| PANDEGLANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Pandeglang mulai melakukan tahapan pendataan usaha tani (PUT).
|
Kepala BPS Pandeglang Syarif Hidayat mengatakan, pendataan ini penting dilakukan untuk mengetahui jumlah petani yang ada di Pandeglang. “Yang akan didata adalah hanya petani yang menggeluti empat bidang yakni padi, jagung, kedelai, dan tebu. Bukan hanya itu, pendataan juga dititikberatkan terhadap luas lahan yang dimiliki petani,” ujar Syarif.
Dijelaskan, setelah terkumpul data akan diserahkan kepada Menko Perekonomian di Jakarta. Ia mengaku, sebenarnya BPS sudah punya PUT tahun 2003 tetapi harus direvisi karena banyak lahan petani yag berkurang dan petani yang beralih profesi. Berdasarkan data tahun 2003 itu terdapat 123.000 petani yang menggeluti empat bidang di atas. Tetapi petani tebu di Pandeglang tampaknya saat ini sudah tidak ada lagi. “Nantinya data ini digunakan untuk kebijakan pemerintah seperti pupuk bersubsidi, bantuan bibit dan lain-lain. Makanya pendataan ini harus benar-benar objektif,” katanya.
Awal Februari, kata Syarif, pihaknya akan melakukan pelatihan terhadap petugas yang akan melakukan pendataan baik di tingkat kecamatan maupun desa. “Kami dari BPS sudah memiliki jaringan sampai ke tingkat desa. Jaringan ini yang digunakan BPS untuk mendata petani di masing-masing desa,” terangnya.
Terpisah, Anggotra Fraksi Amanat Kebangkitan Demokrasi (FAKD) DPRD Pandeglang Akhsan Sukroni mengingatkan agar BPS bekerja optimal dan objektif. “Jangan sampai ada petani yang tidak terdata sehingga memunculkan masalah di kemudian hari. Ini yang harus diperhatikan,” tegasnya.

