
O'deng berasal dari nama lebah "odeng" yang merupakan sebutan lebah hutan di Ujung Kulon atau menurut bahasa latin disebut Apis Dorsata. Produk madu hutan ini diambil dari pedalaman hutan Taman Nasional Ujung Kulon, berasal dari sumber nectar yang beragam, diantaranya; bunga salam, putat, sigeung, kawao, dan banyak lagi; setiap jenis nectar menghasilkan warna dan rasa yang berbeda. Masyarakat sekitar hutan Ujung Kulon biasa mengambil madu di hutan disaat tidak sedang menggarap sawah, untuk menambah pendapatan keluarga. Pada pengambilan sarang madu, anakan lebah tidak diambil dan disisakan sebagian kecil madu yang dimaksudkan untuk melindungi keberlangsungan koloni lebah. Madu hutan diyakini secara turun-temurun oleh masyarakat Ujung Kulon sebagai obat dari berbagai penyakit dan untuk kesegaran tubuh.
PHMN - Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara -



1 komentar:
Sepertinya blog ini sudah cukup lama tidak pernah di up date, tapi biarpun begitu saya harap semoga ini bukan berarti perjuangan rekan2 PHMN dalam membina masyarakat pemetik madu hutan Ujungkulon telah terhenti. Salam untuk kang Eman, mohon ijin tulisannya saya tayangkan ulang kang di blog Ekowisata Ujungkulon.
Poskan Komentar