Senin, 05 Januari 2009

Baduy Tolak Kompor Gas

Warga Baduy Tolak Distribusi Gas

RANGKASBITUNG-Warga Baduy menolak program kompensasi gas sebagai pengganti minyak tanah bersubsidi. Pasalnya, ada ketentuan larangan bagi warga Baduy menggunakan barang yang digunakan masyarakat luar.


“Beberapa waktu lalu, aparat kecamatan sempat akan melakukan pendataan, namun karena dilarang oleh adat untuk menggunakan barang dari luar, maka masyarakat Baduy tidak mau menerimanya,” ujar H Kasmin, tokoh masyarakat Baduy, kepada koran ini di Lebak, Sabtu (27/12).
Selain tidak bersedia menerima karena aturan adat, lanjutnya, masyarakat Baduy telah terbiasa menggunakan kayu bakar untuk memasak. “Jangankan gas, kompor sumbu saja tidak dipergunakan,” terangnya.
Hal senada dikatakan Sekertaris Desa Kanekes Sapin. Kata dia, bila warganya menerima distribusi gas, maka warga yang bersangkutan dinyatakan telah menyimpang serta melanggar aturan adat. Makanya, warga tidak menerima program tersebut.
“Kami bukan menolak programnya, melainkan hanya menolak memiliki gasnya, karena kami dilarang oleh adat untuk menggunakan barang-barang modern,” kata Sapin.
Di tempat terpisah, Mursid, warga Baduy asal Kampung Cibeo, mengharapkan program konversi gas khusus untuk warga Baduy sebaiknya digantikan berupa bantuan lain yang dapat diterima serta tidak melanggar adat istiadat warga setempat. “Kalau gas, kami tidak dapat menerimanya. Namun jika bantuan lain, seperti makanan atau beras, kami akan menerimanya,” harap Mursid. (day)

0 komentar: