| Guru Diniyah Demo BPKD | |
| Tagih Uang Honor dan Operasional | |
| | |
| PANDEGLANG – Ratusan guru diniyah se-Pandeglang demo di depan kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Senin (5/1). Aksi ini untuk mempertanyakan honor dan operasional madrasah diniyah yang belum dicairkan. Sebelum mendatangi kantor BPKD di Jalan Bank Banten, Pandeglang, massa yang sebagian besar perempuan itu berkumpul di depan Gedung Grha Pancasila atau sebelah selatan Alun-alun. Kemudian mereka melakukan long march menuju kantor BPKD. Tak sedikit mereka membawa anak-anak yang usianya di bawah lima tahun. Sementara puluhan aparat kepolisian menjaga ketat aksi tersebut. Di sana juga terlihat petugas Satpol PP. Bahkan water canon juga disiagakan. Dengan bersholawat dan takbir, massa merangsek ke kantor BPKD dan mendorong pintu gerbang. Aksi saling dorong berlangsung lama. Namun tak terjadi aksi anarkis. Setelah berorasi menggunakan pengeras suara, pejabat pemkab akhirnya menemui mereka, yakni Kepala BPKD Pandeglang Enan Tosin, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Taufik Hidayat, dan Kepala Satpol PP Fery Hasanuddin. Sementara dalam tuntutannya, massa meminta agar uang honor dan operasional madrasah diniyah (MD) yang totalnya Rp 2,4 miliar segera dicairkan karena hingga kini uang itu belum dicairkan oleh pemkab. Apalagi akhir Januari 2009 akan diselenggarakan ujian akhir semester. “Kami menuntut hak kami yang selama ini sudah dianggarkan pemkab. Kasihan para guru yang tak memperoleh uang insentif. Untuk itu kami minta agar pemkab segera mencairkan uang itu,” terang Nana Suryana dalam orasinya. Kepala BPKD Pandeglang Enan Tosin mengatakan, pihaknya berjanji bahwa anggaran itu akan diberikan paling lambat 30 Januari 2009. “Sekarang ini masih proses. Jadi kami minta para guru harap bersabar dulu. Bahkan bila sudah cair sebelum tanggal 31 Januari kami akan segera berkoordinasi dengan Dindik,” terang Enan melalui pengeras suara. |
Rabu, 07 Januari 2009
Guru ku Malang...
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar