Rabu, 07 Januari 2009

Sekolah rusak, Pandeglang

SD Inpres 3 Sukalangu Nyaris Ambruk

Siswa Belajar Dibayangi Ketakutan



PANDEGLANG – Cerita sekolah rusak bahkan ambruk di Pandeglang tak ada habisnya. Salah satu sekolah yang kondisinya benar-benar memprihatinkan adalah SD Inpres 3 Sukalangu, Kecamatan Saketi, Pandeglang. Meski kondisinya sudah tak layak, pemerintah belum juga melakukan perbaikan terhadap gedung yang dibangun tahun 1980-an itu. Akibatnya 136 siswa belajar dibayangi ketakutan karena khawatir ambruk.

Pantauan Radar Banten, tembok sekolah ini terlihat retak, genteng banyak yang pecah sehingga menyebabkan kebocoran saat hujan tiba, eternit juga banyak yang rusak, plafon berjatuhan, lantai sudah terkelupas sehingga yang tersisa hanya tanah saja. Sejumlah ruangan juga disekat dengan bilik yang kondisinya sudah bolong. Di dalam kelas juga terdapat sejumlah tiang kayu sebagai penyangga plafon.

Di sekolah ini hanya terdapat empat lokal. Padahal seharusnya enam lokal karena siswanya sampai kelas enam. Karena terbatas, satu lokal untuk ruang kantor, tiga lokal untuk ruang belajar. Sehingga siswa belajar berdesak-desakan.
Kepala SD Inpres 3 Sukalangu Mamah Sukalmah mengatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Pemkab Pandeglang tetapi belum ada respon. “Ya mungkin karena anggarannya terbatas. Namun kami sangat berharap agar sekolah ini segera direnovasi. Kasihan anak-anak belajarnya tidak nyaman,” terangnya, Selasa (6/1).

Senada dikatakan guru bernama Eem. Katanya, hampir tiap tahun pihaknya mengajukan permohonan ke Pemkab. Dikatakan, sekolah ini pernah mendapatkan bantuan rehab satu lokal (kelas satu) pada tahun 2002. Sementara lokal lainnya tidak direhab karena tak ada anggaran.
“Bisa Anda lihat, setiap hujan pasti kami kebocoran. Makanya siswa dikumpulkan di satu ruangan dan tidak belajar,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang Taufik Hidayat tak bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui HP-nya, tidak aktif. (adj)

0 komentar: