempunyai kaki semu.

- Kepompong (pupa) : Dalam fase berkepompong larva menjadi dewasa; sayap dibentuk dan seluruh bentuk tubuh diubah menjadi bentuk serangga dewasa. Selama proses ini berlangsung serangga tidak makan dan hidup dalam keadaan istirahat. Karena kepompong merupakan fase inaktif bagi serangga, proses tersebut biasanya berlangsung pada tempat tersembunyi. Kebanyakan larva membuat kokon dulu dengan memakai bahan dari tubuh sendiri, atau tanah, kayu, kotoran dan sebagainya. Larva masuk ke dalam kokon dan baru keluar kalau sudah jadi dewasa. Larva yang memakai kokon disebut kepompong tertutup, yang tidak memakai kokon disebut kepompong terbuka. Lalat mempunyai kokon yang bentuknya bulat panjang, seperti telur, berwarna gelap. Nama kokon lalat adalah puparium.

- Imago. Serangga yang mempunyai metamorfosis yang sempurna adalah kupu-kupu, kumbang, lalat semut.

Klasifikasi serangga

Serangga termasuk phylum Arthropoda, kelas Insecta (Hexapoda). Dalam kelas insecta ada 29 ordo. Dibawah ini hanya dibicarakan ordo yang penting sebagai hama tanaman. Dalam setiap ordo ada sejumlah famili, dalam setiap famili ada sejumlah genus, dalam tiap genus ada species. Tiap serangga mempunyai nama Latin yang terdiri atas dua kata, yang pertama nama genus, yang kedua menentukan species. Kalau dalam satu species ada anggota yang berbeda sifatnya (seperti tanaman yang diserang, resistensi terhadap obat dsb) disebut biotipe.

1. Ordo Coleoptera (kumbang)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva maupun imago mempunyai kepala dan mulut yang jelas, biasanya mempunyai kaki. Imago mempunyai sayap muka yang keras, yang tidak dipakai untuk terbang, tetapi untuk melindungi tubuh kumbang. Kalau beristirahat sayap tidak saling menutupi, tetapi membentuk garis di tengah. Sayap belakang lunak dan dipakai untuk terbang. Beberapa famili yang penting :

Coccinellidae : kumbang merah

Chrysomelidae: pemakan daun, perusak daun

Melolonthinae : larva uret

Cerambycidae : penggerek kayu

Curculionidae : kumbang moncong

2. Ordo Lepidoptera (ulat, kupu-kupu, ngengat)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva berbentuk ulat dengan kaki semu dan mulut untuk menggigit. Kepompong biasanya dalam kokon. Imago mempunyai mulut untuk menjilat : suatu lidah yang panjang yang dapat digulung kalau tidak dipakai. Sayap dan tubuh bersisik. Kalau beristirahat ada sayapnya berbentuk atap (Heterocera), ada yang sayapnya tegak lurus di atas tubuhnya (Rhopalocera).

3. Ordo Diptera (lalat)

Serangga dengan metamorfosis yang sempurna. Larva bentuknya seperti cacing, tanpa kaki, tanpa kepala yang jelas (berenga). Berkepompong seringkali dalam puparium, yang berbentuk bulat telur. Imago hanya mempunyai satu pasang sayap, sayap belakang tidak ada, yang tinggal hanya satu pasang halteres sebagai alat keseimbangan. Mulut imago untuk menjilat, bibirnya agak menonjol. Beberapa famili yang penting :

Agromyzidae : lalat dalam tanaman Leguminosae

Trypaneidae : lalat buah

4. Ordo Orthoptera (belalang, jangkrik, anjing tanah)

Serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna. Nimfa dan Imago mempunyai mulut untuk menggigit. Orthoptera pada umumnya mempunyai kaki belakang yang besar, untuk melompat (tetapi anjing tanah mempunyai kaki muka yang besar untuk menggali). Sayap muka biasanya agak tebal, sayap belakang lebih lunak. Thorax ditutupi dengan pronotum, yang bentuknya seperti semacam pelana. Yang betina sering mempunyai ovipositor yang jelas.

Beberapa famili yang penting :

Acrididae : belalang

Tettigonidae : belalang daun, walang kerik (ovipositor seperti pedang)

Gryllidae : jangkrik, yang aktif waktu malam, makan tanaman yang

pendek, siang hari di bawah tanah (dalam lobang) atau dibawah batu, sampah dsb.

Gryllotalpidae : anjing tanah, yang hidup di bawah tanah merusak akar,

umbi, tunas dsb.

5. Ordo Hemiptera

Ordo ini adalah ordo yang besar yang meliputi semua serangga dengan metamorfosis yang tidak sempurna, uamh mempunyai mulut untuk menghisap air tanaman. Ordo ini dibagi menjadi dua subordo :

subordo Homoptera : serangga yang mempunyai sayap muka yang homogen; pada waktu istirahat sayap berbentuk atap.

subordo Heteroptera : serangga yang mempunyai sayap sayap muka yang separuh lunak dan separuh keras; pada waktu istirahat sayap saling menutupi dan mendatar. Seringkali berbau.

Dalam subordo Homoptera yang merupakan hama tanaman adalah kutu daun dan sikadellida.

- Kutu daun (Phytophthires) adalah serangga yang kecil, yang biasanya hidup berkelompok. Perkembangan cepat dalam musim kemarau. Kutu daun memproduksi cairan yang manis (embun madu) yang dikeluarkan dan disenangi oleh semut, yang biasanya rajin mengunjungi kelompok kutu daun; sisa embun madu yang tidak dimakan oleh semut menjadi inang jamur jelaga, yang menutup daun, mengganggu fotosintesa dan membuat temperatur daun tinggi karena warna hitam. Banyak kutu daun membentuk lilin yang melindungi kutu tersebut terhadap musuh. Kutu daun dibagi menjadi tiga superfamili :

a. Psylloidea (fam. Psyllidae)

Psylloidea adalah kutu daun yang aktif sekali, bergerak dengan melompat dan terbang. Pejantan maupun betina mempunyai sayap. Nimfa bentuknya datar dan kurang aktif daripada imago; sering hidup puru. Kutu ini memproduksi embun madu. Kutu loncat pada lamtoro (Heteropsylla cubana) dan vektor CVPD pada jeruk (Diaphorina citri) termasuk superfamili ini.

b. Aphidoidea (fam. a.l. Aphididae)

Kutu aphis dapat bergerak secara bebas, tetapi biasanya tidak mempunyai sayap. Kadang – kadang ada suatu angkatan yang mempunyai sayap, terutama kalau lingkungan menjadi kurang cocok. Di Indonesia tidak ada pejantan; yang betina melahirkan dengan tidak kawin (parthenogenesis) dan tanpa telur (vivipar). Aphidoidea mempunyai satu pasang sifon (semacam tanduk) pada segmen abdomen, yang memproduksi lilin kalau kutu diserang oleh musuh. Juga ada jenis yang tubuhnya dilapisi dengan lilin.

c. Coccoidea (kutu perisai) (fam. a.l. Coccidae, Pseudococcidae, Diaspididae)

Kutu perisai ada banyak di daerah tropis dan merupakan hama yang berat. Larva yang muda masih bisa hidup dengan bebas, tetapi kemudian mengikat diri dengan stilet pada tanaman dan tubuhnya ditutupi oleh lilin atau damar atau bahan lain, yang melindunginya. Yang betina biasanya tidak bergerak lagi. Yang pejantan mengalami perkembangan yang normal dan mempunyai satu pasang sayap. Seringkali hanya ada sedikit sekali pejantan atau sama sekali tidak (parthenogenesis). Coccoidea mengeluarkan embun madu.

d. Aleyroidea (lalat putih) (fam. Aleyrodidae)

Maih ada superfamili yang keempat, yang mirip dengan kutu daun : lalat putih, yang mempunyai dua pasang sayap (jarak sayap maksimal 5 mm) yang warnanya putih dan dihamburi dengan tepung yang halus. Telur bertangkai. Larva yang muda berjalan bebas, kemudian kakinya hilang, bentuknya menjadi datar dan ada benang – benang lilin. Ada semacam fase berkepompong di bawah perisai. Lilin dan kulit larva tertinggal agak lama pada tanaman. Juga lalat putih memproduksikan embun madu. (Bemisia tabaci; Aleurodicus destructor)

- Cicadelloidea (Sikadellida), famili a.l. Jassidae dan pelphacidae, adalah kelompok yang kedua dalam subordo Homoptera. Anggota kelompok ini adalah serangga kecil (2 – 6 mm) dengan kepala yang lebar dan antenna yang pendek. Kalau diganggu melompat ke samping. Ada yang memproduksikan embun madu. Sikadellida memperbanyak diri dengan cepat dan hidup dalam jumlah besar di satu tempat. Wereng padi (Nephotettix, Nilaparvata, Sogata, Sogatella) termasuk sikadellida.

Subordo Heteroptera (kepik) meliputi a.l. famili :

Pentatomidae : tubuhnya lebar dan pendek

contoh : Nezara viridula

Coreidae : tubuhnya panjang

contoh : Leptocorixa acuta (walang sangit)

Pyrrhocoridae : tubuhnya panjang, warna merah dan hitam

contoh : Dysdercus

Capsidae : tubuhnya panjang dan halus

contoh : Helopeltis

6. Ordo Thysanoptera (trips)

Serangga yang kecil (1-2 mm), imago warnanya hitam larva warnanya putih, kuning atau merah. Sayap sempit sekali, pinggirnya berbulu panjang. Mulut seperti stilet, tetapi pendek, tidak bisa masuk tanaman lebih dalam daripada lapisan sel yang paling atas. Karena sel-sel yang dihisap kosong, kemudian terisi udara, daun tanaman menjadi seperti berkilau, stilet juga dapat dipakai untuk memarut tanaman. Metamorfosis tidak sempurna, tetapi dengan 2 – 3 instar seperti kepompong. Trips adalah serangga yang aktif sekali.

7. Ordo Isoptera (rayap)

Serangga yang hidup berkelompok dengan pembagian kerja yang teratur. Metamorfosis tidak sempurna. Mulut untuk menggigit. Dalam satu sarang hanya ada satu imago betina, yang menjadi besar sekali dan bertelur terus menerus. Ada satu atau dua imago pejantan, yang berukuran jauh lebih kecil daripada betina. Kebanyakan larva tidak pernah menjadi imago tetapi kalau sudah “dewasa” mendapat fungsi sebagai pekerja (mencari makanan, memperbaiki sarang) atau prajurit (melindungi teman dan sarang). Pekerja dan prajurit tidak kawin dan tidak bertelur. Sebagian dari larva dibesarkan secara lain sehingga menjadi imago, bersayap (laron). Laron tersebut dapat membentuk suatu sarang yang baru. Rayap makan kayu, terutama kayu yang sudah mati, tetapi juga stek yang baru ditanam atau tanaman yang kurang sehat. Rayap senang bekerja dalam kegelapan dan menutup tanaman yang diserang dengan lapisan tanah. Diatas 1.600 m tidak ada rayap lagi, karena terlalu dingin.

8. Ordo Hymenoptera (semut; juga masuk dalam ordo ini : lebah dan tabuhan)

Semut (Formicidae) adalah serangga yang hidup berkelompok dengan pembagian kerja yang teratur. Metamorfosis yang sempurna. Mulut untuk menggigit. Ada ± 4.600 jenis semut. Semut mempunyai tanda khas dari semua Hymenoptera, yaitu “pinggang” yang sempit antara segmen 1 dan 2 dari abdomen. Imago betina dan imago pejantan semut kawin biasanya waktu terbang. Sesudah itu pejantan cepat mati, sedangkan yang betina, mulai membentuk sarang yang baru. Sebagian besar dari larva tidak menjadi imago, tetapi pekerja; kadang – kadang diantara pekerja ada yang bertugas sebagai prajurit. Makanan semut adalah binatang (mati atau hidup), tetapi juga ada banyak yang makan biji, stek atau bagian dari tanaman. Ada semut yang senang dengan embun madu dari kutu daun dan ikut menyebarkan hama kutu daun. Dalam ordo Hymenoptera ini juga ada beberapa famili tabuhan kecil yang hidup sebagai parasit pada serangga yang lain. Sebagai musuh alami tabuhan tersebut sangat membantu mengendalikan beberapa hama. Tabuhan parasit tersebut bertelur dalam atau dekat dengan telur, larva atau imago dari serangga inang dan seluruh (atau sebagian dari) siklus parasit terjadi dalam tubuh serangga inang, yang biasanya tidak langsung mati. Biasanya ukuran tabuhan parasit kecil adalah 1 – 2 mm, tetapi juga ada yang sampai 2 cm. Beberapa famili yang penting adalah Ichneumonidae, Chalcididae, dan Trichogrammatidae (parasit telur). Lebah juga termasuk ordo ini, tetapi hampir semua jenis lebah tidak merupakan hama; malahan membantu dalam proses penyerbukan.

9. Ordo Acarina (tungau, mite)

Acarina termasuk phylum Arthropoda, tetapi tidak termasuk golongan Insecta. Tungau termasuk kelas Arachnida (labah – labahan). Acarina adalah binatang kecil (1 mm ke bawah), tidak ada segmen, mulut ada yang untuk menghisap, ada yang untuk menggigit, tetapi biasanya hanya makan air tanaman. Instar pertama mempunyai kaki 6, instra kedua dan seterusnya mempunyai kaki 8 (kecuali Eriophydae). Acarina memperbanyak diri dengan cepat. Banyak tungau hidup dalam tanaman yang sudah mati dan busuk. Diantara tungau yang hidup pada tanaman sebagai parasit dan hama yang berikut adalah yang paling penting : Tetranychidae : tungau yang kuning atau merah, yang hidup dibalik daun dan membentuk benang yang halus seperti sarang labah-labah; akibat serangan tungau adalah : daun menjadi coklat dan kering, keriting, daun gugur, pertumbuhan terganggu.

Eriophyidae : tungau yang menyebabkan puru pada tanaman dan salah bentuk yang lain; jumlah kaki sebagai larva dan imago selalu 4; ukuran tidak lebih besar daripada 0,2 mm. Juga ada tungau yang makan jenis tungau yang lain atau serangga kecil. Dengan demikian membantu mengendalikan hama tanaman.

Pertanian Organik Vs Globalisasi








PERTANIAN ORGANIK:

Reaksi Positif Terhadap Dampak Negatif Globalisasi


Pengertian Dasar

Pandangan dasar: mengembangkan prinsip-prinsip mencintai tanah, memberi makanan kepada tanah yang selanjutnya tanah memberikan makanan kepada tanaman.

Tidak memberikan makanan secara langsung kepada tanaman.

Strateginya: memindahka hara secepatnya dari sisa tanaman, kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah.

Dasar Pertanian Organik

Menurut Rm. Agatho, penggerak pertanian organik di Cisarua Bogor: dasar mengembangkan pertanian organis ini adalah KESEDIAAN MAU BERBAGI.

Sikap ini menjadi dasar pelayanan. Mau melayani. Kita bisa belajar dari alam untuk pelayanan ini. Semakin disadari bahwa apa yang dilakukannya adalah pelayanan.

Lawan dari organis adalah EGOIS. Semuanya untuk diri sendiri.

Allah menciptakan alam semesta dan manusia bukan untuk egoisme manusia, tetapi untuk pelayanan.

Kalau orang dapat melayani tanah, maka tanah juga akan memberikan sesuatu.

Unsur-unsur Pertanian Organik

Mantap secara ekologis

Bisa berlanjut secara ekonomis

Adil

Manusiawi

Luwes

Peka budaya

Berdasarkan ilmu pengetahuan holistik

Butir-butir Pengalaman Bertani Organik

Segala barang yang bisa busuk itu merupakan pupuk kompos.

Pembusukan bisa dilakukan lewat direndam air.

Penanaman sayur mayur dengan cara campur sari. Tidak satu jenis tanaman, tetapi berbagai jenis tanaman. Maksudnya, supaya kalau yang satu gagal, masih ada yang lain. Alamlah yang memberikah pertumbuhan. Saling membantu.

Pengembangan bibit lokal.

Pengobatan diambilkan dari alam.

Tanah perlu diberi waktu untuk istirahat. Tidak terus menerus ditanami atau dieksploitasi.

Perlunya penanaman untuk ketahanan pangan.

Pengolahan tanah dengan menggunakan pupuk kompos.

Mengolah tanah sedemikian rupa sehingga setiap hari bisa dihasilkan sayuran yang siap untuk dijual.

Keuntungan Pertanian Organik

Kualitas hasil tani – sehat dan aman

Mengembangkan kreativitas – inovatif

Bibit/benih local dipakai

Menghemat biaya produksi

Harga tinggi

Ramah lingkungan

Pupuk Organik

Ciri umum: kandungan hara rendah, ketersediaan unsure hara lambat, dan menyediakan unsure hara dalam jumlah terbatas

Pengaruh pupuk organi: mempengaruhi sifat fisik tanah, mempengaruhi sifat kimia tanah, mempengaruhi sifat biologi tanah, mempengaruhi kondisi sosial (daur ulang,limbah perkotaan, dll),

Kelemahan: butuh jumlah yang banyak, bersifat ruah, dan timbulkan

Pengendalian hama

Tidak membasmi musuh alami

Preventif, melindungi

Kesehatan tanaman diusahakan

Tidak tergantung pada bahan kimia pertanian

Perencanaan dan pencegahan

Kondisi lahan harus bagus dan baik

Belajar memahami hama yang ada

Menggunakan teknik yang sederhana

Menggunakan bahan beracun hanya dalam keadaan terpaksa

Penyemprotan yang terserang saja

Jangan berharap masalah dapat teratasi dengan tuntas

Buang tanaman yang lemah atau tumbuhnya kurang baik

Beberapa contoh pupuk alami dan pestisida alami

  • Air kencing lembu ditampung dan dibiarkan selama 2 minggu, kemudian dilarutkan dalam air dengan perbandingan air kencing dan air 1:6 kemudian disemprotkan. Bisa dicampur dengan segala empon-empon: dipakai untuk pestisida alami dan pupuk alami.
  • Batang pisang diiris tipis-tipis 1 kg + tetes tebu 1 kg (gula pasir/gula jawa yang diencerkan: 1 ons diencerkan dengan air 1 liter). Cara membuat: batang pisang dicelupkan pada tetes dan ditata dalam ember dan kaleng dan semua tertata dan dibasahi dengan tetes. Sisa tetes untuk disiramkan semua dan ditutup sampai 2 minggu. Batang jadi busuk. Disaring. Aplikasi: cairan 1 sendok makan dan air 1 liter. Disemprotkan pada tanaman. (EM cair dengan unsur P tinggi).
  • Serabut kelapa yang masih basah atau cengkir-cengkir jatuh: dibuat agak kecil-kecil dan dimasukkan dalam bak atau drum (setengah drum). Diisi air dengan penuh Drim ditutup rapat. Selama dua minggu. Dibuka. Air jadi kecoklatan. Unsur K tinggi. Aplikasi; 1 dan 1. Disemprotkan atau disiramkan. Akar lebih kuat dan buah makin manis
  • Gergajian pohon kelapa menjadi unsur K. Ampas parutan kelapa disebar. Ada unsur K.
  • Bahan cuka kayu supaya tahan lama ditetesi alcohol. Untuk menutup diatas sehingga bakteri pengurai tidak mati.
  • Hormon perangsang buah: bahan EM sari buah 1 liter, tiga butir telur ayam kampurng kuningnya dan dicampur. (susu segar 1 liter). Aplikasi: satu sendok makan dan 10 liter air. Disemprokan ke tanaman dan buah-buahnya. Buncis tidak ada seratnya.
  • Bahan sari buah apa saja yang kandungan airnya banyak 1 liter. Tetes tebu 1 liter. Dicampur. Diamkan 1 hari. Buktinya ada gasnya. Ada bau alcohol. Fermentasi. Aplikasi: satu sendok makan dengan 1 liter air. Untuk cair tanaman. (Unsur N tinggi.).
  • Kulit batang semboja: 1kg, sirih 1 kg, daun dilem (nila) 1 genggam, air 3 liter. Caranya:semua bahan ditumbuk/dihaluskan dan direndam minimal 5 hari. Gunanya: mengendalikan segala serangga organisme pengganggu tanaman. Aplikasinya: 1 gelas dicampur dengan air 10-15 liter. Dan disemprotkan pada tanaman atau persemaian.
  • Hama belalang dapat diusir dengan menyemprotkan larutan cabe merah ke tanaman yang hendak dilindungi.
  • Juga di Jepang diketemukan cara untuk mengusir tikus rawa agar tidak menyantap panen, yaitu dengan menaburkan tahi singa di sekeliling perkebunan. Mencium bau tahi singa ini semua tikus rawa belum apa-apa sudah lari tunggang-langgang, tidak jadi mengganyang tanaman.

POTENSI KHALAYAK




POTENSI KHALAYAK

KAB. PANDEGLANG

Penduduk Menurut Jenis Kelamin

(orang)

(%)


Jumlah Penduduk

1,040,022

100


Laki-laki

366,020

35.19


Perempuan

674,002

64.81






Pendengar Radio

558,097



Laki-Laki

212,401

58.03


Perempuan

345,696

51.29






Penduduk Menurut Kelompok Umur

Jumlah

%


00-09

236,624

22.75


10-14

126,964

12.21


15-19

118,042

11.35


20-24

79,754

7.67


25-29

78,976

7.59


30-34

76,266

7.33


35-39

74,200

7.13


40-44

61,516

5.91


45-49

52,416

5.04


50+

135,264

13.01


Jumlah

1,040,022







Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Jumlah

%


Penduduk <>

195,314

18.78


Tidak tamat SD

329,096

31.64


SD

366,356

35.23


SLTP

91,062

8.76


SMU

53,714

5.16


Diploma

2,140

0.21


Sarjana (S1/S2/S3)

2,340

0.22


Total

1,040,022

100






Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan

Jumlah

%


Profesional

96,676

9.3


PNS/Karyawan

169,004

16.25


Buruh Pertanian

274

0.03


Pedagang/wiraswasta

1,244

0.12


Wiraswasta bukan perdagangan

136,432

13.12


Mencari Pekerjaan

45,664

4.39


Mengurus Rumah Tangga

140,404

13.5


Sekolah

132,348

12.73


Lainnya

317,976

30.57


Total

1,040,022

100






SOSIAL EKONOMI STATUS (SES) PENDUDUK


Pengeluaran per bulan

Kurang dari 300 ribu

E

29.25

304,206

300 - 500 ribu

D

26.43

274,878

500 - 700 ribu

C2

23.12

240,453

700 - 1000 ribu

C1

16.31

169,628

1000 – 1,5 juta

B

4.36

45,345

1,5 juta - 2 juta

A2

0.38

3,952

Lebih dari 2 juta

A1

0.15

1,560



100.00

1,040,022


MEDIA HABBIT

Membaca surat kabar


6.81


Membaca majalah


3.81


Menonton TV




Berlangganan Internet




Berlangganan Cable TV




Berlangganan Satelit





AKTIVITAS PENDUDUK

Membaca buku cerita


7.08


Membaca buku pelajaran sekolah


17.17


Membaca buku pengetahuan di luar pelajaran sekolah


6.27


Menonton pertunjukan kesenian


6.54


Melakukan olahraga


25.34


Menjadi anggota organisasi kepemudaan


8.17


Menjadi anggota organisasi keagamaan


10.9


Menjadi anggota organisasi kewanitaan


1.63


Menjadi anggota organisasi olah raga


1.91


Menjadi anggota organisasi kematian


9.26


Menjadi anggota organisasi arisan


0.27


Menjadi anggota organisasi sosial/UKS


1.09


Menjadi anggota organisasi lainnya


7.63


Rekreasi ke luar kota


4.71



PRODUCT USAGE


Makanan & Minuman

Baso


42.19


Beras


100


Bumbu masak jadi


1.59


Es krim


2.1


Garam


99.2


Makanan anak-anak


55.31


Kecap


40.21


Kue basah


46.48


Kue kering


13.39


Lada


38.59


Mie Instan


20.33


Minyak Goreng


36.87


Minyak Kelapa


63.13


Roti Manis


41.73


Roti Tawar


1.26


Sambal/Sauce


2.92


Tauco


1.59


Tepung Maizena


0.8


Tepung Terigu


15.7


Terasi


83.29


Vetsin/penyedap masakan


86.27


Air dalam kemasan


0.6


Gula Merah


19.36


Gula Pasir


98.28


Kopi (bubuk, biji)


92.72


Susu Bubuk


0.96


Susu bubuk bayi


0.53


Susu Kental Manis


10.63


T e h


49.5


Teh dalam kemasan


0.48


Rokok Filter


32.34


Rokok tanpa Filter


65.11


Tembakau


7.51



Pembersih

Pelembut pakaian


10.83


Pelicin pakaian


10.16


Pemutih pakaian


10.63


Sabun cuci batangan


63.47


Sabun cuci bubuk


99.07


Sabun cuci cair


46.37


Sabun cuci krim / colek


91.74


Semir


26.46


Pasta gigi


100


Sabun mandi


100


Shampo


100


Sikat gigi


100






Perawatan Tubuh

Bedak


78.21


Creambath


41.63


Deodorant


78.21


Kriting


16.92


Lipstik


76.24


Minyak wangi


78.21



Obat-obatan

Obat tanpa resep dokter/tradisional


87.39


Vitamin


10.37


Jamu


13.03



Pakaian

Alas kaki anak-anak


62.6


Alas kaki perempuan dewasa


64.1


Alas kaki laki-laki dewasa


74.23


Bahan pakaian (Wool, sutera)


3.98


Dasi


16.43


Handuk


26.46


Ikat pinggang


23.43


Kerudung


32.29


Kopiah


31.25


Pakaian Jadi Anak-anak


79.67


Pakaian Jadi Laki-laki


74.9


Pakaian Jadi Perempuan


77.09


Topi


32.29






Peralatan/ perlengkapan Rumah Tangga

Alat-alat olah raga


0.93


Kamera


1.59


Handphone


4.73


Pager


4.73


Radio


6.72


Tape recorder


6.72


Telepon


4.73


Televisi


6.72


Video Camera


1.59


Video Player


6.72


Arloji


1.59


Komputer


5.76


Blender


51.35


Magic Jar


52.85


Mixer


43.85


Rice ooker


48.53


Sendok


52.85


Termos


52.85


AC


0.4


Batu baterai


100


Bola lampu


100


Jam


1.59


Koper


8.42


Kulkas


0.4