Senin, 05 Januari 2009

Nelayan Banten

Cuaca Buruk, Nelayan Tak Melaut
LABUANSedikitnya 60 nelayan Teluk, Kecamatan Labuan dua hari terakhir ini tak bisa melaut. Selain karena fasilitas yang tidak memadai, kendala ini juga terjadi akibat cuaca buruk dan ombak besar.

Kapal tradisional yang biasa mereka gunakan tak mampu mengatasi terjangan ombak setinggi 1 hingga 2 meter.
Suwardi, warga Teluk yang sehari-harinya mencari ikan ini mengaku, sudah satu minggu cuaca di perairan Teluk dan sekitarnya buruk. Ombak datang tidak menentu yang selalu diiringi dengan datangnya angin besar. “Bagi nelayan yang menggunakan kapal besar memang tidak masalah. Tapi tidak bagi kami yang hanya memiliki alat tangkap dan sarana seadanya,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (26/12).
Semua nelayan, lanjut Suwardi, mengeluhkan kondisi ini. Karena selain tinggal di rumah dan memperbaiki kapal, tidak ada aktivitas mencari ikan. “Dengan kondisi ini semua nelayan mengalami kerugian. Tidak terkecuali pemilik kapal, dan pedagang ikan yang biasa mendapatkan ikan dari kami,” katanya.
Begitu juga dengan yang dituturkan nelayan lainnya Badri. Selain perairan Teluk, katanya, cuaca buruk juga terjadi di perairan Panimbang, Sumur dan Sidamukti. Sebagian nelayan di daerah itu berhenti melaut karena khawatir terbawa arus ombak. “Tidak hanya keselamatan crew kapal yang kami khawatirkan, tapi juga tentang hasil tangkap. Karena biasanya jika cuaca buruk ikan sangat jarang,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Cecep, nelayan di Kecamatan Sumur menerangkan hal yang tak jauh berbeda. Sejak awal bulan November lalu, menurutnya, kondisi cuaca di perairan Sumur sulit ditebak. Setiap hujan turun ombak yang datang besar dan arusnya cukup kencang. Padahal, sebelumnya masalah ini tidak pernah terjadi. “Saya tidak tahun penyebab masalah ini. Tapi yang jelasnya kondisi ini membuat para nelayan tidak bisa melaut,” ungkapnya, seraya mengaku belum ada perhatian pemerintah terkait kondisi ini. (zis)


0 komentar: