
PANDEGLANG – Pendapatan asli daerah (PAD) Pandeglang pada 2009 tak mencapai target. Hal ini terlihat dari laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi pada rapat paripurna DPRD, Selasa (30/3).
Pada pemaparannya, Bupati menegaskan, dari target PAD sebesar Rp 822,18 miliar yang terealisasi hanya Rp 821,63 miliar atau kurang Rp 549,72 juta. Tak tercapainya target karena lemahnya kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggenjot pemasukan untuk daerah.
Kata Erwan dalam pidatonya merinci target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan. Kata dia meliputi PAD murni sebesar Rp 51,32 miliar. Dari jumlah itu yang terealisasi hanya Rp 31,75 miliar. Kemudian sumber PAD lainnya yang ditargetkan adalah pendapatan transfer dari pemrov dan pemerintah pusat sebesar Rp 737,80 miliar. Dari target itu yang terealisasi lebih besar yaitu Rp 737,81 miliar. Sedangkan dari pendapatan lain-lain yang ditargetkan Rp 33,05 miliar dan terealisasi Rp 52,05 miliar.
“LKPJ ini memuat arah kebijakan umum pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah, penyelenggaraan urusan desentralisasi, tugas pembantuan serta tugas-tugas umum pemerintahan,” jelas Bupati.
Sementara APBD 2009, lanjut dia, disusun berdasarkan penganggaran terpadu agar tercapainya efisiensi alokasi dana dengan mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah, rencana kerja pemerintah, kebijakan umum APBD serta prioritas plafon anggaran.
Bupati juga menjelaskan, belanja langsung dialokasikan kepada sembilan fungsi. “Tiga fungsi yang paling besar menyerap anggaran belanja adalah fungsi pendidikan sebesar 40,42 persen, pelayanan umum 21,44 persen, dan fungsi kesehatan 15,29 persen,” ujarnya. (adj)/ Radar Banten 31-03-2010
PHMN - Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara -



0 komentar:
Poskan Komentar