| Tabung Konversi Dijual ke Rongsokan | |
| SUMUR – Konversi minyak tanah ke gas yang digulirkan pemerintah pusat dinilai belum begitu berhasil. | |
| | |
| Selain masih ada praktik pungutan pada saat penyaluran, tak sedikit pula warga penerima bantuan yang menjual kembali tabung gas ke tempat rongsokan dan toko setelah bantuan itu diterima. Tb Entus Ma’mun, Ketua Forum Labuan Bersatu (FLB) mengatakan, meski belum mencapai 200-an, namun penjualan tabung gas bantuan oleh masyarakat ke sejumlah pemilik rongsokan dan toko elpiji benar-benar terjadi. Sebagian masyarakat sengaja menjual alat masak hasil bantuan itu karena tidak begitu dibutuhkan. “Alasan lainnya karena sudah rusak,” ujarnya sambil menunjukkan rekaman bukti pengakuan warga tentang penjualan tabung gas, Minggu (4/1). Selain warga di Kecamatan Menes dan Sukaremsi, lanjut Ma’mun, sebagian warga yang diindikasi telah menjual tabung gas bantuan terjadi di Kecamatan Sumur. “Laporan seperti ini hampir setiap saat kami terima. Meski penyampaian tidak dilengkapi dengan data tertulis,” katanya. Busro, pemuda Kecamatan Sumur membenarkan perihal ini. Katanya, tak kurang dari 50 tabung gas yang dijual ke toko. Barang-barang ini diangkut setelah dikumpulkan oleh pengepul yang berdomisili di Desa Sumberjaya. “Kami prihatin dengan kondisi ini. Meski tidak melanggar aturan, namun tindakan ini merupakan salah satu bukti tidak suksesnya program,” ungkapnya. Tabung gas bantuan berwarna hijau itu dijual dengan harga Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per buah. “Bagi warga yang tak mau pusing, tabung gas dijual dengan harga Rp 50 hingga Rp 60 ribu per buah,” ujarnya. Mahyupi, Camat Menes, tak membantah adanya persoalan ini. Katanya, tidak sedikit warga yang telah memperjualbelikan bantuan tersebut khususnya di daerah pelosok. “Fakta konkritnya memang saya tidak memegang. Tapi informasi ini benar terjadi, khususnya di kalangan warga yang masih menggunakan kayu bakar,” katanya. (zis) |
Rabu, 07 Januari 2009
Konversi Minyak ke Gas
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar