Kamis, 15 Januari 2009

Minyak Bunga Kenanga

Sejarah

Bunga Kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini satu suku dengan sirsak dan srikaya, suku Annonaceae. Ditinjau dari sosok tanamannya, Bunga Kenanga ini dibedakan atas 2 jenis, yaitu : jenis pohon dan jenis perdu. Akan tetapi, keduanya termasuk dalam spesies yang sama. Tanaman Kenanga yang berbentuk pohon tingginya bisa mencapai 20-30 meter. Sedangkan yang berbentuk perdu tingginya hanya mencapai 1-3 meter. Bunga kenanga atau ylang-ylang berada dalam kelompok-kelompok, dan tiap kelompok terdiri dari 3 kelompok buah, masing-masing dengan 6 kelompok bunga. Bunga yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang tua berwara kuning. Rendemen dan mutu minyak tertinggi terdapat pada bunga yang telah matang sempurna (warna kuning tua).

Minyak atsiri yang dipeoleh dari penyulingan bunga tanaman kananga odorata. Tanaman kenanga (cananga odorata Hook) diduga berasal dari philipina. Tanaman kenanga tumbuh subur di dataran rendah dengan kelembaban yang tinggi, beriklim tropis dan dekat dengan pantai. Tanah tempat tumbuh hendaknya mempunyai drainase yang baik dan tidak berbatu-batu.

Minyak kenanga biasanya digunakan sebagai bahan pengikat bau dalam minyak wangi dan sebagai bahan pewangi sabun.

Daerah penghasil minyak wangi dunia yang terkenal di dunia adalah pulau nossi, madagaskar, philipina, dan Indonesia. Dipulau jawa daerah penghasil bunga kenanga adalah banten


Manfaat

Minyak ekstrak dari bunga kenanga (essential oil) digunakan dalam perubatan aroma terapi untuk menenangkan dan merelaksasikan jiwa terutamanya ketika PMS (pre-menstrual syndrome). Minyak bunga kenanga juga digunakan untuk melegakan kesakitan atau kekejangan yang terjadi ketika haid dan juga melancarkan haid, juga mampu menurunkan tekanan darah, boleh digunakan untuk mengubati darah tinggi. Minyak ini juga boleh digunakan untuk kegunaan kosmetik seperti mengurangkan garis penuaan, menggalakkan pertumbuhan sel baru, merawat jerawat, mengatasi masalah kulit kasar dan berminyak, menggalakkan pertumbuhan rambut. Minyak ini bisa digunakan ketika demam biasa atau demam malaria bronkitis dan asma.


SIFAT FISIKA KIMIA

Sifat-sifat fisika kimia nya adalah:

  1. Warna: kuning muda sampai kuning tua
  2. Berat jenis pada 25oC: 0,904-0,920
  3. Bilangan Ester: 15-35
  4. Sisa penyulingan uap: maksimum 5%
  5. Kelarutan dalam alkohol 95%: 1:1 jenuh, seterusnya sampai 1:9 keruh
  6. Alkohol tambahan: negatif
  7. Minyak lemak: negatif
  8. Minyak pelikan: negatif

Menurut EOA (Essential Oil Assosiation of USA):

1.Warna, baud an penampilan: cairan berwarna kuning mudasampai kuning tua, bau khas, dan tajam menusuk hidung

2.Berat jenis pada 25oC: 0,904-0,920

3.Putaran Optik: (-15)-(-30o)

4.Indeks refraksi pada 20oC: 1.4950-1,5050

5.Bilangan penyabunan: 10-40

6.Kelarutan dalam alkohol 95%: larut dalam 0,5 volume, seterusnya keruh


Komposisinya:

Melalui prosedur penyulingan yang benar serta penggunaan bahan baku dan peralatan yang memenuhi syarat, akan diperoleh rendemen minyak kenanga antara 1,5 – 2,0%.

0 komentar: